-->

Pilihlah Teman Mu

Pilihlah Teman Mu 


Pilihlah Teman Mu
Pilihlah Teman Mu 

Doaislami - Setiap manusia itu berbeda beda, baik dalam segi kesukaan makanan, minuman, fashion, maupun dalam hal memilih teman. Sering kali kita mendengar "jangan membeda-bedakan teman" atau "pilihlah teman yang baik karena siapa kamu adalah tentang siapa teman mu". Sehingga sering kali kedua kontradiktif tersebut membuat kita berfikir tentang bagaimana seharusnya kita memilih teman? Berteman dengan semua orang (baik ataupun buruk) dengan alasan tidak boleh membeda-bedakan teman atau kita juga harus pilih pilih teman karena teman merupakan pengaruh terbesar dalam memperbaiki atau memperburuk agama kita?

Nah, dalam pembahasan kali ini saya ingin membahas "Pilihlah Teman Mu!" 

Bagaimana Seharusnya Kita Berteman

Jika kita lihat pepatah yang mengatakan "Jangan membeda-bedakan teman" hanyalah berasal dari manusia, walaupun memang membeda-bedakan teman atau siapapun itu jelas tidak boleh karena islam bukanlah agama yang menilai orang lain dengan sistem kasta. Dan pepatah "Pilihlah teman yang baik karena siapa kamu adalah tentang siapa teman mu" itu merupakan sebuah hadist, dimana Nabi Muhammad saw bersabda :

 الْمَرْءُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ

“Seseorang akan mencocoki kebiasaan teman karibnya. Oleh karenanya, perhatikanlah siapa yang akan menjadi teman karib kalian”. (HR. Abu Daud no. 4833, Tirmidzi no. 2378, Ahmad 2/344, dari Abu Hurairah. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan. Lihat Shohihul Jaami’ 3545).

Para ahli hikmah juga menuturkan,

يُظَنُّ بِالمرْءِ مَا يُظَنُّ بِقَرِيْنِهِ

“Seseorang itu bisa dinilai dari orang yang jadi teman dekatnya."

Dan sudah seharusnya jika kita tidak asal asalan dalam mengambil pegangan. Hendaklah kita lebih mengikuti apa yang memang sepantasnya diikuti. Dalam Al Quran pun sebetulnya pembahasan tentang Pilihlah Teman Mu sudahlah tercantum sejak 14 abad yang lalu. Seperti dalam Q.S Al Furqan : 27-29

وَيَوْمَ يَعَضُّ الظَّالِمُ عَلَى يَدَيْهِ يَقُولُ يَا لَيْتَنِي اتَّخَذْتُ مَعَ الرَّسُولِ سَبِيلاً يَا وَيْلَتَى لَيْتَنِي لَمْ أَتَّخِذْ فُلَاناً خَلِيلاً لَقَدْ أَضَلَّنِي عَنِ الذِّكْرِ بَعْدَ إِذْ جَاءنِي وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِلْإِنسَانِ خَذُولاً

“ Dan ingatlah ketika orang-orang zalim menggigit kedua tanganya seraya berkata : “Aduhai kiranya aku dulu mengambil jalan bersama Rasul. Kecelakaan besar bagiku. Kiranya dulu aku tidak mengambil fulan sebagai teman akrabku. Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al Qur’an sesudah Al Qur’an itu datang kepadaku. Dan setan itu tidak mau menolong manusia”

Juga ada sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Abu Musa Al-Asy’ariy radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالسَّوْءِ كَحَامِلِ الْمِسْكِ وَنَافِخِ الْكِيرِ ، فَحَامِلُ الْمِسْكِ إِمَّا أَنْ يُحْذِيَكَ ، وَإِمَّا أَنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيحًا طَيِّبَةً ، وَنَافِخُ الْكِيرِ إِمَّا أَنْ يُحْرِقَ ثِيَابَكَ ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ رِيحًا خَبِيثَة

“Permisalan teman duduk yang shalih dan buruk adalah seperti penjual minyak wangi dan tukang pandai besi. Adapun penjual minyak wangi, bisa jadi ia akan memberimu minyak wangi, atau kamu akan membeli darinya atau kamu akan mendapat bau harum darinya. Adapun tukang pandai besi, bisa jadi ia akan membuat pakaianmu terbakar, atau kamu akan mendapat bau yang tidak sedap darinya.” (HR. Bukhari No. 2101, Muslim No. 2628)

 Dari ayat Al Quran dan hadist di atas sudah jelaslah jika Allah dan Rasulnya pun memerintahkan agar memilah dan memilih seseorang yang akan di jadikan sebagai teman atau mungkin terkesan seperti perintah pilihlah teman mu! Namun pemilihan teman ini juga tidak berarti harus membeda-bedakan teman yang satu dengan yang lain. Karena dalam islam tidak ada sistem rasisme, semuanya sama di mata Allah. Bahkan Allah pun berfirman

يَنْهَىٰكُمُ ٱللَّهُ عَنِ ٱلَّذِينَ لَمْ يُقَٰتِلُوكُمْ فِى ٱلدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُم مِّن دِيَٰرِكُمْ أَن تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوٓا۟ إِلَيْهِمْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلْمُقْسِطِينَ 

Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.( Q.S Al Mumtahanah : 8 )

Juga dalam sebuah hadist, sebagaimana rasulullah saw bersabda :

اتَّقِ اللهَ حَيْثُمَا كُنْتَ وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ

“Bertakwalah kepada Allah di mana saja engkau berada. Susullah kejelekan dengan kebaikan, niscaya kebaikan itu akan menghapuskan kejelekan tersebut, dan bergaullah dengan manusia dengan akhlak yang baik.” (HR. Ahmad 5/135, 158, 177, At-Tirmidzi no. 1987, dan selain keduanya. Dihasankan Al-Imam Al-Albani t dalam Shahihul Jami’ no. 97 dan di kitab lainnya)

Pentingnya Memilih Teman Yang Baik Tanpa Membeda-bedakan 

Sehingga pilihlah teman mu adalah keharusan, karena dalam islam kita tidak hanya hidup di dunia saja melainkan juga di akhirat kelak. Dan teman itu sendiri dapat mempengaruhi baik atau buruknya agama seseorang yang nantinya pasti akan bersangkut paut dengan kehidupan akhirat nya.

Seumpamanya kita berteman dengan orang baik maka niscaya kehidupan akhirat kita juga akan baik, akan tetapi jika kita berteman dengan dengan orang yang buruk (akhlaknya) maka niscaya akan buruk pula lah kehidupan akhirat kita. Karena memang pengaruh lingkungan sangatlah kuat, terlebih pengaruh dari seorang teman.

Jadi intinya pilihlah teman mu yang baik baik, tetapi jangan sampai membeda-bedakan teman yang satu dengan yang lain. Kita boleh memilih teman mana yang akan kita jadikan teman pergaulan, namun dalam ruang lingkup yang lebih luas semua teman yang kita miliki yang baik ataupun buruk akhlaknya sama sama merupakan teman yang harus kita hargai.

Sehingga memang sepantasnya kita jangan sampai membeda-bedakan antara teman pergaulan dengan teman biasa (orang yang sebatas kita kenal) karena siapapun mereka  terlepas dari baik atau buruknya akhlak mereka semuanya pantas kita hormati. Sesuai dengan firman Allah dan hadist Nabi saw yang memang mengharuskan kita untuk berlaku adil dan berbudi pekerti baik terhadap siapapun itu. 

Meski mungkin setiap orang memiliki kecenderung yang berbeda dalam merasakan kenyamanan terhadap seseorang. Sehingga tak jarang banyak kasus di era modern seperti ini terjadi gunduk-gundukan dalam pertemanan. Ya, itu memang alamiah. Karena setiap orang memiliki kriteria teman nya masing masing. 
Jangan sampai karena berdalih tidak ingin membeda-bedakan teman sampai memaksakan berteman dengan orang yang kita sendiri tahu tidak nyaman saat bersamanya, karen itu hanya akan memperburuk psikologi diri kita sendiri.

 Pilihlah teman yang saat bersamanya terasa nyaman, sefrekuensi dengan kita dan memang bersamanya kita bisa menjadi diri kita sediri. Namun juga jangan sampai karena kita merasa nyaman saat berteman dengan sekelompok orang tertentu lantas tidak memperdulikan teman yang lain, atau terkesan membeda-bedakan antar teman. 

Cobalah untuk berlaku adil dan berbudi pekerti yang baik kepada semua teman sebagaimana perintah Allah dan Rasulnya. Jangan membeda-bedakan antara keduanya dalam segala hal, cukup bedakan dalam keakraban nya saja seperti halnya tentang cerita pribadi kita. Karena memang tidak semua orang dapat dijadikan tempat untuk bercerita dan bisa menjadi teman yang baik bahkan terkadang teman dekat pun tidak bisa menjamin kedua hal itu.

 Oleh karenanya sangat penting bagi kita untuk memilih teman sesuai dengan anjuran Nabi saw. Nah, mulai dari sekarang coba pilihlah teman mu! Cari mereka yang dapat menerima lebih dan kurang mu dan yang terpenting carilah teman yang benar benar bisa menjadi teman dalam kehidupan dunia dan akhiratmu kelak dengan tetap berlaku adil dan berbudi pekerti yang baik terhadap semua orang.
LihatTutupKomentar

Dmca