-->

Waktu Tidur Siang Terbaik Menurut Islam dan Sains

Waktu Tidur Siang Terbaik Menurut Islam dan Sains

Waktu Tidur Siang Terbaik Menurut Islam dan Sains
Waktu Tidur Siang Terbaik Menurut Islam

Doaislami
- Pernahkah mendengar tentang sunah tidur siang? Ya, mungkin salah satu dari sunah Rasulullah ini sudah tak asing kita dengar bahkan mungkin diantara kita sudah ada yang menjadikan sunah tidur siang ini sebagai rutinitas.

Lantas kapankah waktu tidur siang terbaik menurut islam dan sains? Ya, di era modern seperti ini pasti tidak akan terlepas dengan sains. Sehingga sains seperti menjadi patokan tersendiri atas benar atau tidak nya suatu teori tertentu.

Oleh karenanya sengaja dalam artikel kali ini diberi judul waktu tidur siang terbaik menurut islam dan sains. Agar dapat dilihat sesinkron apa ajaran islam dengan sains di era sekarang.

Baiklah kembali pada topik awal tentang waktu tidur siang terbaik menurut islam dan sains. Dalam islam sendiri kita mengenal dengan sunahnya tidur siang atau bisa juga di sebut dengan Qailulah.
Nah, sebelum kita membahas tentang waktu tidur siang terbaik menurut islam dan sains, mari kita bahas terlebih dahulu tentang mengapa tidur siang atau Qailulah ini di sunah kan. Dalam sebuah hadist Rasulullah saw bersabda :

قِيلوا فإن الشياطين لا تَقيل

Qailulah lah karena sungguh setan itu tidak Qailulah. (Dinilai Hasan oleh Syekh Albani dalam Shohih Al Jami’).

Pembahasan tentang Qailulah atau tidur siang juga disebutkan dalam Al Qur’an, diantaranya dalam surat Al-Furqon ayat 24 tentang kenikmatan surga,

أَصۡحَٰبُ ٱلۡجَنَّةِ يَوۡمَئِذٍ خَيۡرٞ مُّسۡتَقَرّٗا وَأَحۡسَنُ مَقِيلٗا

Penghuni-penghuni surga pada hari itu paling baik tempat tinggalnya dan paling indah tempat Qailulahnya. (QS. Al-Furqan : 24)

Lantas kapan waktu tidur siang terbaik menurut islam dan sains? Dalam islam pendapat tentang waktu tidur siang ini ada 2 pendapat. Ada yang menyatakan sebelum dzuhur dan juga sesudah dzuhur.

Yang menyatakan jika waktu tidur siang terbaik adalah sebelum dzuhur ini merujuk pada pendapat yang sebagaimana disimpulkan oleh Imam Syarbini rahimahullah,

يسن للمتهجد القيلولة، وهي: النوم قبل الزوال، وهي بمنزلة السحور للصائم.

Disunahkan bagi orang yang ingin melakukan sholat tahajud, untuk ber-qailulah, yaitu tidur sebelum duhur. Qailulah itu manfaatnya seperti sahur bagi orang yang puasa

Sedangkan yang menyatakan jika waktu tidur siang terbaik adalah selepas dzuhur ini merujuk pada pendapat Al Munawi yang menyatakan

القيلولة: النوم وسط النهار عند الزوال وما قاربه من قبل أو بعد

Qailulah adalah, tidur di tengah siang, ketika matahari condong ke barat (waktu duhur)atau menjelang sebelum atau sesudahnya.

Al ‘Aini juga menyatakan,

القيلولة معناها النوم في الظهيرة

Qailulah maknanya tidur di rentang waktu sholat duhur (pen, dari condong ke barat / Zawal, sampai ashar).

Dalam sebuah riwayat Imam Bukhari juga meyatakan bahwa Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu mengatakan: “Kami bersegera datang ke masjid untuk menanti pelaksanaan shalat Jum’at dan kami qailulah (tidur siang) setelah shalat Jum’at.”

Lalu bagaimana jika menurut sains, kapankah waktu tidur siang terbaik itu?

Qailulah atau tidur siang sebetulnya boleh boleh saja dilakukan kapanpun, baik sebelum atau sesudah dzuhur. Karena qailulah atau tidur siang itu sendiri memang dikerjakan ketika matahari sedang terik teriknya (tengah hari).

Tetapi jika melihat pada penjelasan diatas jika waktu tidur siang terbaik ialah sesudah atau selepas dzuhur.

Tidur siang sesudah dzuhur pun ternyata selaras dengan sains, karena biasanya sesudah dzhur tubuh sedang berada pada puncak kepenatannya. Sehingga dengan tidur siang akan mengembalikan kembali tubuh pada performa terbaiknya dan meningkatkan kinerja otak sehingga bisa fokus kembali.

Namun, manfaat yang akan kita dapatkan dari tidur siang yang kita lakukan itu sesuai dengan durasi dari tidur siangnya itu sendiri. Tidur siang memang memberikan efek yang baik bagi tubuh, namun berbeda halnya jika tidur siang yang dilakukan terlalu lama.

Ini sesuai dengan penelitian di City University of New York, pada tahun 2010, beginilah efek tidur siang bagi tubuh sesuai dengan durasinya:

• Tidur siang 10 menit dapat mengurangi kelelahan dan meningkatkan ketajaman otak untuk setidaknya 2,5 jam.

• Tidur siang 20 menit dapat meningkatkan reaksi dan performa terhadap tugas yang berhubungan dengan angka.

• Tidur siang 30 menit dapat membuat seseorang mengantuk selama 5 menit pertama setelah bangun kemudian segar selama 90 menit berikutnya.

• Tidur siang 90 menit tidak memberikan manfaat, justru membuat tubuh lebih lelah dari sebelumnya.

• Tidur siang lebih dari 90 menit, justru mendatangkan masalah seperti uring-uringan dan linglung setelah bangun.

Olehk karenanya waktu tidur siang terbaik menurut islam dan sains adalah selepas atau sesudah dzuhur dengan durasi hanya 10 sampai 30 menit saja. Jika lebih dari itu maka bukan efek positif yang didapatkan tubuh melainkan malah efek negatif.
LihatTutupKomentar

Dmca