Bahaya Thulul amal

Bahaya Thulul amal 

Bahaya Thulul amal
Bahaya Thulul amal

Doaislami - Thulul amal atau panjang angan angan adalah berangan atau berkhayal sesuatu yang memang tidak sesuai dengan kapasitasnya, seperti mengangan-angankan sesuatu yang memang mustahil untuk didapatkan karena memang tidak disertai dengan ikhtiar. 

Contohnya seperti berangan angan untuk bisa menjadi orang yang cerdas, memiliki harta yang melimpah ruah dan menjadi orang kaya, atau berangan memilki pekerjaan yang bagus dengan gaji yang besar. Tetapi tanpa pernah belajar agar menjadi orang yang cerdas, tidak diiringi usaha agar memiliki banyak uang dan menjadi orang kaya. Juga tidak berusaha untuk meningkatkan kualitas kerjanya agar memiliki pekerjaan yang bagus dan berpenghasilan besar.

Ya, di dunia ini memang tidak ada yang tidak mungkin. Tidak ada angan angan yang terlalu tinggi, hanya saja harus dibarengi dengan usaha. Karena angan angan sehebat apapun hanya akan menjadi angan angan belaka jika tanpa usaha nyata untuk mewujudkan nya.

Bahaya thulul amal atau panjang angan angan ini adalah sesuatu yang harus dihindari. Karena hanya akan membuat manusia sibuk dengan angan angan atau khayalannya sendiri.

Sehingga menurut Yahya bin Mu’adz Ar-Razi mengatakan, “Panjang angan-angan (Thulul Amal) itu memutuskan setiap kebaikan, tamak mencegah dari setiap kebenaran, sabar membawa kepada keberuntungan dan nafsu mengajak kepada setiap kejahatan."

Bahaya thulul amal ini juga Allah jelaskan secara langsung dalam Al Quran. Seperti dalam QS Al Hadid ayat 16

ألم يأن للذين ءامنوا أن تخشع قلوبهم لذكر ٱلله وما نزل من ٱلحق ولا يكونوا كٱلذين أوتوا ٱلكتب من قبل فطال عليهم ٱلأمد فقست قلوبهم وكثير منهم فسقون

“Belumkah datang kepada orang-orang yang beriman, untuk meminta hati mereka untuk mengingat Allah dan untuk yang telah, dan telah meminta mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diperoleh Al Kitab Pembaruan, kemudian berlalulah masa yang lalu dari mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik."

Dalam Q.S Al Hijr ayat 2-3 juga dijelaskan tentang bahaya thulul amal yang dapat melalaikan manusia, 

رُّبَمَا يَوَدُّ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ لَوْ كَانُوا۟ مُسْلِمِينَ ذَرْهُمْ يَأْكُلُوا۟ وَيَتَمَتَّعُوا۟ وَيُلْهِهِمُ ٱلْأَمَلُ ۖ فَسَوْفَ يَعْلَمُونَ

“Orang-orang yang kafir itu sering kali (nanti di akhirat) menginginkan, kiranya mereka dahulu (di dunia) menjadi orang-orang muslim. Biarkanlah mereka (di dunia ini) makan dan bersenang-senang dan dilalaikan oleh angan-angan (kosong), maka kelak mereka akan mengetahui (akibat perbuatan mereka).” (QS. Al Hijr: 2-3)

Bahaya thulul amal ini juga disinggung dalam sebuah hadist Nabi Muhammad SAW tentang Usamah berikut ini: “Tidakkah anda merasa heran kepada Usamah yang membeli dengan tempo sebulan? Sesungguhnya ia panjang angan-angan. Demi Allah, setiap aku meletakkan telapak kaki, aku menyangka bahwa aku tidak dapat mengangkatnya lagi. Dan setiap kali aku menyuap sesuap, aku menyangka bahwa aku tidak akan dapat menelan sesuap itu sampai aku tersusul oleh maut. Demi Allah yang menguasai diriku, segala apa yang Allah telah janjikan kepada mu pasti akan terjadi. Dan sekali-kali kamu tidak akan dapat melemahkan kehendak Allah.”

Adapula hadist lain yang membahas tentang bahaya thulul amal yang diriwayatkan dari Abu Darda 'ra., Ia adalah orang yang diterima di antara penduduk Hams, ia berkata: "Tidakkah kamu meminta malu membuat sesuatu yang kamu tempati, melamunkan sesuatu yang tidak akan dapat kamu gapai, dan mencari sesuatu yang tidak kamu makan. Sesungguhnya orang-orang sebelum kamu membangun bangunan yang kokoh, mengumpulkan (harta dunia) yang banyak dan berangan-angan begitu jauh. Tapi yang menjadi tempat mereka adalah kuburan, angan-angan mereka adalah tipuan belaka, dan apa yang mereka kumpulkan itu adalah sesuatu yang menghancurkan. ”

Bahaya thulul amal ini memang sangat serius, sebagimana berikut ini :

1. Bahaya thulul amal bisa membuat manusia lalai beribadah kepada Allah, karena terlalu sibuk berangan angan sampai lupa waktu dan juga lupa akan ibadah. Padahal seharusnya saat kita menginginkan sesuatu jangan sampai lupa meminta kepada sang pemilik-Nya yaitu Allah swt dengan cara berdoa. Bukan malah menjauhkan diri dari pemilik-Nya.

2. Melupakan kehidupan akhirat. Nah, bahaya thulul amal yang kedua adalah bisa sampai melupakan kehidupan akhirat, karena pikirannya sudah di penuhi dengan angan angan yang entah sampai kapan akan berakhir.

3. Meninggalkan taubat, karena saking sibuknya berangan angan dan memang merasa umur masih panjang, masih dalam keadaan sehat dan masih banyak waktu. Sehingga lupa jika maut bisa datang kapan saja. 

4. Mengeraskan hati, karena thulul amal menjauhkan diri kepada Allah swt sehingga berdampak pada mengerasnya hati.

5. Cinta yang berlebihan terhadap duniawi, karena didalam pikiran nya hanya memikirkan tentang hal hal yang berkaitan dengan duniawi, seperti harta, prestasi, jabatan, kekuasaan, dll.

Berikut beberapa bahaya thulul amal. Sebetulnya begitu banyak bahaya dari thulul amal itu, tetapi memang sengaja tidak dijelaskan secara rinci. Karena memang secara logis pun kita bisa berpikir jika thulul amal ini hanya berdampak buruk bagi manusia.

Coba bayangkan saja, apa mungkin akan ada kebaikan dari angan angan yang hanya terus terusan diangan angankan saja tanpa berusaha secara nyata untuk mewujudkan angan tersebut. Seperti ingin kaya raya, tapi tidak berusaha untuk menjadi orang yang kaya raya. Hanya sebatas berangan tanpa ikhtiar. Ya, mau sampai kapan angan angan itu akan berakhir ?

Sehingga sudah seharusnya kita menjauhi sikap thulul amal atau panjang angan angan ini. Nah, lalu bagaimana dengan bercita cita menjadi orang yang sukses? Atau bercita cita tentang deretan impian di masa depan? Bukankah cita cita juga adalah angan angan? Termasuk thulul amal kah?

Jika berangan angan untuk menjadi orang yang sukses, kaya raya, berprestasi, dll. Itu sah sah saja dan tidak termasuk thulul amal selama angan angan tersebut dibarengi dengan ikhtiar yang nyata untuk mewujudkan nya. Jadi, tidak sekedar angan angan belaka. 

Karena jika thulul amal itu lebih banyak menghabiskan waktu untuk berangan angan tanpa berusaha mewujudkannya sedangkan cita cita adalah angan angan yang dibarengi dengan usaha nyata agar dapat terwujud. 

Sehingga thulul amal dengan cita cita itu jelas berbeda. Karena cita cita itu biasanya sedikit angan tetapi banyak ikhtiar. Cita cita ini boleh boleh saja, bahkan bisa menjadi motivasi tersendiri. Bahkan, dengan adanya cita cita hidup terasa semakin bermakna dan memiliki tujuan. Namun, tetap saja jangan sampai meninggalkan kehidupan akhirat. Wallahualam

0 Response to "Bahaya Thulul amal"

Post a Comment

dmca

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel