KEPADA SIAPA KITA HARUS TAAT?

KEPADA SIAPA KITA HARUS TAAT?

KEPADA SIAPA KITA HARUS TAAT?
KEPADA SIAPA KITA HARUS TAAT?



Doa Islami - Dari judul artikel diatas muncullah pertanyaan...??? Tapi sebelum membahas kepada siapa kita harus taat mari kita bahas dulu pengertian dari taat itu sendiri.

Pengertian Dari Taat

Taat berasal dari arab yang memiliki arti mengikuti atau menuruti. Secara istilah taat berarti mengikuti dan menuruti suatu keinginan atau perintah bukan dari dalam diri kita melainkan dari luar diri kita. Dengan kata lain, taat artinya tunduk dan patuh saat kita mendapat suatu perintah baik itu anjuran atau larangan yang harus kita hindari.

Apa yang mesti kita patuhi? Dan terhadap apa pula kita harus tunduk?

Dalam firman Allah SWT:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآَخِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا

Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan ta'atilah Rasulnya  dan ulil Amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah dan rasulnya, jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih baik bagimu dan lebih baik akibatnya". (QS.Annisa:59)

Ayat diatas menjelaskan bahwa perintah untuk menta'ati Allah, Rasul, dan ulil amri atau pemimpin maka jika itu di laksanakan maka termasuk orang-orang yang beriman.

Dan apabila ada diantara kita berlainan pendapat agar terhindar dari perpecahan satu sama lai maka kembalikanlah tentang suatu urusan tersebut kepada Allah dan Rasul-Nya.


KEPADA SIAPA KITA HARUS TAAT?


Taat Kepada Allah SWT

Taat kepada Allah merupakan sebuah keharusan yang pertama sebelum taat kepada rasul-Nya dan ulil amri. Segala perintah dan larangan Allah sudah menjadi sebuah keharusan bahkan wajib kita patuhi sebagaimana kita adalah manusia yang diciptakan Allah untuk bertakwa kepada nya.

Dengan menta'ati Allah menjalankan setiap apa yang di perintahakan maka kehidupan kita akan terasa aman berada dalam koridor yang benar dan tidak akan pernah tersesat memilih jalan untuk kita tapaki dalam kehidupan ini.

Taat Kepada Rasul

Selanjutnya kita di haruskan mentaati Rasul Allah. Sebagaimana Rasul merupakan utusan Allah yang diberi wahyu dan memiliki kewajiban untuk menyampaikan wahyu tersebut kepada umatnya. Maka kita sebagai umat nya sudah seharusnya mematuhi apa yang di perintahkan Rasul. Rasul menjadi bagian kedua yang harus kita taati harus tunduk dan patuh setelah Allah SWT yang lebih dulu kita patuhi segala perintah dan larangan-Nya.

Orang yang beriman  diperintahkan pula taat kepada Rasul. Sebab taat kepada Rasul-Nya adalah kelanjutan dari taat kepada Allah SWT. Banyak perintah Allah tuhan semesta alam  yang wajib kita taati, tapi tidak dapat dijalankan jika kita tidak melihat contoh yang teladan sebelumya. Maka contoh teladan yang bisa kita ikuti adalah rasul. Derngan taat kepada Rasul  barulah kita bisa di sebut sempurna dalam Beragama. Sebab banyak orang diluaran sana yang percaya akan adanya Tuhan tetapi dia tidak beragama. Karena apa? Sebab dia tidak percaya kepada Rasul.

Taat Kepada Ulil Amri (pemimpin)

Selanjutnya , dibagian ketiga setelah taat kepada Allah beserta Rasul-nya. Maka kita harus juga mentaati ulil amri atau pemimpin yang sebagaimana memiliki mandat atau kekuasaan dalam sebuah negara dan kepemerintahan.


KEPADA SIAPA KITA HARUS TAAT?



Ta’at kepada pemimpin adalah suatu kewajiban sebagaimana disebutkan dalam Al-Kitab dan As-Sunnah. Sebagaimana Dalam firman Allah “Hai orang-orang yang beriman, ta’atilah Allah dan ta’atilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu.” (Q.S. An-Nisa’ [4]: 59)

Mentaati ulil amri atau pemimpin yang memiliki hak dan kewajiban. Hak untuk memberikan perintah dan peraturan dan kewajiban untuk memberikan rasa aman dan nyaman untuk rakyatnya. Dengan begitu rakyatnya juga tentu memiliki hak dan kewajiban yang sama yang harus di penuhi hak untuk mendapatkan sebuah pengamanan , dan merasa nyaman menjalani kehidupan sehari-hari. Dan berkewajiban untuk senantiasa mematuhi apapun yang menjadi perintah pemimpin ataupun larangan yang harus di hindari selama itu tidak keluar dari syari'at islam dan tidak pula memerintahkan untuk melakukan kemaksiatan.

Oleh sebab itu maka jelas bahwa islam memang memberi lapangan luas untuk bisa memilih dan menganggap siapa saja yang berhak dan patut dijadikan sebagai ulil amri.

Maka dari itu hendaklah kita sebagai umat agar  mampu mengikuti dengan baik apa yang sudah menjadi aturan Allah, Rasul dan para ulil Amri. Sehingga Negara kita damai, aman, dan sentosa.

Wallahua'lam...




0 Response to "KEPADA SIAPA KITA HARUS TAAT?"

Post a Comment

dmca

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel