IKHLAS BAGAI AIR YANG MENGALIR

IKHLAS BAGAI AIR YANG MENGALIR

IKHLAS BAGAI AIR YANG MENGALIR
IKHLAS BAGAI AIR YANG MENGALIR

 Mengapa aku sebut ikhlas bagai air yang mengalir? Karena menurut ku ikhlas merupakan suatu sifat dan kebaikan yang tidak bisa dipaksa. Tidak setiap orang mudah mengikhlaskan. Ikhlas hadir seiring dengan berjalan nya waktu tidak mudah ditentukan kapan seseorang bisa ikhlas. Ikhlas bisa dalam hal apa saja, ikhlas dalam hal memberi, memaafkan, bahkan ikhlas dalam beribadah.

 Banyak Definisi dari ikhlas, ikhlas bisa diartikan rela dan tidak mengharap  imbalan apapun. Seperti yang di sebutkan diatas ikhlas bisa dalam hal memberi, memaafkan,  ikhlas dalam beribadah juga perlu kita perhatikan.

Ikhlas dalam Memberi

Ketika kita memberi sesuatu kepada orang lain cobalah untuk tidak pernah mengungkit apapun yang kita berikan atau mengharap balasan dari orang yang kita beri. Niatkan dalam hati bahwa memberi bukan berarti harus mendapat balasan.
Tidak sedikit orang memberi karena ingin menerima dalam artian ingin di balas. Padahal janji Allah terhadap orang yang ikhlas memberi begitu dahsyat. 

Seperti dalam QS. Al Baqarah ayat 272

"Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan allah), maka pahalanya itu untuk kamu sendiri. Dan janganlah kamu membelanjakan sesuatu melainkan karena mencari keridhaan Allah. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan, niscaya kamu akan diberi pahalanya dengan cukup sedang kamu sedikitpun tidak akan dianiaya (dirugikan). (Q.S surat-al-baqarah : 272)

Ketika kita memberi pada orang lain dan tidak mengharap balasan apapun(Ikhlas) maka Allah yang akan senantiasa membalas setiap perbuatan baik manusia. Memberi lah atas dasar mencari keridhoan Allah maka semua akan berkah dan manfaat. Dengan memberi kepada sesama juga akan membantu orang lain yang membutuhkan. Meringankan beban orang yang sedang kesusahan. Maka dari itu memberi lah dengan ikhlas niscaya Allah yang membalas.

Ikhlas memaafkan

Ketika kita merasa tersakiti, teraniaya oleh orang lain tentu hati kita tidak akan menerima itu semua. Terlebih ketika orang yang menyakiti kita tidak ada itikad baik untuk meminta maaf. Maka apa yang harus kita lakukan? Balas dendam kah? Atau malah memaafkan atas semua perbuatan tidak baiknya terhadap kita?

Sebagai seorang manusia yang berakal tentunya kita dapat berfikir bahwa segala sesuatu memang tidak bisa dipaksakan jika seseorang memang tidak bisa mengakui kesalahannya maka dia tidak akan mau meminta maaf atas apa yang sudah diperbuat yang sudah menyakiti perasaan orang lain.

Maka kita sebagai manusia yang baik patut untuk memaafkan atas kesalahan yang sudah di perbuat meskipun orang yang berbuat salah enggan untuk meminta maaf. Allah saja maha pemaaf atas segala kesalahan hamba-Nya. Akankah kita sombong tidak ingin memaafkan kesalahan orang lain. Memang benar memaafkan adalah hal yang paling sulit dilakukan karena berhubungan dengan hati. Lisan boleh berucap sudah memaafkan. Namun, isi hati siapa orang yang tahu sulit bagi manusia menyelami hati orang lain.

Meski begitu tidak ada salahnya kita memaafkan kesalahan orang yang sudah menyakiti kita dalam bentuk apapun itu dengan hati yang ikhlas meski sulit tidak ada salahnya mencoba dan berusaha juga berdo'a pada Allah minta di lapangkan hati kita agar senantiasa menjadikan  kita orang yang pemaaf.

Meski orang itu tidak meminta maaf terhadap kita tidak ada salahnya kita yang memberi maaf kepada mereka. Allah maha tahu atas segala sesuatu yang kita tidak ketahui. Akan ada hikmah dibalik kita bisa menjadi seorang pemaaf. Salah satu nya mendapat kemuliaan di sisi Allah SWT.

Tapi, jika kita sendiri yang memiliki salah kepada orang lain cobalah kita dengan suka rela meminta maaf kepadanya dengan ikhlas tidak ada unsur keterpaksaan. Tidak hina pula jika kita memiliki kesalahan dan meminta maaf, justru itu menandakan diri kita yang penuh akan tanggung jawab, tidak malu mengakui kesalahan. Lalu, bagaimana jika permintaan maaf kita justru di tolak dan tidak di maafkan sama sekali? Itu bukan suatu masalah untuk kita dan kita tidak tercela.

Perlu di ingat oleh orang yang tidak mau memaafkan kesalahan orang lain padahal orang yang bersalah sudah meminta maaf, sesungguhnya memaafkan kesalahan orang lain adalah perbuatan yang mulia di sisi Allah. Jangan sampai kita menjadi dosa karena tidak memaafkan kesalahan orang lain yang sudah meminta maaf kepada kita.

Ikhlas dalam beribadah

Kebalikan dari ikhlas adalah riya' ingin dilihat dan dinilai baik oleh orang lain. Tidak sedikit orang dalam melaksanakan ibadahnya niat karena ingin dilihat juga ingin dipuji oleh orang lain. Padahal, riya' sangat di larang oleh Allah karena itu termasuk kedalam akhlak tercela. Dengan begitu juga berarti tidak menunjukkan sifat keikhlasannya dalam berbuat baik kepada sesama atau pun berbuat baik kepada Allah dalam artian beribadah kepada-Nya.

Dalam beribadah kepada Allah SWT. Haruslah dengan niat yang ikhlas hanya mengharap ridho-Nya. Rasulullah SAW bersabda:

 ”Allah tidak menerima amal kecuali apabila dilaksanakan dengan ikhlas untuk mencari ridha Allah semata.” (HR Abu Dawud dan Nasa’i). 

Allah SWT. Tidak menerima amal kecuali di niatkan hanya mengharap ridho-Nya itu artinya ikhlas dan tidak mengharapkan imbalan apapun dan tidak riya' ingin dilihat oleh orang lain. Percuma kita bersusah payah melakukan ibadah ini itu semisalnya ibadah amal shaleh seperti sedekah percuma jika hanya ingin terlihat dermawan oleh orang lain.

Orang yang ikhlas dalam beribadah tidak memikirkan tanggapan dan penilaian dari orang lain. Hatinya ikhlas dan perasaan nya lapang tidak dipenuhi rasa sombong dan mengharap puja puji dari sesama manusia.

Dengan kita ikhlas terhadap amal shaleh yang telah kita lakukan maka yang akan kita rasa adalah ketenangan jiwa, tidak sibuk dengan kehidupan yang fana penuh kebohongan di dunia ini tujuan nya hanya satu ingin mengharap ridha Allah SWT.

Ikhlas itu biarlah seperi air yang mengalir ia(air) tahu kemana akan bermuara. Orang yang ikhlas tahu hanya Allah saja yang maha membalas segala perbuatan manusia. Belajar untuk ikhlas dalam hal kebaikan apapun akan senantiasa hidup bahagia.

0 Response to "IKHLAS BAGAI AIR YANG MENGALIR"

Post a Comment

dmca

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel