-->

Allah Melihat Usahanya Bukan Hasilnya

Allah Melihat Usahanya Bukan Hasilnya

Allah Melihat Usahanya Bukan Hasilnya
Allah Melihat Usahanya Bukan Hasilnya

Doaislami - Banyak sekali orang yang begitu mengapresiasi hasil seseorang dibandingkan mengapresiasi usahanya. Kebanyakan orang menjadikan hasil sebagai patokan keberhasilan, padahal sejatinya Allah melihat usahanya bukan hasilnya. Namun kebanyakan manusia menganggap orang yang lebih cepat membuahkan hasil dialah orang yang sukses dibandingkan mereka yang lebih hebat dalam berusaha.

Dalam islam pun kita akrab dengan kalimat Lailahaillallah yang sering terucap saat mendengar berita kematian ataupun musibah. Padahal sejatinya kalimat tersebut memiliki makna yang jauh lebih dalam dari sekedar ucapan atas berita kematian ataupun musibah. Kalimat Lailahaillallah menunjukan kepada kita sebagai manusia jika apapun yang ada di dunia ini adalah milik Allah dan semuanya akan kembali kepada-Nya. Dari sini seharusnya manusia sadar jika hasil bukanlah ajang dari suatu kesuksesan karena kapan pun jika Allah ingin mengambilnya maka semuanya hilang begitu saja.

Semuanya adalah milik Allah dan akan kembali kepada-Nya oleh karenanya Allah melihat usahanya bukan hasilnya, karena Allah lah yang memiliki segalanya sehingga sebuah hasil dari seorang makhluk bukanlah apa apa bagi-Nya. Contohnya saja
Nabi Sulaiman dan Nabi Nuh, yang mana Nabi Sulaiman hanya berdakwah sekitar 50 tahun dan dalam waktu sesingkat itu mampu membuat banyak orang masuk ke dalam agama islam. Ya, bagaimana tidak beliau adalah seorang raja yang cerdas, bijaksana, kaya raya, juga berilmu tinggi. Sehingga tidak ada alasan untuk tidak mengikuti apa yang diajarkan oleh Nabi Sulaiman as. 

Walaupun begitu banyak pendapat lain yang menyebutkan jika Nabi Sulaiman berdakwah kurang dari 50 tahun dan ada juga yang menyebutkan lebih dari 50 tahun. Ini karena kapan wafatnya Nabi Sulaiman itu sendiri tidak ada yang mengetahuinya secara pasti, sekalipun bangsa Jin. Sehingga berapa tahun Nabi Sulaiman berdakwah sangatlah banyak versinya.
Ketidaktahuan kapan wafatnya Nabi Sulaiman ini tercantum dalam Q.S Saba "Maka kompilasi kami telah menyusun kematian melintang (Sulaiman), tidak ada yang menunjukkan kepada mereka kematiannya itu sebagai rayap yang mengandung tongkatnya. Maka kompilasi dia telah tersungkur, tahulah jin itu akan menjadi se
kiranya, mereka bertanya apa saja yang ada di siksa yang menghinakan, "QS. Saba (34:14).

Nah berbeda dengan Nabi Nuh a.s yang mana beliau berdakwah hampir 500 tahun dan hanya memiliki pengikut yang kurang dari 100 orang, itupun dari kalangan rendah. Ada yang mengatakan pengikut Nabi Nuh hanyalah sekitar 70-80 orang.

Jika kita melihat dari segi hasil tentulah Nabi Sulaiman lebih unggul dari Nabi Nuh, dimana Nabi Sulaiman mampu membuat banyak orang masuk islam bahkan memperluas wilayah islam dalam jangka waktu kurang lebih 50 tahun. Sedangkan Nabi Nuh as hanya mampu mengumpulkan pengikut sekitar 70-80 orang dalam jangka waktu 500 tahun

Namun nyatanya siapa yang Allah pilih menjadi Nabi yang termasuk kedalam golongan Ulul Azmi ? Ya, Nabi Nuh as bukan Nabi Sulaiman as sebagaimana yang tercantum dalam Al Quran surat Al-Ahzab 7) "Dan (ingatlah) ketika Kami Mengambil perjanjian dari para nabi dan dari engkau (Muhammad), dari Nuh, Ibrahim, Musa, dan Isa putra Maryam, dan Kami telah Mengambil dari mereka perjanjian yang teguh."

 Ini membuktikan jika Allah melihat usahanya bukan hasilnya karena jika Allah melihat dari segi hasil maka yang akan mendapat gelar Ulul Azmi adalah Nabi Sulaiman as.

Oleh karenanya jangan pernah merasa iri dengan hasil yang orang lain sudah tuai sedangkan kita masih berusaha untuk mewujudkan nya. Ayolah ini bukanlah suatu kegagalan melainkan kesempatan untuk bisa meraih kesuksesan yang jauh lebih besar dari sukses yang telah orang lain tuai saat ini. Teruslah berusaha dengan sebaik mungkin karena Allah tidak pernah tidur dan luput dari keadilan nya.

Pernahkah mendengar "Usaha takan mengkhianati hasil?" Ya, percayalah jika Allah itu adil, dan akan memberikan sesuai dengan apa yang telah di usahakan. Jika pun apa yang kita usahakan tak menghasilkan hasil yang sama sesuai keinginan kita percayalah jika Allah akan menggantinya menjadi lebih baik lagi. Karena tidak setiap apa yang kita anggap baik itu baik menurut Allah dan yakinlah jika Allah lebih tahu mana yang terbaik bagi hambanya. Sebagaimana firman Allah swt :

و عسى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وهُوَ خَيْرٌ لكَمْ وَعَسى أَنْ تُحِبُّوْا شهيْئا وهو شرٌّ لالْملوم

“Bisa jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia sangat baik bagimu, dan bisa jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia sangat buruk bagimu. Allah tahu, sedang kamu tidak tahu. " (QS. Al Baqarah: 216)

Jadi jika kita telah berusaha sebaik mungkin lalu hasil yang kita dapatkan tidak sesuai dengan keinginan kita bukan berarti jika Allah tidak adil dalam membalas sesuatu, melainkan sesungguhnya Allah sedang menggantinya menjadi hasil yang lebih baik. Namun sayang nya manusia terkadang lebih dahulu berburuk sangka atas takdir Allah, padahal Allah adalah sebaik baik pemberi balasan.

Wallahualam
LihatTutupKomentar

Dmca