-->

Idul Adha 2020 dan Keutamaanya Bagi Umat Muslim

Idul Adha 2020 dan Keutamaanya Bagi Umat Muslim

Idul Adha 2020 dan Keutamaanya
Idul Adha 2020 dan Keutamaanya 

 
Doaislami - Idul adha 2020 akan dilaksanakan pada hari jumat tanggal 31 Juli 2020, tetapi ada juga yang menyebutkan jika idul adha jatuh pada hari kamis tanggal 30 Juli 2020.

 Idul adha adalah hari raya kedua bagi umat muslim setelah Idul Fitri. Hari raya idul adha sering juga disebut dengan hari raya qurban atau hari raya haji. Kenapa disebut dengan hari raya haji? Karena idul adha terjadi pada bulan Dzulhijah dan bulan Dzulhijah adalah  bulan haji. Karena inilah banyak juga orang yang menyebut hari raya idul adha dengan hari raya haji.

 Terkait tentang kenapa hari raya idul adha juga disebut dengan hari raya qurban itu karena memang idul adha artinya Id berasal dari kata ada yang artinya kembali, dan
Ad-ha merupakan jamak dari ad-hat yang berasal dari kata ud-hiyah yang artinya qurban

Jadi Idul Adha dapat diartikan kembali berqurban atau hari raya penyembelihan hewan qurban, sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW yang artinya;

Dari Abi Hurairah radhiyallahu anhu (ia berkata); Bahwasanya Nabi shallallaahu alaihi wa sallam telah bersabda; Shaum/puasa itu ialah pada hari kamu berpuasa, dan (Idul) Fitri itu ialah pada hari kamu berbuka. Dan (Idul) Adha (yakni hari raya menyembelih hewan-hewan kurban) itu ialah pada hari kamu menyembelih hewan. (Hadits Shahih. Dikeluarkan oleh Imam-imam: Tirmidzi No. 693, Abu Dawud No. 2324, Ibnu Majah No. 1660, ad-Daruquthni 2/163-164 dan al-Baihaqy 4/252 )
Oleh karenanya pada saat idul adha selalu dilaksanakan ibadah qurban. Karena memang idul adha artinya adalah hari raya penyembelihan hewan atau hari raya qurban.

 Idul adha memiliki keutamaanya tersendiri bagi umat muslim yakni bukti nyata dari konsep saling berbagi. Karena dalam islam setiap muslim hedaklah saling berbagi satu sama lain. Mereka yang mampu membantu yang kurang mampu, walaupun sekedar hanya berbagi rezeki terhadap mereka (saudara sesama muslim).

 Dan saat idul adha tiba konsep saling berbagi ini benar benar diperaktikan melalui qurban. Dimana daging qurban pasti dibagikan kepada orang orang yang kurang mampu. Sehingga idul adha adalah hari pengimplementasian dari konsep berbagi.

 Pelajaran yang bisa diambil dari hari raya idul adha adalah bahwa orang yang mampu harus selalu ingat jika dalam hartanya ada hak atau milik orang lain. Seperti harta yang dibelikan kepada hewan qurban yang kemudian dagingnya di bagikan kepada orang banyak, sehingga secara tidak langsung harta atau uang yang dibelikan pada hewan qurban tersebut adalah harta yang merupakan hak atas orang lain.
Idul adha juga mengajarkan kita untuk selalu bersyukur atas apa yang telah dimiliki. Salah satu pengungkapan rasa syukurnya ialah dengan melaksankan qurban. Ya, idul adha memang tidak bisa dipisahkan dengan qurban karena memang arti dari idul adha itu sendiri adalah hari raya berqurban.

  Pada saat hari raya idul adha juga selalu dilaksanakan shalat hari raya yang dilaksanakan setelah matahari terbit sampai sebelum datang waktu dzuhur. Namun, hendaklah dilaksanakan pada awal waktu agar memiliki waktu yang cukup lama untuk melaksanakan qurban.

Adapun adab sebelum melaksanakan shalat pada hari raya idul adha

1. Tidak makan terlebih dahulu sebelum shalat idul adha

Nah, ini berbanding terbalik dengan adab saat idul fitri yang mana ebih diutmakan untuk makan terlebih dahulu sebelum melaksanakan shalat hari raya. Anjuran untuk tidak makan terlebih dahulu sebelum shalat idul adha ini merujuk pada sebuah hadits Nabi riwayat Buraidah, "...Dan Nabi tidak makan di hari Idul Adha sehingga beliau pulang dari sholat Idul Adha, lalu beliau makan dari daging hewan kurbannya." (HR. At-Tirmidzi).

2. Mandi terlebih dahulu, memakai wewangian dan memakai pakaian yang terbagus

Ini berdasarkan pada  penutusan Al-Hasan bin Ali, "Rasulullah memerintahkan kami dalam Idul Fitri dan Idul Adha agar memakai pakaian terbagus yang kami miliki, memakai minyak wangi terbaik yang kami miliki dan berkurban pada Hari Raya Idul Adha dengan binatang kurban termahal dari apa yang kami miliki." (HR. Al-Hakim).

 Ya, memang sudah sepantasnya jika pada saat hari raya atau hari besar kita menyambutnya dengan sambutan yang terbaik. Semisal, memakai pakaian yang terbagus. Sehingga pada saat hari raya idul fitri atau idul adha mungkin sudah menjadi kebiasaan masyarakat berburu pakaian baru untuk dipakai di hari raya. Padahal maksud dari hadist tersebut adalah pakaian yang terbagus yang memang dimiliki. Lagipula pakaian yang terbagus bukan berarti pakaian baru.

3. Banyak membaca takbir

Banyak banyaklah membaca takbir,
dimulai pada malam hari raya idul adha sampai berakhirnya hari tasyrik atau sampai 3 hari setelah hari raya idul adha.

4. Berangkat ke tempat shalat idul adha melalui jalan yang berbeda ketika nanti hendak pulang

Ya, lebih jelasnya pulang dan berangkat melalu jalan yang berbeda. Ini berdasarkan  sebuah hadist "Rasulullah itu keluar dan pulang dari jalan yang berbeda di hari raya." (HR. Al-Bukhari).
LihatTutupKomentar

Dmca