-->

Kewajiban Muslim Terhadap Muslim Lainnya

Kewajiban Muslim Terhadap Muslim Lainnya

Kewajiban Seorang Muslim Terhadap Muslim Lainnya
Kewajiban Seorang Muslim Terhadap Muslim Lainnya

Doaislami - Setiap manusia pasti memiliki hak dan kewajiban nya masing masing terlebih untuk seorang muslim. Dimana dalam agama islam setiap muslim dibebani sebuah kewajiban dan hak nya masing masing, tidak hanya kewajiban dalam beribadah seperti shalat (hablum minallah) melainkan juga tentang kewajiban muslim terhadap muslim lainya (hablum minnan nas).

Bahkan kewajiban terhadap sesama muslim ini acap kali terabaikan oleh umat Nabi Muhammad saw di zaman sekarang. Oleh karena nya dalam pembahasan kali ini saya ingin membahas sekaligus mengingatkan akan kewajiban seorang muslim terhadap muslim lain nya, yang mana setidak nya paling sedikit ada 5 perkara. 

5 perkara kewajiban seorang muslim terhadap muslim lain

1. Menjawab Salam

  Menjawab salam adalah kewajiban seorang muslim. Karena salam itu sendiri berarti ucapan keselamatan, bahkan memang dianjurkan untuk menjawab salam dengan lebih bagus. Semisal jika orang lain mengucapkan "Assalamualaikum" maka alangkah lebih baik nya kita menjawab dengan "waalaikumsalam warohmatullahi wabarokatuh" sebetulnya bisa saja menjawab hanya dengan "waalaikumsalam" namun dikarenakan ucapan salam merupakan sebuah kebaikan sehingga membalas kebaikan itu alangkah lebih baik nya dengan kebaikan yang lebih.

وَإِذَا حُيِّيتُمْ بِتَحِيَّةٍ فَحَيُّوا بِأَحْسَنَ مِنْهَا أَوْ رُدُّوهَا

“Jika kamu memberi penghormatan dengan penghibur, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik dari yang diperjanjikan, atau balaslah pen koghormatan itu. (Q.S An.Nisa ayat 86)

2. Mengantar jenazah

 Jika orang kafir meninggal maka tidak boleh di shalat kan karena shalat itu sendiri berarti mendoakan, adapun memandikan jenazah orang kafir diperbolehkan. Bahkan, mengafani dan menguburkan kafir dzimmi hukumnya wajib (Ibrahim al-Baijuri, Hasyiyah Al-Baijuri, [Beirut: DKI, 1999], juz 1, hal. 365-366).

Mengurusi atau mengantarkan jenazah orang kafir saja sudah berhukum wajib apalagi terhadap sesama muslim. Bahkan mengantarkan jenazah seorang muslim memiliki keutamaan nya tersendiri, sebagaimana hadist Nabi saw “Barangsiapa yang mengiringi jenazah seorang muslim dengan sebuah keimanan dan mencari ridha Allah, orang itu mengiringi janazah sampai shalat selesai dan sampai usai menguburkannya, ia pulang membawa pahala dua qirath. Setiap qirath itu sama dengan gunung Uhud. Dan barangsiapa yang menshalatinya lalu pulang sebelum dimakamkan, dia pulang dengan membawa satu qirath. (HR Bukhari: 47)

3. Menjenguk orang sakit

وَقَالَ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ: {عِيَادَةُ الْمَرِيْضِ أَوَّلَ يَوْمٍ فَرِيْضَةٌ وَمَا بَعْدَهَا سُنَّةٌ}

Nabi saw. bersabda, “Menjenguk orang sakit di hari pertama itu wajib, sedangkan di hari setelahnya itu sunnah.” 

 Sehingga wajib lah menjenguk orang yang sakit, terlebih seorang muslim. Karena menjenguk orang sakit memang termasuk kedalah salah satu dei kewajiban seorang muslim terhadap muslim lainnya. Dalam norma sosial pun menjenguk orang sakit memang seharunya dilakukan, masa iya kita memiliki keluarga yang sakit tapi tidak menjenguk nya sama sekali? Itu bertentangan dengan norma kesopanan. Ko Menjenguk orang sakit juga dapat mempererat hubungan persaudaraan sekaligus tali silaturahmi terhadap kerabat, tetangga, ataupun terhadap sesama muslim.

4. Memenuhi undangan

Kewajiban seorang muslim terhadap muslim lainnya yang ke 4 ini sesuai dengan hadist Nabi saw :

إذا دعا أحدكم أخاه فليجب، عرسا كان أو نحوه

“Bila salah seorang diantara kalian diundang (untuk menghadiri walimah), maka hendaklah memenuhi undangan tersebut, baik acara pernikahan atau acara lainnya” [Diriwayatkan oleh Al-Bukhari no. 5173, Muslim no. 1429, Ahmad 2/146, Abu Dawud no. 3738, dan Al-Baihaqi 7/262; dari Ibnu ‘Umar radliyallaahu ‘anhuma]

Adapun menurut hadist lainnya adalah :

 حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ، أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، عَنِ الأَعْرَجِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّهُ كَانَ يَقُولُ: «شَرُّ الطَّعَامِ طَعَامُ الوَلِيمَةِ، يُدْعَى لَهَا الأَغْنِيَاءُ وَيُتْرَكُ الفُقَرَاءُ، وَمَنْ تَرَكَ الدَّعْوَةَ فَقَدْ عَصَى اللَّهَ وَرَسُولَهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ» روه البخرى

Artinya: Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Yusuf, Malik memberitakan kepada kami, dari Ibnu Syihab, dari A’raj, dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, Bahwa sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda, “seburuk buruk makanan adalah makanan walimah(pesta) dimana yang diundang hanyalah orang orang kaya sedangkan orang orang fakir tidak diundang, siapa yang tidak memenuhi undangan walimahan, maka ia durhaka kepada Allah dan Rasulnya”. (H.R. Bukhari) 

Kewajiban atas memenuhi undangan juga memang selaras dengan adab yang baik dan norma sosial. Karena memang sudah sepantasnya kita menghargai apa yang sudah di usahakan oleh orang lain (jamuan) apalagi itu memang di peruntukan bagi kita. Sehingga hukum dari memenuhi undangan ialah wajib, karena kita tidak pernah tau pengorbanan waktu, materi, pikiran, atau tenaga seperti apa yang telah dilakukan untuk mengadakan sebuah pesta atau walimah tersebut.

Jadi jika kita di undang oleh seseorang atau mungkin oleh teman kita sendiri untuk menghadiri acaranya hendaklah memenuhi undangan tersebut. Jikapun tidak bisa karena adanya kesibukan lain, alangkah lebih baiknya untuk memberi tahu si pengundang (orang yang punya hajat). Karena memenuhi undangan itu berhukum wajib, sehingga jika di abaikan begitu saja maka berdosa. 

Tetapi jika kita memang jelas tidak bisa hadir karena kesibukan lain maka itu sudah cukup sebagai penggugur hukum awal yang wajib. Karena memiliki alasan yang jelas atas ketidakhadirannya, tetapi jika tidak memiliki kejelasan atas ketidakhadiran nya maka itu sama saja dengan mengabaikan undangan tersebut dan itu berdosa.

5. Mendoakan yang bersin

  Mendoakan orang yang bersin juga adalah kewajiban bagi seorang muslim terhadap muslim lain nya. Ini merujuk pada suatu hadist "Bersin itu adalah dari Allah Ta'ala, sedangkan menguap itu dari Setan. Bersin kalau ditahan berbahaya secara medis atau kesehatan. Orang yang bersin boleh mengucap alhamdulillah 'ala kulli haal (segala puji bagi Allah atas segala hal). (HR Ahmad)

Tetapi tidak perlu mendoakan orang yang tidak mengucap Alhamdulillah ketika Bersin. Seperti dalam hadist "Ada dua orang yang bersin di depan Nabi Muhammad SAW, yang satu mengucapkan Alhamdulillah dan yang satu tidak mengucapkan apapun setelah bersin. Lalu Nabi Muhammad SAW mendoakan orang yang mengucapkan Alhamdulillah dengan ucapan 'Yarhamukumullah' dan yang tidak mengucapkan Alhamdulillah tidak didoakan oleh Nabi Muhammad SAW.

Nah, lalu bagaimana jika ada orang di dekat kita yang bersin lebih dari 3 kali karena mungkin dia sedang sakit flu, haruskah menjawab bersin nya? Maka hadist menjawab :

Jika bersinnya lebih dari 3 kali tidak perlu didoakan ini sesuai dengan hadist Nabi : "Apabila salah seorang di antara kalian bersin, maka bagi yang duduk di dekatnya (setelah mendengarkan ucapan Alhamdulillaah) menjawabnya dengan kalimat Yarhamukallah, apabila dia bersin lebih dari tiga kali berarti ia sedang terkena flu dan jangan engkau beri jawaban Yarhamukallah setelah tiga kali Bersin." (HR. Abu Dawud)

Semoga kita bisa lebih memelihara hak hak orang lain yang ada pada diri kita dan semoga juga bisa lebih menuntaskan kewajiban kita sebagai seorang muslim terhadap muslim lainnya dengan sebaik baiknya.Aamiin

LihatTutupKomentar

Dmca