-->

PENTINGNYA MENGINGAT KEMATIAN

PENTINGNYA MENGINGAT KEMATIAN

Pentingnya Mengingat Kematian
Pentingnya Mengingat Kematian

Doaislami - Kematian adalah proses pemisahan ruh dari jasadnya dan setelah kematian manusia di hadapkan pada kehidupan selanjutnya yang mana dalam kehidupan itu semua amal perbuatan yang di lakukan di dunia dipertanggungjawabkan. Namun nyatanya tak sedikit manusia yang terlena akan kehidupan duniawi. 

Bahkan ada juga manusia yang menganggap kehidupan setelah kematian itu adalah fiksi atau dongeng belaka. Mereka menganggap jika kematian adalah ujung dari kehidupan di dunia ini dan tidak akan ada lagi kehidupan setelah nya. Sehingga orang yang seperti itu menganggap kehidupan dunia sebagai ajang pencapaian dalam segala hal.

Padahal Allah swt telah menjawab pemikiran yang begitu keliru ini dalam firman-Nya 

قُلْ بَلَى وَرَبِّي لَتُبْعَثُنَّ ثُمَّ لَتُنَبَّؤُنَّ بِمَا عَمِلْتُمْ

Katakanlah, "Tidak demikian, demi Tuhanku, benar-benar kamu akan dibangkitkan, kemudian akan diberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (At-Taghabun: 7)

وَضَرَبَ لَنَا مَثَلًا وَنَسِيَ خَلْقَهُ قَالَ مَنْ يُحْيِ الْعِظَامَ وَهِيَ رَمِيمٌ () قُلْ يُحْيِيهَا الَّذِي أَنْشَأَهَا أَوَّلَ مَرَّةٍ وَهُوَ بِكُلِّ خَلْقٍ عَلِيمٌ

“Dan dia (yang durhaka itu) membuat bagi Kami satu perumpamaan; sedangkan dia melupakan kejadian (diri)nya; dia berkata: ‘Siapakah yang dapat menghidupkan tulang belulang, padahal ia telah hancur luluh?” Katakanlah (Nabi Muhammad SAW): “Ia akan dihidupkan oleh Yang menciptakannya pada kali pertama. Dan Dia Maha Mengetahui segala ciptaan.” (QS: Yasin Ayat 78-79)

Pandangan tersebut hanyalah bersumber dari pemahaman kaum atheis yang menganggap jika dunia ini adalah kehidupan pertama dan terakhir. Mereka lupa jika mereka pernah hidup di alam ruh dan alam rahim sebelum berada di alam dunia. Sehingga menurut logika pun tak menutup kemungkinan akan ada alam lain setelah alam dunia ini berakhir.

Kembali lagi dengan pembahasan pentingnya mengingat kematian, begitu  banyak manusia yang haus akan harta dan kekuasaan sehingga sibuk mengejarnya dan mengesampingkan bahkan melupakan tentang kematian. Padahal Allah swt telah berfirman jika setiap yang bernyawa akan mengalami kematian "Setiap yang berjiwa pasti akan merasakan mati, dan Kami menguji kalian dengan kejelekan dan kebaikan sebagai satu fitnah (ujian), dan hanya kepada Kami lah kalian akan dikembalikan." (Al-Anbiya`: 35)

Sehingga pentingnya mengingat kematian agar tidak terlalu terlena dengan kehidupan dunia dan mempersiapkan bekal untuk kehidupan akhirat yang kekal abadi.

Ya, manusia terlalu terlena dengan kehidupan dunia ini. Tak sedikit yang menganggap harta dan kekuasaan sebagai ajang perlombaan, sehingga banyak manusia yang berlomba lomba dalam mendapatkan harta sebanyak banyak nya atau kekuasaan setinggi tinggi nya. Padahal kematian bisa datang kapan saja dan dimana saja. Sebagainya firman-Nya "Di mana saja kalian berada kematian pasti akan mendapati kalian, walaupun kalian berada di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh." (An-Nisa`: 78)

Dalam sebuah hadist dianjurkan agar memperbanyak mengingat kematian yang merupakan pemutus kelezatan dunia

 أكثروا ذكر هَاذِمِ اللَّذَّاتِ فإنه ما ذكره أحد فى ضيق من العيش إلا وسعه عليه ولا فى سعة إلا ضيقه عليه

“Perbanyaklah banyak mengingat pemutus kelezatan (yaitu kematian) karena jika seseorang mengingatnya saat kehidupannya sempit, maka ia akan merasa lapang dan jika seseorang mengingatnya saat kehiupannya lapang, maka ia tidak akan tertipu dengan dunia (sehingga lalai akan akhirat).” (HR. Ibnu Hibban dan Al Baihaqi, dinyatakan hasan oleh Syaikh Al Albani).

Dalam hadist tersebut dijelaskan jika seharusnya kita memperbanyak mengingat kematian sebagai pemutus kelezatan dunia. Karena manusia tak selamanya akan menikmati kelezatan dunia. Ada saat dimana manusia harus berpisah dengan harta atau kekuasaan yang di perjuangkan nya secara mati-matian dalam waktu yang mendadak, karena kematian itu tidak bisa di tentukan dan memang tidak ada yang mengetahui kapan kematian itu akan datang.

Sehingga pentingnya mengingat kematian itu agar ketika kematian itu datang kita telah mempersiapkan bekal yang cukup. Betapa ruginya orang yang ketika sedang sibuk sibuk nya mengejar kehidupan dunia lalu di tengah perjalanan kematian menjemput secara mendadak dan pada saat itu sama sekali belum mempersiapkan bekal apapun untuk kehidupan akhiratnya.

Selain membuat kita merasa perlu untuk mempersiapkan bekal dengan mengingat kematian juga akan membuat hati tenang dan tidak terlalu cemas akan kehidupan dunia ini. Sekalipun dalam keadaan sempit (serba kekurangan) karena menganggap kehidupan dunia ini hanyalah sementara dan ketika sedang lapang maka tidak lalai karena ia tahu kenikmatan yang sedang di nikmati juga memang sementara.

Pentingnya mengingat kematian akan memberi efek yang positif dalam beribadah terlebih ketika shalat. Sebagaimana sebuah hadist :

اذكرِ الموتَ فى صلاتِك فإنَّ الرجلَ إذا ذكر الموتَ فى صلاتِهِ فَحَرِىٌّ أن يحسنَ صلاتَه وصلِّ صلاةَ رجلٍ لا يظن أنه يصلى صلاةً غيرَها وإياك وكلَّ أمرٍ يعتذرُ منه

“Ingatlah kematian dalam shalatmu karena jika seseorang mengingat mati dalam shalatnya, maka ia akan memperbagus shalatnya. Shalatlah seperti shalat orang yang tidak menyangka bahwa ia masih punya kesempatan melakukan shalat yang lainnya. Hati-hatilah dengan perkara yang kelak malah engkau meminta udzur (meralatnya) (karena tidak bisa memenuhinya).” (HR. Ad Dailami dalam musnad Al Firdaus. Hadits ini hasan sebagaimana kata Syaikh Al Albani)

Dari kesimpulan pembahasan ini adalah jika pentingnya mengingat kematian akan membuat kita selalu mempersiapkan bekal dengan memperbanyak ibadah, selalu menjaga sikap maupun ucapan terhadap orang lain karena suatu saat nanti akan dipertanggungjawabkan, selalu mengingat Allah, menghindarkan diri dari perbuatan maksiat, akan meningkatkan kekhusu'an dalam ibadah dan akan membuat hati terasa tenang dalam menjalani kehidupan dunia ini baik dalam keadaan sempit maupun lapang.

Oleh karena itu perbanyaklah mengingat kematian agar tidak terlena oleh kehidupan dunia yang fana ini. Karena sesungguhnya setiap yang bernyawa pasti akan merasakan kematian dan yang paling menakutkan nya ialah tidak ada yang tahu kapan dan dimana kematian itu akan menjemput. Sehingga berusahalah untuk selalu berada dalam ketaatan agar ketika kematian menjemput sedang berada dalam ketaatan dan meninggal dalam keadaan khusnul khatimah.
LihatTutupKomentar

Dmca