-->

KEHIDUPAN YANG SESUNGGUH NYA

KEHIDUPAN YANG SESUNGGUH NYA

KEHIDUPAN YANG SESUNGGUH NYA
KEHIDUPAN YANG SESUNGGUH NYA

Doaislami - Pernahkah kamu berfikir hidup mu di dunia ini akan lama? Atau kamu berfikir hidup mu yang kamu rasa tidak menyenangkan akan berakhir begitu saja dan selesai? 

Tentang dunia itu sendiri ,Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman :

Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-bangga dengan banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian hancur. Dan di akhirat (nanti) ada adzab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu. [al-Hadd/57:20].

Hidup di dunia ini hanyalah sandiwara kebohongan belaka yang di dalamnya hanya penuh dengan tipu daya dan melalaikan. 

Jika kamu berfikir kamu akan hidup selamanya atau kamu berfikir hidup mu akan berakhir setelah kematian maka itu adalah anggapan yang tidak benar. Karena fakta sebenarnya adalah akan ada kehidupan setelah kematian, memang tidak ada yang abadi di dunia ini tapi ada keabadian setelah kehidupan di dunia sampai pada titik akhir(kiamat).  Dimana itu? Itu adalah Akhirat tempat yang abadi setelah kehidupan di dunia berakhir. 

Senangmu di dunia belum tentu menjadi senangmu di akhirat begitu pun sebaliknya derita mu di dunia belum tentu menjadi derita mu di akhirat. Di akhirat nanti bisa saja keadaan berbalik saat hidup di dunia ia bahagia tidak menutup kemungkinan hidup di akhirat sengsara, atau ketika hidup di dunia sengsara bisa saja hidup di akhirat bahagia. Mengapa demikian?

Karena kehidupan di akhirat adalah cerminan dari kehidupan di dunia, cerminan yang bagaimana? Jika seseorang yang merasa senang semasa hidupnya tapi kesenangan yang ia dapat adalah kesenangan yang dia peroleh dari cara dan jalan yang salah misalnya kesenangan yang ia dapat adalah kesenangan yang ia tempuh melalui jalan maksiat maka mau tidak mau kepedihan yang akan ia dapat di kehidupan akhirat nanti.

Sebaliknya, jika seseorang merasa hidupnya menyedihkan dan banyak ujian yang Allah timpakan pada dirinya tapi ia mampu menjalaninya dengan ikhlas tanpa mengeluh dan putus asa tidak pernah berhenti berdo'a agar senantiasa ada dalam rahmat dan ampunan Allah swt. Percaya bahwa setiap apa yang Allah timpakan kepadanya adalah sebuah anugerah dari Allah swt dan bukti perhatian Allah kepada hamba-Nya. Maka yakinlah diakhirat nanti tidak ada hal luar biasa yang ia dapat kecuali kesenangan yang abadi yaitu surga yang akan ia dapatkan.

Akhirat merupakan kehidupan yang sesungguhnya setiap yang kita lakukan ketika hidup di dunia akan mendapat balasan yang setimpal di akhirat kelak. Baik dan buruknya amal yang telah kita perbuat  kecil dan besar amal yang telah kita lakukan tidak akan ada yang terlewat semuanya akan dimintai pertanggung jawaban.

Seperti yang tercantum dalam Qs.Az-Zalzalah ayat 7 dan 8.

فَمَنۡ يَّعۡمَلۡ مِثۡقَالَ ذَرَّةٍ خَيۡرًا يَّرَهٗ
"Maka barangsiapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya".
وَمَنۡ يَّعۡمَلۡ مِثۡقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَّرَهٗ
"dan barangsiapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya".

Ayat di atas menyebutkan bahwa siapapun yang mengerjakan kebaikan seberat zarrah maka ia akan melihat balasannya di akhirat kelak, dan siapapun yang berbuat kejahatan seberat zarrah maka ia akan melihat balasannya. Hal yang dilakukan amal baik ataupun amal buruk yang kecil saja akan diperlihatkan balasan nya di akhirat lalu bagaimana dengan amal perbuatan yang begitu besar kita lakukan?

Jika yang kita kerjakan adalah kebaikan yang teramat besar maka keberuntungan yang akan kita raih, tapi sungguh sangat di sayangkan jika seseorang yang mengerjakan  kemaksiatan dan dosa besar maka akan diberikan kepadanya balasan yang teramat pedih.

Manusia memang selalu ingin merasa bahagia dalam keadaan apapun, saat ia mendapat suatu kesulitan maka tidak segan bisa sampai menyalahkan Allah swt atas apa yang menimpanya. Tanpa berfikir bahwa Allah tidak memberikan kesulitan melainkan menguji untuk mengangkat derajatnya.

Manusia terkadang lupa akan hakikat hidup yang sebenarnya alasan mengapa ia diciptakan tiada lain dan tiada bukan hanya untuk mengabdi dan beribadah kepada Allah swt.

Allah swt berfirman:
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz Dzariyat: 56)

Allah tidak hanya memerintahkan manusia saja untuk beribadah melainkan juga jin yang Allah perintahkan utuk senantiasa beribadah kepada-Nya. Manusia diciptakan Allah bukan untuk hanya bersenang-senang melakukan sesuatu seenaknya, bukan pula untuk berfoya-foya menghabiskan seluruh harta bukan untuk berjihad di jalan Allah. Melainkan Allah menciptakan manusia untuk menjadi penghuni bumi dan menjadi manusia yang bisa menggunakan akal dan pikiran nya dalam menjalani kehidupan nya di dunia, senantiasa beriman, taat, dan takwa kepada Allah swt dan mempersiapkan bekal amal kebaikan untuk di bawa ke akhirat kelak dimana kehidupan yang sesungguhnya akan dimulai.

Maka dari itu mulailah dari sekarang untuk bisa mempergunakan sisa umur kita hanya untuk mengabdi kepada Allah swt, dan melakukan hal-hal yang bermanfaat, mengingat kematian dan ingat akan kehidupan yang sesungguhnya yaitu kehidupan yang abadi(akhirat) kelak.
LihatTutupKomentar

Dmca