-->

Keutamaan Memuliakan Tamu

Keutamaan Memuliakan Tamu

Keutamaan Memuliakan Tamu
Keutamaan Memuliakan Tamu

Doaislami - Setiap orang mungkin berbeda beda dalam bersikap terhadap tamu yang datang ke rumah nya. Ada yang begitu memuliakan nya bak seorang raja karena memang tahu akan keutamaan memuliakan tamu. Tetapi tak jarang pula ada yang malah merasa terbebani karena merasa terganggu dalam beraktifitas sehari hari. 

Dalam islam sendiri tidak selalu melulu memerintahkan tentang ibadah Hablumminallah (hubungan dengan Allah) tetapi juga tentang Hablumminannas (hubungan dengan manusia). Nah, memuliakan tamu merupakan salah satu dari pemeraktikan Hablumminannas. Sehingga sudah seharusnya kita memuliakan siapa saja terutama tamu yang berkunjung ke rumah kita sebagai bentuk pelaksanaan Hamblumminnas. 

Rasulullah saw bersabda 

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَاْليَوْمِ اْلأخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ

“Barang siapa yang beriman pada Allah dan hari akhir maka hendaklah dia memuliakan tamunya.” (HR. Bukhari)

Ada juga hadist lain yang menyebutkan 'Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, maka hendaklah ia memuliakan tetangga, dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, hendaklah ia memuliakan tamunya.'' (Mutafaq'alaih)

Dalam kedua hadist tersebut jelas dikatakan jika memuliakan tamu merupakan suatu bukti keimanan kepada Allah dan hari akhir. Sehingga memuliakan tamu memiliki keutamaan yang begitu luar biasa. Bukan hanya balasan yang akan di dapat kelak di akhirat yang berupa pahala tetapi juga akan Allah balas langsung ketika masih di dunia.

Perihal tentang memuliakan tamu tidak hanya terdapat dalam hadist tetapi juga ada dalam Al Quran yang mana mengutip dari perlakukan Nabi Ibrahim As terhadap tamunya kala itu (24) “Sudahkah sampai kepadamu (Muhammad) cerita tentang tamu Ibrahim (malaikat-malaikat) yang dimuliakan; (25) (Ingatlah) kompilasi mereka masuk ke tempat lalu dibawa: “Salaamun”. Ibrahim menjawab: "Salaamun (kamu) adalah orang-orang yang tidak dikenal"; (26) Maka dia pergi dengan diam-diam memperoleh harta, kemudian dibawanya daging anak sapi gemuk; (27) Lalu dihidangkannya kepada mereka. Ibrahim lalu berkata: "Silakan kamu makan." (QS Adz Dzariyat: 24 - 27).

Pada surat Adz Dzariyaat ayat 24-27 dijelaskan tentang bagaimana Nabi Ibrahim memuliakan tamu-tamunya. Beliau segera membalas salam dari para tamu itu, mempersilahkan mereka masuk ke rumah dan menyuguhkan makanan dengan daging anak sapi yang gemuk yang mana sapi itu disembelih pada saat itu juga sebagai sambutan terhadap tamu tamu nya tersebut.

Dalam islam tidak hanya menyuruh untuk memuliakan tamu secara garis besar tetapi juga di perjelas secara lebih terperinci. Seperti hendaklah menyambut nya dengan senyuman, memberikan kesan hangat dan suasana yang nyaman, mempersilahkan masuk, memenuhi hak tamu, serta memberikan hidangan atau jamuan semampunya. 

Dan pada saat tamu itu pulang hendaklah diantarkan dahulu setidaknya sampai depan pintu rumah. Jika ada berilah bingkisan sebagai buah tangan untuk tamu tersebut dan hendaklah jangan dulu menutup pintu sebelum tamu tersebut benar benar pergi.

Mengapa kita harus memuliakan tamu? Seperti yang sudah di jelaskan di atas keutamaan memuliakan tamu begitu luar biasa. 

Inilah 4 Keutamaan Memuliakan Tamu

1. Menghapus Dosa si Tuan Rumah

Keutamaan memuliakan tamu yang pertama ialah dapat menghapus dosa si Tuan Rumah. Sebagaimana hadist Nabi Muhammad saw "Wahai sekalian manusia, janganlah kalian membenci tamu. Karena jika ada tamu datang, maka dia akan datang membawa rezekinya. Dan jika dia pulang, maka dia akan pulang dengan membawa dosa pemilik rumah. "

Demikian pula yang diriwayatkan dalam hadis Ali Ibn Abi Thalib r.a, “Wahai Ali, jika kamu dikunjungi oleh tamu, maka ketahuilah bahwa Allah Ta'ala telah memberikan anugrah kepadamu. Sebab Dia telah membuat sesuatu yang bisa menyebabkan dosamu diampuni. ”

Maka bersyukur lah saat ada tamu yang datang ke rumah kita karena bisa jadi tamu itulah yang akan menjadi salah satu cara kita untuk menghapus dosa dosa yang kita miliki.

2. Penghuni Rumah Akan Disinari Cahaya Kebaikan

Dalam sebuah hadist tentang keutamaan memuliakan tamu sebagaimana Rasulullah saw bersabda : “Tidak ada seorang hamba mukmin pun yang memuliakan seorang tamu ikhlas karena Allah Yang Maha Dermawan, Allah akan memperhatikannya saat berada di antara orang yang dilindungi. Seandainya tamu yang datang termasuk ahli surga dan pemilik rumah ahli neraka, maka Allah Ta'ala membuat pemilik rumah termasuk ahli surga karena telah berusaha memuliakan".

Dalam hadist ini juga dapat kita ambil kesimpulan untuk hendaklah berprasangka baik terhadap orang lain dan menganggap diri sendiri masih jauh dari kata baik. Karena sejatinya kita memang tidak tahu siapa yang akan masuk surga dan siapa yang akan masuk kedalam neraka. 

Sehingga sudah sepantas nya untuk selalu berusaha memuliakan setiap orang terlebih terhadap tamu yang datang ke rumah kita. Karena bisa saja orang yang kita muliakan itu adalah penghuni surga kelak yang bisa membantu kita menarik ke surga jikalau kita masuk kedalam neraka.

3. Mendapatkan Pahala Seperti Haji dan Umrah

Dari Ibnu Abas r.a Nabi saw bersabda, "Jika ada tamu masuk ke rumah mukmin, maka akan masuk bersama tamu yang berkah dan seribu rahmat. Allah akan menulis untuk pemilik rumah pada setiap kali suap makanan yang disediakan untuk tamu seperti pahala haji dan umrah." 

Jika saja setiap orang mengetahui keutamaan memuliakan tamu akan mendapatkan pahala seperti haji dan umrah mungkin akan berusaha untuk memberikan yang terbaik. Ya, siapa sih yang tidak ingin mendapatkan pahala haji dan umrah? Setiap orang pasti menginginkannya. Tetapi tidak setiap orang mampu melaksanakan ibadah haji dan umrah karena biaya yang sangat besar. Andai kan semua orang tahu jika pahala haji dan umrah bisa di dapatkan hanya dari memuliakan tamu.

4. Ladang Sedekah

Dari Abu Hurairah mengisahkan bahwasanya Nabi saw bersabda, "Haknya tamu itu selama tiga hari, maka yang lebih dari itu menjadi sedekah." (HR. Abu Dawud).

Nah, jadi jika ada sanak saudara yang bertamu sampai berhari hari jangan merasa terganggu apalagi merasa jengkel dengan keberadaan nya ya. Karena memberikan hidangan terhadap tamu lebih dari 3 hari itu akan menjadi ladang sedekah.

Selain keempat keutamaan memuliakan tamu yang telah di jelaskan di atas sebetulnya masih banyak lagi keutamaan memuliakan tamu yang lain seperti merupakan amalan surga, bentuk ketaqwaan kepada Allah swt, serta sebagai bentuk meneladani sikap Rasulullah saw.

Keutamaan memuliakan tamu menurut sudut pandang duniawi juga akan memberikan kesan baik, ramah, pemurah, dan meningkatkan kesenangan serta penghormatan orang lain terhadap orang yang selalu memuliakan tamunya.
LihatTutupKomentar

Dmca