BAHANYA BALAS DENDAM

BAHAYANYA BALAS DENDAM

Dendam
BAHANYA BALAS DENDAM

Seperti yang kita tahu saat kita merasa di remehkan, di lecehkan, tidak di hargai oleh orang lain atas apa yang sudah kita lakukan. Padahal kita sudah merasa memberikan yang terbaik berusaha agar bisa di terima dengan layak. Tapi, ketika semua itu di balas dengan tidak seharusnya tidak sesuai dengan apa yang kita sudah usahakan dan berikan. Tidak ada balasan yang baik. Maka yakin disana pasti akan menimbulkan perasaan kecewa yang teramat sangat, rasa hati ingin sekali membalas atas perlakuan tidak baik seseorang kepada kita. Perasaan ingin membalas perlakuan seseorang yang sudah membuat hati kita sakit adalah 'Dendam'. Apakah dengan dendam semua rasa sakit hati kita akan terbayar kan?  Apakah kita memikirkan juga bahayanya balas dendam?

Apakah Dendam Itu Suatu Perbuatan Yang Diperbolehkan Untuk Membalas Perbuatan Seseorang?


Mari kita bahas sedikit disini!

Dendam merupakan perbuatan yang dilakukan seseorang atas dasar rasa tidak suka, benci, dan ingin merasa dirinya puas. Berfikir mereka yang harus di balas perbuatan nya itu merasakan rasa sakit yang sama bahkan lebih.

Dendam itu sendiri nantinya akan berkembang menjadi sebuah pemikiran yang kemudian akan menutup rasa simpati dan empati dalam hati kita dan tidak menutup kemungkinan akan berujung membutakan mata hati dan diri kita.

Dendam bisa mengubah manusia yang awalnya seakan terlihat lemah saat tersakiti akan berubah menjadi sosok antagonis yang keji.

Lalu bagaimana dengan dendam itu sendiri dalam pandangan Islam? Adakah larangan untuk tidak melakukan balas dendam terhadap seseorang?

Dalam pandangan islam balas dendam merupakan perbuatan yang buruk dan sangat dilarang. Menurut Islam itu sendiri, jika kita merasa sakit hati oleh orang lain atas perkataannya atau karena perbuatannya satu-satunya cara terbaik untuk `balas dendam` adalah dengan menjadi orang yang jiwanya mudah memaafkan(pemaaf).

Sebagaimana sabda Rasulullah SAW: 

"Tidaklah seseorang memaafkan kezaliman (terhadap dirinya) kecuali Allah akan menambah kemuliaannya," (HR. Ahmad, Muslim dan Tirmidzi).

Jika kita menjadi seorang yang pemaaf. Senantiasa memaafkan atas kesalahan orang lain kepada kita maka tiada lain dan tiada bukan kita akan menjadi orang yang mulia di hadapan Allah. Karena janji Allah terhadap orang yang pemaaf adalah menambahkan kemulian kepada orang yang memaafkan tersebut.

Balas dendam hanya akan mempersulit keadaan dan akan memperpanjang suatu masalah. Sebaliknya dengan kita memaafkan kesalahan orang maka hidup kita akan senantiasa tenang dan damai tanpa beban pikiran.

Namun, tentu saja kita akan merasa itu sulit dilakukan rasa ingin membalas selalu ada dalam diri kita. Tapi, alangkah baiknya kita mengingat salah satu sabda Rasulullah SAW. Agar kita tidak menjadi seorang pendendam.

Rasulullah SAW bersabda:

"Apabila ada seseorang yang mencacimu atau menjelek-jelekanmu dengan aib yang ia ketahui ada padamu, maka janganlah kamu balas memburukkannya dengan aib yang kamu ketahui ada padanya. Maka pahalanya untuk dirimu dan dosanya untuk dia,” (HR. Al Muhamili dalam Amalinya no 354, Hasan).

Apapun yang terjadi bagaimana pun sikap buruk seseorang terhadap diri kita cobalah untuk tidak pernah berfikir ingin membalas perbuatan yang sama buruknya terhadap seseorang. Jika memang orang lain membenci kita, menjelek-jelekkan kita bahkan tidak menghargai kita ,membuka aib-aib kita kepada orang lain. Maka serahkan semuanya kepada Allah jangan pernah membalas perbuatan buruk mereka dengan cara membuka aib-aib mereka. Biarkan lah aib mereka tetap kita jaga dengan kita menjaga aib orang lain maka Allah yang akan menjaga aib kita.

Seperti dalam sebuah hadits Dari Abu Hurairah dari Nabi SAW. beliau bersabda:

لَا يَسْتُرُ عَبْدٌ عَبْدًا فِي الدُّنْيَا إِلَّا سَتَرَهُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Tidaklah seseorang menutupi aib orang lain di dunia, melainkan Allah akan menutupi aibnya di hari kiamat kelak.” [Shahih Muslim]

Sudah jelas bahwa dalam islam balas dendam tidak diperbolehkan bahkan dilarang karena balas dendam hanya akan merugikan diri sendiri saja. Dengan balas dendam tidak akan menjadikan diri kita merasa puas dan merasa menang justru sebaliknya dengan balas dendam itu artinya terdapat dalam diri kita jiwa yang tidak sehat.


Dendam


BAHAYANYA BALAS DENDAM

Balas dendam hanya akan membuat perasaan kita penuh dengan kebencian. Tidak ada ruang ketentraman dalam jiwa yang kita rasakan yang ada hati kita akan terasa sempit dan menyesakkan.

Dibawah ini beberapa bahaya balas dendam.

1. Tidak disukai bahkan di benci Allah SWT.

Dendam merupakan salah satu sifat buruk yang tentunya tidak di sukai siapapun. Bahkan menghalangi dari datang nya rahmat Allah. Karena dengan sifat dendam yang ada dalam diri kita maka bersiaplah di benci Allah SWT.

Seperti dalam sebuah hadits:

“Orang yang paling dibenci Allah adalah orang yang menaruh dendam kesumat (bertengkar)”. (HR Muslim). 

Seorang pendendam selalu ingin merasa dirinya puas dengan cara membalas atas apa yang sudah dilakukan orang lain terhadap nya yang sudah membuat hatinya sakit bahkan meninggal kan bekas luka dihatinya. Maka jika itu terjadi dia jauh dari rahmat Allah dan di benci Allah. Karena dia termasuk orang yang tidak percaya akan janji Allah bahwa setiap orang akan di balas setiap amal perbuatannya di hari kiamat nanti dengan balasan yang setimpal. Allah berjanji jika seseorang merasa ikhlas atas perbuatan buruk orang lain kepada nya tidak dendam dan tidak membalasnya maka Allah yang akan membalas perbuatan orang yang sudah menyakiti nya. Dialah Allah yang maha mengetahui yang terbaik untuk semua hamba-Nya.

2. Amarah yang berlebihan

Rasa dendam yang yang terus di pupuk dalam diri maka akan terus berkembang karena itu di sebabkan oleh amarah kita yang berlebihan. Dalam islam ketika kita merasa marah dan sulit menahan nafsu maka kita dianjurkan untuk mengambil air wudhu untuk meredam amarah kita seperti yang dicontohkan Rasulullah SAW.

3. Memutus tali persaudaraan atau Silaturahmi

“Tidak akan masuk surga pemutus silaturahmi”. (Muttafaq ‘Alaihi). 

Dendam memang berdampak buruk salah satunya dapat memutuskan tali silaturahmi antara satu dengan yang lainnya. Persaudaraan akan renggang karena saling memendam rasa benci satu sama lain. Jika keduanya memiliki masalah alangkah baiknya di selesaikan dengan musyawarah agar silaturahmi tetap terjaga dengan baik.

4. Memiliki Iman yang Lemah

Seorang pendendam cenderung memiliki iman yang lemah karena setiap orang dilihat dari perilaku nya. Jika kita berprilaku mencontoh dan meneladani sifat rasul dan mengikuti syariat yang telah di tentukan oleh Allah maka kita akan menjadi seorang pemaaf dengan begitu terhindar dari sifat dendam terhadap orang lain. Orang yang dendam terhadap orang lain selalu ingin melihat orang lain merasa kesulitan berarti iman nya lemah dan perlu di tingkatkan lagi.

5. Menimbulkan Permusuhan

“Tolaklah kejahatan dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antara dan antara dia ada permusuhan seolah olah telah menjadi teman yang baik”. (QS Fushshilat : 34). 

Dendam juga akan menimbulkan permusuhan karena satu sama lain akan merasa ingin menang. Dan itu tidak akan ada akhirnya kejahatan Dibalas kejahatan tidak akan selesai yang ada masalah akan terus bertambah, masalah tidak akan ada ujungnya.

Alangkah baiknya kejahatan di balas dengan kebaikan maka in syaa Allah yang timbul adalah perdamaian meski terkadang kebaikan kita tidak akan diterima tapi ingat Allah akan senantiasa memberi pahala kepada orang yang berbuat baik.

6. Hati Tidak Tenang

Bahaya dendam juga adalah menimbulkan perasaan hati yang tidak tenang. Karena selalu memikirkan hal-hal yang buruk terhadap seseorang berharap agar orang yang ia benci mendapat musibah. Seorang pendendam hatinya tidak akan tenang dan tidak bisa menikmati bahagianya hidup karena terlalu memikirkan kehidupan orang lain dan tentunya berharap orang itu tidak bahagia. Padahal secara tidak langsung orang yang punya rasa dendam itulah yang hidupnya tidak bahagia karena tidak bisa menikmati hari-harinya dengan perasaan hati yang tenang.

7. Mudah Timbul Iri hati

Ketika dendam sudah menyelimuti hati maka akan tumbuh bibit-bibit baru yang buruk ialah rasa iri hati terhadap orang yang pernah berbuat salah kepada nya. Orang yang punya rasa dendam tidak bahagia dan merasa tidak senang ketika melihat orang lain mendapat sebuah anugerah atau kebahagiaan yang ada hanyalah rasa iri dan pada akhirnya akan berbuat apapun agar orang yang tidak ia sukai itu merasa tidak bahagia. Jika sifat iri hati sudah bersemayam dalam diri maka akan menimbulkan dosa baru yang lebih besar.

Maka cobalah untuk menghindarkan diri dari rasa dendam terhadap orang lain. Belajar menjadi pemaaf dan percaya akan janji Allah bahwa setiap perbuatan manusia akan mendapat balasan yang setimpal. Hidup kita terlalu singkat dan akan sia-sia jika hanya di gunakan untuk membenci seseorang. Gunakan waktu-waktu yang tersisa di dunia ini untuk selalu berbuat baik terhadap sesama.

0 Response to "BAHANYA BALAS DENDAM"

Post a Comment

dmca

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel