-->

JADILAH MANUSIA YANG BERMANFAAT

JADILAH MANUSIA YANG BERMANFAAT

JADILAH MANUSIA YANG BERMANFAAT
JADILAH MANUSIA YANG BERMANFAAT

Doaislami
- Manusia adalah makhluk yang Allah swt ciptakan dengan sebaik baik bentuk. Sebagai khalifah yang bertugas untuk mengurus dan menjaga bumi. Sejak awal manusia di ciptakan oleh Allah swt dengan kelebihan dari makhluk makhluk yang lainnya. Namun ternyata sebaik baiknya manusia yang padahal sejak awal sudah di diciptakan dengan sangat baik ialah manusia yang bermanfaat. Oleh karena nya jadilah manusia yang bermanfaat. 

Dalam agama islam sendiri kebahagian terbesar seorang muslim adalah saat ia dapat masuk kedalam surga. Karena orang yang mampu masuk kedalam surga termasuk orang orang yang beruntung yang dapat hidup di dalam istana megah dan hidup dalam kemewahan serta kemudahan. Yang mana surga inilah sangat di damba dambakan semua umat muslim di dunia.

Dan untuk dapat masuk kedalam surga tidak hanya bisa di capai dengan ibadah secara pribadi saja. Coba saja kita bayangkan berapa lama kita melakukan shalat ? Kita ambil saja 15 menit lalu kita kalikan 5 karena shalat sehari semalam sebanyak 5 waktu. Maka waktu untuk shalat tidak lebih dari 2 jam dalam sehari. Ditambah shalat sunah, ngaji, dll kita simpulkan saja menjadi 5 jam. 

Jadi, hanya 5 jam saja waktu yang kita gunakan untuk beribadah secara pribadi atau habluminallah di setiap harinya. Nah, sisanya 19 jam lagi bukan? Dan sisa waktu itu kita gunakan untuk beraktifitas dengan sesama seperti, kuliah, sekolah, les, atau apapun itu yang melibatkan peran orang lain. Sehingga tak salah jika faktor terbesar seseorang masuk surga adalah karena habluminannas nya.

Sebagaimana dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA yang menyatakan, Rasulullah SAW pernah bersabda kepada para sahabat, "Kalian tidak akan masuk surga sampai kalian beriman, dan kalian tidak akan beriman sampai kalian saling mencintai antar sesama. Maukah kalian, aku tunjukkan suatu perbuatan, jika kalian melakukannya maka kalian akan saling mencintai, yaitu tebarkan salam di antara kalian."

Sebagai seorang muslim yang cerdas hendaklah selalu memanfaatkan kesempatan dengan sebaik baiknya. Saat kita berinteraksi dengan orang lain pun coba berpikir jangan hanya sekedar berinteraksi biasa tetapi jadikan interaksi itu sebagai ladang pahala. Oleh karenanya jadilah manusia yang bermanfaat dalam setiap berinteraksi dengan orang lain dan jangan lupa untuk memulai percakapan dengan mengucapkan salam terlebih dahulu.

Dalam hadist lain juga di sebutkan 

خَيْرُ الناسِ أَنْفَعُهُمْ لِلناسِ

“Sebaik baik manusia yang paling bermanfaat bagi manusia ” (HR. Ahmad).

Dalam hadist tersebut dijelaskan jika sebaik baik manusia adalah yang paling bermanfaat untuk manusia lain. Secara tidak langsung itu anjuran agar manusia saling berbuat baik dan bermanfaat terhadap sesam. Sehingga jadilah manusia yang bermanfaat agar mampu menjadi manusia terbaik.

Karena sejatinya saat kita baik terhadap orang lain maka kita sedang berbuat baik terhadap diri sendiri begitupun sebaliknya. Jika kita berbuat buruk terhadap orang lain maka itu berarti kita sedang berbuat buruk terhadap diri sendiri. Karena hidup itu tabur tuai, siapa yang menabur dia yang akan menuai. Baik atau buruk yang akan di tuai pastinya akan sesuai dengan apa yang telah di tabur. Sebagaimana dalam Q.S Al Isra ayat ke 7 :

إن أحسنتم أحسنتم لأنفسكم وإن أسأتم فلها فإذا جاء وعد الآخرة ليسوءوا وجوهكم وليدخلوا المسجد كما دخلوه أول مرة وليتبروا ما علوا تتبيرا

Jika kamu melakukannya dengan baik (berarti) kamu melakukannya dengan dirimu sendiri dan jika kamu melakukan kejahatan, maka (kejahatan) itu untuk dirimu sendiri, dan mendukung datang saat melawan bagi yang melakukan kejahatan, (Kami datangkan orang-orang lain) untuk menyuramkan muka-muka kamu dan mereka masuk ke dalam mesjid, bawa musuh-musuhmu memasukinya pada kali pertama dan untuk membinasakan sehabis-habisnya apa saja yang mereka ketahui (Al-Isra Ayat 7)

Ayat Al Quran tersebut selaras dengan sebuah hadist yang menjelaskan jika memang hidup itu tabur tuai atau berartu aapun yang kita kerjakan akan kembali lagi kepada diri kita sendiri.

مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا نَفَّسَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ يَسَّرَ اللَّهُ عَلَيْهِ فِى الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللَّهُ فِى الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَاللَّهُ فِى عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِى عَوْنِ أَخِيهِ وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ وَمَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِى بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ إِلاَّ نَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِينَةُ وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ وَحَفَّتْهُمُ الْمَلاَئِكَةُ وَذَكَرَهُمُ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ وَمَنْ بَطَّأَ بِهِ عَمَلُهُ لَمْ يُسْرِعْ بِهِ نَسَبُهُ.

“Barangsiapa membebaskan seorang mukmin dari suatu kesulitan dunia, maka Allah akan membebaskannya dari suatu kesulitan pada hari kiamat. Barangsiapa memberi kemudahan kepada orang yang berada dalam kesulitan, maka Allah akan memberikan kemudahan di dunia dan akhirat. Barangsiapa menutupi aib seorang muslim, maka Allah akan menutup aibnya di dunia dan akhirat. Allah akan selalu menolong hamba-Nya selama hamba tersebut menolong saudaranya sesama muslim. Barangsiapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan jalan ke surga baginya. Tidaklah sekelompok orang berkumpul di suatu masjid (rumah Allah) untuk membaca al-Qur’an, melainkan mereka akan diliputi ketenangan, rahmat, dan dikelilingi para malaikat, serta Allah akan menyebut-nyebut mereka pada malaikat-malaikat yang berada di sisi-Nya. Barangsiapa yang ketinggalan amalnya, maka nasabnya tidak juga meninggikannya.” (Hadits Riwayat Muslim, Shahîh Muslim, juz VIII, hal. 71, hadits no. 7028, dari Abu Hurairah r.a.)

Kesimpulan nya adalah jadilah manusia yang bermanfaat untuk orang lain. Selain akan menjadikan manusia terbaik di mata Allah swt, menjadi manusia yang bermanfaat untuk orang lain juga berarti kita sedang menabur manfaat atas diri kita sendiri. 

Seperti hal nya saat kita menolong orang lain yang sedang kesusahan maka jika kelak kita sedang kesusahan akan ada pula orang yang menolong kita. Jikapun orang yang menolong kita bukan orang yang kita tolong yang jelas kita akan di tolong meski entah lewat tangan siapa. Jadilah orang yang bermanfaat untuk siapapun itu, karena sekali lagi hidup itu tabur tuai.
LihatTutupKomentar

Dmca