-->

MENGAPA KITA HARUS BERHUSNUDZON TERHADAP KETETAPAN ALLAH?

MENGAPA KITA HARUS BERHUSNUDZON TERHADAP KETETAPAN ALLAH?

MENGAPA KITA HARUS BERHUSNUDZON TERHADAP KETETAPAN ALLAH?
MENGAPA KITA HARUS BERHUSNUDZON TERHADAP KETETAPAN ALLAH?

Doaislami - Husnudzon ialah berprasangka baik. Pernah kah kalian merasa disaat apa-apa yang terjadi terhadap kita maka kita akan berfikir positif dan memikirkan hal-hal baik? Jika iya itu adalah salah satu sifat berbaik sangka(husnudzon).

Adapun lawan kata dari husnudzon adalah su'udzon ialah berprasangka buruk. Saat diri kita merasa tidak enak hati atau merasa akan ada sesuatu hal buruk yang akan terjadi maka tanpa kita sadari itu adalah su'udzon (berprasangka buruk).

Tidak dapat di pungkiri manusia tidaklah selalu berfikir positif kadang kala kecemasan menghampiri maka timbul lah pikiran negatif atau berburuk sangka. Seperti misalnya saat kita mempunyai janji akan bertemu dengan teman kita tapi ternyata teman yang kita tunggu untuk bertemu tidak kunjung datang, disana pasti kita akan berfikir bahwa teman kita telah berkhianat karena tidak menepati janjinya.

 Nah, disanalah sangkaan buruk mulai hadir itu di sebut su'udzon. Padahal bisa saja teman yang kita tunggu terjebak macet di jalan mengakibatkan ia telat datang atau mungkin ada sesuatu hal sangat penting yang tidak bisa di tinggalkan sampai pada akhirnya gagal menemui kita. Maka kita sebagai insan yang berakal cobalah untuk berfikir jernih ketika hal semacam itu terjadi cobalah kita ber husnudzon. Tidak ada baiknya kita berprasangka buruk karena hal itu sangat dilarang dalam islam.

Seperti terdapat dalam Qs.Al Hujurat ayat 12

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اجْتَنِبُوْا كَثِيْرًا مِّنَ الظَّنِّۖ اِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ اِثْمٌ وَّلَا تَجَسَّسُوْا وَلَا يَغْتَبْ بَّعْضُكُمْ بَعْضًاۗ اَيُحِبُّ اَحَدُكُمْ اَنْ يَّأْكُلَ لَحْمَ اَخِيْهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوْهُۗ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ تَوَّابٌ رَّحِيْمٌ

Artinya:

"Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat, Maha Penyayang."

Sebagai ummat muslim yang memiliki ketentuan-ketentuan syariat tertentu maka kita harus bisa menahan diri dari hal-hal yang sudah seharusnya kita hindari. Seperti ayat di atas menegaskan bahwasannya ber prasangka itu dilarang apalagi berprasangka buruk karena hal itu sebagian dari dosa yang terkadang kita tak pernah menyadari nya. Juga kita di tegaskan untuk tidak mencari-cari kesalahan orang lain.

Alangkah baiknya kita renungi kesalahan-kesalahan apa saja yang telah kita lakukan dan perbaiki maka itu akan jauh lebih baik dan terhindar dari dosa. Dan di perintah kan nya kita bertakwa kepada Allah SWT. Yang dalam setiap detik denyut nadi kita rahmat-Nya begitu besar tiada henti.

Terkadang kita sebagai manusia yang tak luput dari prasangka baik ataupun buruk. Kadang merasa hidup ini seperti tak berpihak pada kita. Tapi ingat meski semesta tak berpihak hidup tak berhenti. Itu artinya bagaimana pun keadaan kita di dunia ini susah maupun senang tetap kehidupan ini harus kita jalani selama Allah belum menyudahi peran kita di dunia.

Karena susah,senang,tawa dan tangis beriringan tidak ada yang abadi di dunia ini. Hari ini kita bisa tertawa entah besok ,lusa, dan hari selanjutnya apa kita masih bisa rasakan sebuah kebahagian itu? Jika hidup hanya kebahagiaan yang dirasa maka tak akan indah. Karena pelangi terlihat indah dengan warna warninya bayangkan saja jika pelangi hanya terdapat satu warna akan terlihat biasa saja bukan? Begitu pun hidup akan terasa monoton jika yang di rasa hanya bahagia.

Anjuran Untuk Selalu Berkhusnudzon

Maka kita di anjurkan berkhusnudzon atas ketetapan Allah jangan sekali-kali beranggapan bahwa takdir yang Allah beri tidak lah sesuai dengan kita. Sesungguhnya ketetapan yang Allah beri adalah ketetapan yang paling sempurna untuk kita. Dengan berkhusnudzon kepada Allah maka kita akan senantiasa menerima ketetapan yang telah Allah beri dengan hati yang ikhlas.

Mengapa kita harus berkhusnudzon atas ketetapan Allah?

Karena ternyata Prasangka baik pada Allah merupakan salah satu ibadah.

“Sesungguhnya berprasangka baik pada Allah adalah termasuk sebaik-baiknya ibadah” (HR. Abu Daud)

Jika seseorang itu seorang yang ahli ibadah sholat tidak pernah ketinggalan, puasa, bersedekah, dan ibadah lainnya yang telah ia lakukan lantas ketika satu saat ia tertimpa sebuah kesusahan dan mengatakan seolah Allah tak adil terhadap dirinya tidak berhusnudzon  kepada Allah maka semua itu akan sia-sia saja.

Allah maha pengasih lagi maha penyayang rahmat-Nya tak pernah berhenti masihkah kita lancang mengatakan hidup ini tak adil?

Sungguh sangat merugi orang yang tak mampu berkhusnudzon kepada Allah dan ketetapan-Nya.

Kenapa kita harus berkhusnudzon terhadap ketetapan Allah?

Karena Apa yang kita anggap baik, ternyata belum tentu baik untuk kita, Allah yang lebih tahu atas segalanya tentang kita. Apa yang terbaik untuk kita dan apa yang pantas untuk kita. Yang Allah anggap baik maka itu sempurna untuk kita.

“Boleh jadi, kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah yang paling mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah:216)

Dari mulai sekarang kita belajar untuk selalu berprasangka baik terhadap ketetapan Allah. Karena memang sesuatu yang terjadu di dunia ini bukan sebuah kebetulan semua nya sudah tertulis jauh sebelum kita lahir di dunia. Sebagai insan penduduk bumi kita hanya menjalani peran yang memang sudah menjadi tugas kita di dunia ini sampai Allah memberhentikan kita dari peran yang kita jalani sampai pada akhirnya kita di jemput kematian menuju hidup yang abadi (akhirat).
LihatTutupKomentar

Dmca