Sejarah Pendidikan Islam Lengkap

Sejarah Pendidikan Islam Lengkap


Sejarah Pendidikan Islam Lengkap
Sejarah Pendidikan Islam Lengkap

 Membahas tentang sejarah pendidikan islam sangatlah luas. Ya bagaimana tidak, ruang lingkup dalam sejarah pendidikan islam itu sendiri meliputi beberapa generasi. Dimulai dari sejarah pendidikan islam yang bermula sejak zaman Nabi Muhammad SAW sampai saat ini yang telah berkembang di berbagai negara di dunia, seperti di Indonesia.
  
 Lebih rinci nya, ruang lingkup sejarah pendidikan islam meliputi pengertian, tujuan, situasi pendidikan pada zaman pra islam, zaman Rasulullah di Mekkah dan di Madinah, zaman Khulafaur Rasyidin, zaman Bani Umayah, zaman Bani Abbasiyah, zaman Khalifah islam di Spanyol, zaman kekhalifahan Fathimiyah, zaman Turki Usmani, dinasti Moghul, dinasti Syafawi, zaman kerajaan islam di Indonesia, zaman penjajahan Belanda, zaman penjajahan Jepang, zaman Orde Lama, zaman Orde Baru, dan zaman Era Reformasi.

Pengertian Sejarah Pendidikan Islam

a.Pengertian Sejarah

 Secara etimologi kata sejarah jika dilihat dalam bahasa Arab yaitu tarikh, sirah atau ilmu tarikh, yang berarti ketentuan masa atau waktu, sedangkan ilmu tarikh yaitu ilmu yang membahas suatu peristiwa dan sebab-sebab terjadinya peristiwa te korsebut. Dalam bahasa inggris sejarah disebut dengan history yang berarti uraian secara berurutan tentang kejadian-kejadian masa lampau (orderly descriphon of past even).

 Adapun secara terminologi sejarah adalah sejumlah keadaan atau peristiwa penting yang terjadi di masa lampau yang benar-benar terjadi. Sedangkan pengertian sejarah menurut KBBI adalah silsilah, kejadian, asal-usul dan peristiwa penting yang benar-benar terjadi di masa silam. Jadi, sejarah merupakan catatan yang berkaitan dengan sebuah peristiwa yang telah terjadi dan diabadikan dalam bentuk tersirat maupun tersurat dalam ruang lingkup yang luas.

b.Pengertian Pendidikan

 Pendidikan adalah suatu proses yang mempunyai tujuan yang biasanya diusahakan untuk menciptakan pola-pola tingkah laku tertentu pada kanak-kanak atau orang yang sedang dididik.

c.Pengertian Islam

 Secara harfiah islam berasal dari bahasa arab yakni salima, yang antara lain berarti terpelihara, terjaga, tidak celaka, dan pengabdian. Secara terminologi islam adalah agama para rasul dan nabi seluruhnya.

 Dari semenjak Nabi Adam hingga risalah Nabi Muhammad Saw, yang menjadi pemungkas risalah Allah SWT dan berpedoman pada Al Quran dan Hadist..
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sejarah pendidikan islam adalah ilmu yang membahas tentang berbagai aspek atau komponen pendidikan yang pernah terjadi dan pernah dilakukan oleh umat islam dengan berpedoman pada ajaran islam sebagaimana terdapat di dalam Al Qur’an dan Hadist.

Pendidikan Islam Periode Mekkah & Madinah

a.Periode Mekkah 

 Pada masa periode Mekkah, pembinaan pendidikan agama Islam yang dilakukan oleh Rasulullah untuk pertama kalinya adalah pendidikan tauhid. Yakni menitik beratkan pada penanaman nilai nilai tauhid ke dalam jiԝa setiap muslim. Dengan sistem pengajaran pelafalan “Hendaklah membaca dengan nama Allah semata jangan dipersekutukan dengan nama berhala ”

 Selain pendidikan tauhid, pada periode Mekkah juga ditanamkan pendidikan akliyah dan ilmiah (dengan mempelajari kejadian dari penciptaan manusia yang berasal dari segumpal darah maupun kejadian yang terjadi di alam semesta). Serta pendidikan kesehatan atau jasmani dengan mementingkan kebersihan pakaian, badan, dan tempat kediaman.

 Pada masa ini Nabi Muhammad juga mengajarkan Al Quran karena Al Quran merupakan intisari dan sumber pokok ajaran Islam. Metode yang digunakan kala itu ialah ejaan (atau untuk zaman sekarang imla), hafalan, dan terjemahan (tafsir). 
Dalam periode Mekkah juga terdapat 3 fase, yakni : Fase secara sembunyi sembunyi (selama 3 tahun), fase terang terangan, dan fase umum (mulai berdakwah di khalayak umum). Pengajaran dan pendidikan pada kala itu juga masih berskala kecil, yakni hanya kepada keluarga dan orang orang terdekat nya dengan cara yang lemah lembut.

 Intinya, pendidikan dan pengajaran yang diberikan Nabi Muhammad saw selama periode Mekkah ialah pendidikan tauhid, akhlak, dan menganjurkan kepada manusia supaya mempergunakan akal pikirannya untuk memperhatikan kejadian manusia, hewan, tumbuhan dan alam semesta sebagai anjuran atas pendidikan akliyah dan ilmiyah, serta pendidikan akan kesehatan (jasmani) yang terjadi dalam 3 fase.

b.Periode Madinah

 Pada periode ini pendidikan dan pengajaran yang di lakukan oleh Nabi Muhammad saԝ lebih di tekankan pada masalah keagamaan dan syariat. Poin utamanya sebetulnya hampir sama dengan pendidikan pada periode Mekkah, hanya saja pada periode madinah lebih diperluas lagi. Seperti sebagai berikut : 

1)Pendidikan Keagamaan

a.Keimanan

 Pada periode Madinah Rasulullah tak lantas mengesampingkan tentang pendidikan tentang keimanan. Bahkan pendidikan tentang keimanan semakin diperkuat dan dipertebal dengan keterangan keterangan yang di bacakan oleh Nabi dari ayat ayat Al Quran, ditambah dari sabda beliau sendiri. Pada periode ini ditetapkanlah keimanan itu terdiri atas 6 perkara, yang dikenal dengan rukun iman.

b.Peribadatan seperti shalat, puasa, zakat dan haji

2)Pendidikan Akhlak

 Pendidikan akhlak juga diperkuat (agar lebih tertanam) dan diperinci dalam periode Madinah. Seperti adab masuk rumah orang, adab bercakap cakap,adab bertetangga, adab bergaul dalam masyarakat sehingga sempurnalah soal pendidikan akhlak seluruhnya.

3)Pendidikan Kesehatan (jasmani)

 Pada periode ini pendidikan kesehatan bukan lagi hanya tentang kebersihan semata, melainkan dijelaskan antara kesehatan dan peribadatan yang masing masing saling memiliki keterkaitan. Seperti wudhu, shalat, puasa, naik haji (secara amaliah;praktik).

4)Syariat yang Berhubungan dengan Masyarakat
  • Hal yang berhubungan dengan rumah tangga. Seperti perkawinan dan warisan.
  • Hal yang berhubungan dengan pergaulan sesama manusia, seperti hukum perdata.
  • Hal yang berhubungan dengan hukum perdata itu sendiri, seperti qisas, ta’zir, dll.
  • Hal yang berhubungan dengan ekonomi dan pemerintahan.
 Pada periode ini Rasulullah juga mengajarkan tentang politik dan perdagangan secara global. Sehingga pada masa ini islam mulai lebih berkembang pesat baik dalam perdagangan, tatanan pemerintahan, maupun perluasan wilayah kekuasaan.

Sejarah Pendidikan Islam Lengkap

Latar Belakang Pembaharuan Pendidikan Islam

 Pembaharuan identik dengan kata modern, modernisasi, dan modernisme, seperti yang terdapat dalam aliran aliran modern dalam islam. Dengan demikian, jika di kaitkan dengan pembaharuan pendidikan islam berarti suatu upaya melakukan proses perumusan kurikulum, cara, metodologi, dan situasi dari yang tradisional (ortodox) ke arah yang lebih rasional, dan profesional sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat itu.

 Pendidikan islam itu sendiri sebetulnya sudah tumbuh dan berkembang sejalan dengan adanya dakwah islam yang telah dilakukan oleh Nabi Muhammad. Berkaitan dengan itu pula, pendidikan islam memiliki corak dan karakteristik yang berbeda sejalan dengan upaya pembaharuan yang dilakukan secara terus menerus pasca generasi Nabi. Sehingga dalam perjalanan selanjutnya pendidikan islam terus mengalami perubahan, baik dari segi kurikulum maupun dari segi lembaga pendidikan islam sendiri.

 Latar belakang dari pembaharuan pendidikan islam ialah karena terpuruknya nilai nilai pendidikan islam. Ini sesungguhnya di latar belakangi oleh kondisi internal islam yang tidak lagi menganggap ilmu pengetahuan umum sebagai satu kesatuan ilmu yang harus di perhatikan. Sehingga pada proses selanjutnya ilmu pengetahuan umum lebih banyak diadopsi bahkan dimanfaatkan oleh Barat yang pada waktu itu tidak pernah mengenal tentang ilmu pengetahuan. Kecanggihan nya dalam memanfaatkan ilmu pengetahuan membuat Barat melaju pesat dalam segala hal dan berbalik melawan islam serta mengambil daerah daerah kekuasaannya.

 Secara garis besar, faktor pendorong  proses pembaharuan pendidikan islam adalah faktor internal yaitu, faktor kebutuhan pragmatis umat islam. Dan faktor eksternal, yaitu adanya kontak islam dengan barat.

Masa Kejayaan dan Kemunduran Pendidikan Islam

a.Masa dinasti Umayyah

 Dinasti Umayyah atau bani Umayyah merupakan kerajaan Islam yang didirikan oleh Muawiyah bin Abi Sufyan pada tahun 41 H/661M. Pada masa ini hampir semua segi kehidupan berkembang secara pesat, termasuk di dalamnya segi ilmu pengetahuan atau pendidikan. Ini tidak terlepas dari peran Muawiyyah selaku khalifah pertamanya bani Umayyah. Dimana  Muawiyyah bin Abu Syufyan terkenal akan kepedulian nya terhadap pendidikan, khususnya pendidikan anak.

 Pola pendidikan yang berkembang pada masa itu terbagi menjadi tiga tingkatan yaitu tingkatan pertama, tingkatan menengah, dan tingkatan atas. Adapun tempat belajar nya juga terbagi menjadi tiga, yaitu Kuttab, Masjid dan Majelis Sastra sesuai tingkatannya masing masing. Pengajaran pada tingkat pertama dan menengah dilakukan dengan cara satu persatu atau perseorangan. Sedangkan untuk tingkat yang sudah tinggi pembelajaran dilakukan dengan sistem halaqah.

 Diantara ilmu pengetahuan yang berkembang pada masa ini adalah ilmu agama (Al Quran, hadist, fiqih), Ilmu sejarah dan geografis, ilmu pengetahuan bidang bahasa, bidang filsafat, seni sastra arab, dan seni kaligrafi serta seni arsitektur.

 Namun, kekuasaan Bani Umayyah berubah pada masa kepemimpinan khalifah Walid ibn Yazid yang menyebabkan kehancuran beserta semua segi kehidupan nya termasuk bidang pendidikan nya.

b.Masa dinasti Abbassiyah

 Dinasti Abbasyiah adalah kelanjutan dari dinasti Umayyah, dimana pendiri dari khilafah ini adalah Abu Abbas As Syafah. Kekuasaanya berlangsung dalam rentang waktu yang panjang, yakni dari tahun 132-656H/750-1258M.

 Pada masa ini pendidikan islam berkembang pesat, sehingga tak heran sejarah mencatat pada masa Dinasti Abbasyiah disebut dengan sebutan “The Golden Age” atau masa keemasan. Masa ini lebih tepatnya terjadi pada masa kepemimpinan Harun ar Rasyid dan puteranya Al Ma’mun.

 Pada masa khalifah Harun ar Rasyid didirikan lah rumah sakit, lembaga pendidikan dokter dan farmasi, sehingga pada saat itu sudah terdapat kurang lebih 800 orang dokter. Kesejahteraan, sosial, kesehatan, pendidikan, ilmu pengetahuan, kebudayaan, dan kesusastraan benar benar pantas dikatakan berada pada zaman keemasan nya.

 Pada masa inilah negara islam menempatkan dirinya sebagai negara terkuat dan tak tertandingi.

 Al Ma’mun, sebagai pengganti Harun ar Rasyid juga di kenal sebagai khalifah yang sangat cinta ilmu. Pada masa pemerintahannya penerjemahan buku buku asing di galakan. Untuk menerjemahkan buku buku Yunani ia menggaji penerjemah penerjemah ahli meski dari golongan non islam.

 Ia juga mendirikan sekolah, salah satu karya besarnya yang terpenting adalah pembangunan Bait al Hikmah, pusat penerjemahan yang berfungsi sebagai perguruan tinggi dengan perpustakaan besar. Sehingga tak aneh, dari sinilah banyak melahirkan cendekiawan besar umat Islam yang kemudian melahirkan berbagai inovasi baru di berbagai disiplin ilmu pengetahuan.

 Ini berlangsung cukup lama, sampai diangkatnya penguasa baru bani Abbasyiah Al Mutawakil yang bermadzhab sunni melakukan pencabutan izin Mu’tazilah dari aliran resmi negara. Kondisi itu semakin berlanjut sampai sampai ummat merasa antipati terhadap golongan Mu’tazilah, yakni aliran yang gencar menyebarkan faham rasionalis.

 Sejak saat itulah masyarakat tidak mau lagi mendalami ilmu ilmu sains dan filsafat. Pemikiran logis dan ilmiah tidak lagi menjadi budaya berfikir masyarakat muslim. Sampai akhirnya pola berfikir rasional berubah menjadi cara berfikir tradisional yang banyak dipengaruhi oleh ajaran spiritualis, tahayyul, dan kujumudan. Kondisi tersebut semakin memburuk seiring dengan dengan runtuhnya kota Bagdad akibat serangan tentara Mongol pada tahun 1258M.

c.Masa dinasti Andalusia

 Andalusia adalah sebuah komunitas otonomi Spanyol yang terletak di semenanjung Liberia bagian selatan. Selama berkuasa di Spanyol, islam berhasil tumbuh dan berkembang hingga mencapai puncak di berbagai bidang, terutama pada bidang ilmu pengetahuan dan pertahanan. Pada masa ini islam berhasil kembali mengembangkan berbagai lembaga pendidikan di penjuru kota, sehingga memperoleh para ilmuan terkenal yang memberi dukungan besar terhadap perkembangan ilmu pengetahuan.

 Peradaban islam di Andalusia mencapai puncak kejayaan pada masa pemerintahan Abdul al Rahman III yang kemudian dilanjutkan oleh puteranya yaitu Al Hakam “Sang penguasa pencinta ilmu pengetahuan yang juga sebagai kolektor buku” sampai sampai kota Cordova menjadi pusat peradaban islam di dunia kala itu.

 Minat terhadap pendidikan dan ilmu pengetahuan mulai berkembang pada abad IX M. pada masa ini didirikan lah lembaga pendidikan seperti madrasah madrasah yang sampai menyebar ke seluruh kekuasaan islam. Kemudian dilanjutkan dengan pendirian Universitas Cordova juga perpustakaan besar besaran sebagai pusat ilmu pengetahuan maupun kajian ilmiah. 

 Untuk mengembangkan ilmu pengetahuan akal, mereka melakukan penerjemahan karya karya Yunani kuno dan Persia ke dalam bahasa Arab, terutama karya karya Aristoteles dan Plato. Sedangkan untuk ilmu naql, mereka menggunakan filosofis dalam memahami ayat ayat yang masih global. Namun kejayaan pada masa ini tidak bertahan lagi setelah wafatnya Hakam II.

Sejarah Pendidikan Islam Lengkap


Kontribusi Tokoh Tokoh Pendidikan Islam dalam Ilmu Pengetahuan/Sains

 Tokoh tokoh pendidikan islam memiliki kontribusi yang sangat besar dalam dunia sains. Selain mereka seorang ulama, mereka juga menjadi penemu-penemu yang akhirnya dapat dikembangkan oleh ilmuwan lainnya. Beberapa tokoh pendidikan islam dalam dunia sains sebagai berikut  :

a.Ismail Al Jazari atau dikenal dengan the father of robotics

 Dimana pada tahun 1100an, sebuah jam yang sangat tidak biasa dan unik dibuat oleh Al-Jazari, seorang insinyur dan matematikawan asal Turki. Ini adalah sebuah jam besar yang tampilan luarnya berbentuk gajah yang menopang berbagai ornamen yang disebut-sebut sebagai perpaduan berbagai budaya. Penemuan jam gajah ini di gadang-gadang sebagai karya robotik pertama di dunia.

b.Ibnu al-Haytham

 Ia adalah seorang yang punya kontribusi besar di dunia optik, astronomi, serta matematika. Ia bahkan disebut sebagai bapak optik. Tak hanya itu, di dunia barat dia juga dikenal luas hingga memiliki nama barat bernama Alhazen. Kontribusi besarnya adalah eksperimen serta studinya soal cahaya. Ia berteori soal cahaya bergerak dalam garis lurus dan dibedakan oleh objek yang ter-refleksikan oleh sinar tersebut.

 Ia juga lah yang memperbaiki konsep 'camera obscura' atau lubang jarum yang awalnya ditemukan Tiongkok, di mana cahaya bergerak pada garis lurus dan membentuk gambar yang terbalik pada retina.

c.Al-Idrisi 

 Ia adalah seorang geografer dan kartografer yang lahir di Ceuta, Afrika Utara. Selama hidup ia tinggal di Palermo, Sisilia, Italia, dan menorehkan prestasi di sana. Di sekitar abad ke 12 ia memproduksi sebuah peta dunia dengan deskripsi yang paling lengkap dan rumit. Peta tersebut dianggap sebagai yang paling hebat di abad pertengahan.

 Jadilah peta Al-Idrisi, itulah yang peta yang digunakan secara luas oleh para pelancong selama beberapa abad ke depan. Bagaimana tidak, deskripsi rinci tentang Afrika dan Timur jauh pun lengkap di sana. Terlebih lagi penjelasan lengkap tentang wilayah utara Kristen dan wilayah Islam juga dijelaskan dengan baik.

d.Al-Zahrawi 

 Ia adalag seorang fisikawan dan ahli bedah dari Andalusia. Ia merupakan ahli bedah terbaik di abad pertengahan, dan disebut sebagai bapak ahli bedah. Ia menulis Kitab al-Tasrif yang membahas tentang praktik medis.Ia pun berkontribusi besar dalam dunia bedah di aspek prosedur dan instrumen. Prestasinya pun diadaptasi oleh budaya barat maupun timur dalam periode modern. Berbagai penemuannya bahkan masih digunakan hingga sekarang. Berbagai penemuan tersebut antara lain jarum suntik, forcep atau alat berbentuk tang yang digunakan untuk operasi, kait dan jarum bedah, serta pisau bedah tulang belakang dan pisau bedah lithotomy.

e.Ibnu Sina atau dikenal di dunia barat dengan nama Avicenna

 Ia mungkin adalah nama ilmuwan terbesar dalam dunia Islam. Dia adalah seorang polimatik di mana ia menguasai ilmu fisika, astronomi, filsafat, dan beberapa lainnya. Ia sendiri paling terkenal dalam dunia medis, dan dinobatkan sebagai bapak medis modern

f.Al Khawarizmi 

 Ia adalah salah seorang ilmuwan Timur Tengah yang sangat populer. Beliau terkenal berkat karyanya hisab Al-Jabr wal Muqbala, yaitu sebuah karya di bidang Matematika yang memaparkan cara termudah dan paling bermanfaat dari bentuk Aritmatika.

g.Al Farabi

 Ia dikenal sebagai seorang filsuf, beliau juga dikenal sebagai musikus yang handal. Ayahnya adalah orang Iran yang menjadi panglima perang Turki sedangkan ibunya berasal dari Turki. Dikenal dengan nama Avennaser atau Alfarabius dalam dunia barat, ia tersohor dalam pengetahuan ilmu mantik (logika).

Dinamika Negara Islam yang Tertinggal Serta Upaya Penyelesaiannya

a.Penyebab Negara Negara Islam Tertinggal

 Mungkin kita tahu tentang betapa menakjubkan nya peradaban islam di masa lampau. Namun sayangnya itu bagaikan hanya cerita belaka. Karena di masa sekarang hampir semua negara islam tertinggal dari negara barat (non islam) baik dari segi pendidikan, ekonomi, produksi, maupun kualitas sumber daya manusianya. 
Dinamika ini menyita perhatian Amir Syakib Arsalan selaku penulis, maupun sejarawan muslim yang berpengaruh pada masanya. Ia mengkritiki dinamika negara negara islam yang tertinggal dari negara barat dengan menyebutkan “Limadza Ta’akhara al-Muslimun wa Limadza Taqaddama Ghairuhum? (Mengapa Umat Islam Terbelakang dan Mengapa Umat Lain Maju?)”.

 Alasan kemunduran dunia Islam menurut Arsalan adalah karena sifat intrinsik umat Muslim “penyakit mental” yakni tasya’um (pesimisme), al-istikhdza’ (diri rendah) dan inqitha’ al-amal (cepat hilang asa). Namun menurut pendapat lain apakah milyaran manusia muslim memiliki sifat intrinsik yang sama? Seperti yang dibahas oleh Robinson, jika kemajuan atau kemunduran suatu bangsa tidak terkait dengan lokasi geografis atau sifat dari bangsa itu sendiri.
Sehingga dalam pandangan lain, penyebab kemunduran dunia islam adalah karena absolutisme (penjajahan) tanpa akhir.

 Karena sebagian besar bangsa bangsa islam adalah prodak penjajahan bangsa barat. Sehingga bagi bangsa bangsa islam pra
kemerdekaan mereka hanya mengerti kehidupan di bawah kekuasaan absolut penjajah selama ratusan tahun lamanya.
Negara negara maju saat ini telah meningkatkan revolusi mereka dalam 300 tahun terakhir. Namun bagi negara negara islam hal ini mungkin masih dalam proses atau bahkan tidak pernah terjadi. Jadi bukan Umat Islam yang tertinggal, tetapi gatra dunia ketiga lah yang tertinggal. Dan sayangnya, banyak dari negara negara islam yang masuk pada kategori dunia ketiga. 

b.Upaya yang Harus Dilakukan

 Upaya atau kunci kemajuan Islam menurut Arsalan adalah jihad. Jihad di sini bukan berarti jihad dalam peperangan, melainkan jihad intelektual dengan kerja keras untuk meraih kemajuan di bidang pengetahuan. Karena dengan sumber daya manusia yang memiliki intelektual yang tinggi kemajuan dalam bidang apapun itu akan lebih mudah tercapai. Namun sayang nya intelek muslim begitu merosot dari zaman ke zaman.

 Sampai data Nobel menunjukan dari 105 tahun sejarah hadiah Nobel, sebanyak 180 hadiah Nobel telah dimenangkan oleh orang orang non muslim. Sementara dari 1,4 miliyar umat islam kala itu, baru ada 3 orang yang mampu memenangkan hadiah tersebut.
Upaya yang dapat dilakukan lainnya seperti 
1) Mendalami Al Quran, karena bagaimana pun Al Quran adalah sumber dai segala pengetahuan. Seharusnya negara negara islam lah yang menjadi negara maju karena memiliki intisari dari seluruh ilmu yang ada di dunia ini yaitu Al Quran. Namun sekali lagi, begitu di sayangkan jika kebanyakan umat islam zaman sekarang tidak terlalu dekat dengan Al Quran apalagi memahami dan mengkajinya.

2)Lebih mengefektifkan perbankan syariah
.
3)Memperbaiki pengelolaan zakat, karena bukan tidak mungkin dengan pengelolaan yang tepat zakat bisa menjadi memerataan bagi umat islam. Dilihat umat islam di dunia begitu banyak jumlah nya. Seharusnya dengan penggalangan dana dari zakat saja sudah bisa memperbaiki tatanan ekonomi umat islam. 

Manfaat Mempelajari Sejarah Pendidikan Islam

 Adapun manfaat atau kegunaan dalam mempelajari sejarah pendidikan meliputi dua hal yaitu bersifat umum dan akademis. Sejarah pendidikan islam memiliki kegunaan tersendiri diantaranya sebagai faktor keteladanan, cermin, pembanding, dan perbaikan diri. Dalam Al-Qur’an sebagai sumber ajaran islam banyak mengandung nilai-nilai kesejarahan sebagai suatu keteladanan.

Sebagai cerminan sejarah, kita perlu bercermin atau mengambil pelajaran dari kejadian-kejadian masa lampau sehingga sejarah yang dihasilkan dapat diambil manfaatnya khususnya bagi perkembangan pendidikan islam.

 Sebagai pembanding, suatu peristiwa yang berlangsung dari masa ke masa, dari waktu ke waktu tentu memiliki persamaan. Oleh karenanya, hasil yang diperoleh dari proses pembanding antara masa lampau, sekarang, dan yang akan datang diharapkan mampu memberi andil bagi perkembangan pendidikan islam karena pada hakikatnya sejarah itu menjadi cerminan pembanding bagi masa yang baru.

 Sebagai perbaikan, yaitu setelah menafsirkan pengalaman masa lampau dalam berbagai kegiatan kita berusaha memperbaiki keadaan yang sebelumnya kurang konstruktif hingga menjadi lebih konstruktif.

 Adapun manfaat sejarah pendidikan islam yang bersifat akademis yaitu:
Mengetahui dan memahami tumbuh kembangnya pendidikan islam, sejak zaman lahirnya islam sampai masa sekarang; Mengambil manfaat dari berbagai proses pendidikan islam, dapat memecahkan masalah pendidikan islam yang terjadi pada masa kini; serta Memiliki sikap positif terhadap segala perubahan dan pembaharuan sistem pendidikan islam.

0 Response to "Sejarah Pendidikan Islam Lengkap"

Post a Comment

dmca

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel