EMPAT PERKARA PENTING DALAM AGAMA

EMPAT PERKARA PENTING DALAM AGAMA

EMPAT PERKARA PENTING DALAM AGAMA
EMPAT PERKARA PENTING DALAM AGAMA

Tahukah kamu perkara apa saja yang sangat penting dalam agama islam? tenyata ada 4 perkata terpenting dalam agama.

Ternyata dalam beragama kita memiliki hal-hal penting yang harus kita perhatikan. Karena bisa jadi hal penting tersebut kita tidak tahu, tidak menyadari, bahkan meninggalkannya.

Dalam beragama tentu nya kita memiliki ketentuan-ketentuan yang telah Allah SWT tetapkan agar kita bisa melaksanakanya dengan baik.

Keempat perkara terpenting dalam agama 

1).Sembahlah Allah seakan-akan engkau melihat-Nya

Manusia pada dasarnya selalu ingin terlihat benar selalu merasa dirinya yang terbaik. Sifat manusia yang selalu mencoba menutupi keburukannya dari orang lain dan selalu mencoba menampakkan kebaikan meski kadang itu hanya topek belaka. Namun, terkadang keburukan yang ada dalam diri kita justru berontak seperti ingin memperlihatkan dengan jujur kepada orang-orang tentang keburukan dalam dirinya.

Oleh karena itu Allah Swt. mengirimkan Malaikat Jibril as kepada Nabi Muhammad Saw seraya bertanya kepada beliau tentang ‘ihsan’, Nabipun menjawab, “Ihsan adalah engkau menyembah Allah sekan-akan engkau melihatnya, dan  jika engkau tidak melihatnya maka yakinlah bahwa Ia melihatmu.”

Yang dimaksud ihsan adalah beribadah kepada Allah dengan berkeyakinan bahwa kita seakan melihat Allah dan Allah melihat kita. Jika keyakinan itu terletak dalam diri kita maka in syaa Allah lahir dan batin kita saat beriadah kepada Allah akan merasa sangat tenang dan merasa di awasi dengan begitu kita akan dapat mengontrol diri kita dari perbuatan-perbuatan buruk karena merasa malu dengan Allah swt yang selalu melihat kita.

Kita akan merasa malu jika kita ketika beriabadah seakan melihat Allah swt. Karunia nya yang begitu besar yang telah Allah beri kepada kita, dan Allah senantiasa menutupi aib-aib kita.

2).Anggaplah dirimu akan mati besok

Dizaman sekarang ini adalah zaman dimana uang diatas segalanya. Memang begitu bukan? Orang-orang berlomba-lomba mencari uang bahkan sampai rela menyita banyak waktu untuk memdapatkan itu. Tidak ada yang salah dengan hal itu karena uang memang menjadi kebutuhan yang penting untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Namun, alangkah baiknya antara kebutuhan dunia dan akhirat harus dapat menyeimbangkan nya. Agar hidup kita selamat antara keduanya dunia dan akhirat.

Perbanyaklah waktu kita dengan hal-hal yang bermanfaat ingat seperti kita akan mati besok maka perbanyak lah amal perbuatan baik. Dengan begitu hidup kita akan tenang.

3).Hati-hatilah kamu terhadap orang yang teraniaya

Ketika kita merasa di dzalimi orang lain pasti lah kita akan sedikit merasa tidak dihargai. Tapi cobalah untuk tetap tenang dan sabar dalam menghadapi nya senantiasa menjaga ucapan kita karena ucapan bisa jadi do'a. Karena salah satu doa yang mustajab adalah do'a orang yang terdzalimi.

Pada dasarnya, Allah SWT melarang kita mendoakan jelek terhadap orang lain karena doa jelek itu justru malah bisa berbalik menjadi doa jelek untuk diri kita sendiri. Namun khusus untuk orang-orang yang tersakiti/terzalimi/teraniaya, dibolehkan.

Firman Allah SWT:

لَا يُحِبُّ اللَّهُ الْجَهْرَ بِالسُّوءِ مِنَ الْقَوْلِ إِلَّا مَنْ ظُلِمَ ۚ وَكَانَ اللَّهُ سَمِيعًا عَلِيمًا

”Allah tidak menyukai perbuatan buruk yang diucapkan secara terang-terangan, kecuali oleh orang yang dizalimi. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha mengetahui" (QS. An-Nisa: 148).

Berdasarkan ayat tersebut, menurut pendapat para ulama, boleh (ja'iz) hukumnya mendoakan keburukan oleh orang yang tersakiti/teraniaya/terzalimi kepada orang yang telah menyakiti/menzaliminya, dan itu semua dikategorikan ke dalam "doa" yang mustajab/mujarab, sebagaimana sabda Rasulullah SAW :

“Berhati-hatilah terhadap doa orang yang terzalimi, karena tidak ada suatu penghalang pun antara doa tersebut dan Allah” (HR Bukhari).

"Ada tiga doa mustajab (dikabulkan) yang tidak ada keraguan di dalamnya, yaitu: doa orang yang teraniaya, doa musafir dan doa buruk orang tua kepada anaknya" (HR. Abu Daud dan al-Tirmizi).


“Hendaklah kamu waspada terhadap doa orang yang dizalimi sekalipun dia adalah orang kafir. Maka sesungguhnya tidak ada penghalang diantaranya untuk diterima oleh Allah” (HR. Ahmad).

“Doa orang yang dizalimi adalah diterima sekalipun doa dari orang yang jahat. Kejahatannya itu memudaratkan dirinya dan tidak memberi kesan pada doa tadi” (Hadis hasan riwayat at-Tayalasi).

Walaupun begitu tetap saja untuk orang yang merasa di dzalimi alangkah baiknya juga belajar untuk memaafkan karena itu lebih baik.

4). Kerjakan lah shalat subuh dan shalat isya secara berjamaah.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا في العَتَمَةِ وَالصُّبْحِ لأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوَاً

“Seandainya mereka mengetahui keutamaan yang ada pada shala Isya’ dan shalat Shubuh, tentu mereka akan mendatanginya sambil merangkak.” (HR. Bukhari no. 615 dan Muslim no. 437)

Allah menjamin bagi orang yang shalat berjamaah adalah 27 derajat pahalanya.
Bahkan, Allah menjamin besarnya pahala yang didapat oleh seseorang jika menjalankan Shalat Isya dan Subuh berjamaah. Tidak hanya 27 derajat, Shalat Isya berjamaah disamakan dengan amalan shalat sepanjang separuh malam. Sementara shalat Subuh berjamaah diganjar pahala seperti shalat semalam penuh.

Tentu, shalat setengah ataupun semalam penuh adalah amalan berat. Sehingga, sedikit orang yang bisa menjalankannya.

Dalam hadis riwayat Imam Muslim dari Usman bin Affan RA, Rasulullah Saw. bersabda.

“Barangsiapa melaksanakan Shalat Isya secara berjamaah, maka dia seperti telah melaksanakan shalat malam selama separuh malam. Dan barangsiapa melaksanakan shalat Subuh secara berjamaah, maka dia seperti telah shalat seluruh malam.”

Itulah 4 perkara penting dalam agama mudah-mudahan kita bisa mengamalkan hal-hal tersebut. Agar kita senantiasa menjadi manusia yang beragama baik.

0 Response to "EMPAT PERKARA PENTING DALAM AGAMA"

Post a Comment

dmca

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel