-->

17 Tanya jawab seputar shalat

17 Tanya jawab seputar shalat

17 Tanya jawab seputar shalat
17 Tanya jawab seputar shalat


Doaislami - Shalat adalah salah satu dari rukun islam. Shalat menduduki posisi ke dua setelah syahadat, mengapa demikian? Karena shalat (shalat fardhu) merupakan tiang islam (tiang agama),  sebagaimana Nabi Muhammad SAW bersabda "Shalat adalah tiang agama, barangsiapa mendirikannya maka sungguh ia telah menegakkan agama (Islam) itu dan barangsiapa meninggalkannya maka sungguh ia telah merobohkan agama (Islam) itu," (Baihaqi). 

Bahkan di akhirat kelak amalan yang pertama kali di hisab adalah shalat. Dari Anas RA, Nabi SAW bersabda, "Yang pertama kali akan dihisab dari seseorang pada hari kiamat adalah shalat. Jika shalatnya baik, akan baik pula seluruh amalnya. Jika shalatnya rusak akan rusak pula seluruh amal perbuatannya."

Dalam riwayat yang lain disebutkan: "Yang pertama kali ditanyakan kepada seorang hamba pada hari kiamat adalah perhatian kepada shalatnya. Jika shalatnya baik, dia akan beruntung (dalam sebuah riwayat disebutkan dia akan berhasil). Dan jika shalatnya rusak, dia akan gagal dan merugi." (Thabrani)

Oleh karena nya para muslim selalu mengkhawatirkan tentang shalat nya, apakah sudah benar atau belum. Apakah di terima atau tidak. Kekhawatiran itu tidak lain karena shalat merupakan amalan pertama yang akan di hisab di hari akhir kelak. Sehingga timbul pertanyaan pertanyaan seputar shalat. 

Berikut 17 tanya jawab seputar shalat

1. Apa sajakah sunah shalat?

A. sebelum masuk sholat ada 2 :
1. adzan & iqomat.

B. setelah masuk sholat ada 2 :
1. tasyahud awwal.
2. qunut dalam sholat subuh dan qunut dalam witir di pertengahan kedua bulan romadhon

C. sunah ha'at ada 15 :
1. mengangkat kedua tangan ketika takbirotul ikhrom, ketika akan ruku' dan bangun dari ruku'
2. meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri
3. membaca inni wajjahtu
4. membaca ta'awudz
5. membeca keras pada tempatnya
6. membaca lirih pada tempatnya
7. membaca aamiin
8. membaca surat setelah fatihah
9. membaca takbir ketika naik dan turun
10. mengucapkan sami'allohu liman hamidah robbanaa lakal hamd
11. membaca tasbih dalam rukuk dan sujud
12. meletakkan kedua tangan pada kedua paha ketika duduk sambil membuka tangan kiri dan menggenggam tangan kanan kecuali telunjuk
13. duduk posisi iftirosy dalam semua duduk
14. duduk posisi tawarruk saat duduk akhir
15. salam kedua. 

2. Apa sajakah syarat agar di terimanya shalat? 

Syarat agar di terima shalat menurut kitab Sullamut Taufiq hal 29 ada 4 poin, yakni:
1. Hanya bertujuan untuk mengabdi kepada-Nya, bukan yang lain.
2. Makanan, pakaian dan tempat yang digunakan untuk sholat adalah benar-benar halal
3. Khusyu', hatinya selalu hadir bahwasanya ia sedang bermunajat dengan Allah.
4. Tidak ujub atau ingin disanjung.

17 Tanya jawab seputar shalat

3. Bagaimana hukumnya shalat tanpa sajadah?

Dalam beragam kitab fiqih umumnya hanya menjelaskan 'tempat' sholatnya harus suci. Namun biasanya tempat sholat itu (lantai) tak terurus dengan baik sehingga cenderung kotor, maka dibuatlah alas sholat ( sajadah ).

 Intinya bukan soal harus dialasi sajadah yang mesti dilengkapi, namun tidak najisnya tempat sholatlah yang harus dipenuhi.

4. Bolehkah menentukan arah kiblat dengan kompas?

Boleh saja, para ulama menyebutkan bahwa orang yang menghadap ke kiblat tidak lepas dari dua keadaan:

1. Orang yang melihat Ka’bah secara langsung, maka diwajibkan atas orang ini untuk mengarah tepat ke arah ka’bah, tidak boleh melenceng darinya walaupun sedikit. Ini adalah hal yang disepakati oleh para fuqaha.

2. Adapun jika dia tidak melihat ka’bah secara langsung, maka dia diperbolehkan untuk hanya menghadap ke arah dimana ka’bah berada, walaupun tidak tepat mengarah ke ka’bah. Hal ini berdasarkan hadits Nabi shallallah ‘alaihi wasallam:

ما بين المشرق والمغرب قبلة

Apa yang ada di antara timur dan barat adalah kiblat.” (HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah dari Abu Hurairah)

5. Sah kah shalat di tempat ibadah non muslim?

Melaksanakan shalat di tempat peribadahan non muslim sah sah saja, tapi jika di lihat dari hukumnya maka berhukum makruh. Apalagi jika tidak mendapatkan izin dari non muslim tersebut maka hukum nya haram.

 Namun jika memang karena terpaksa atau dalam keadaan darurat maka itu boleh boleh saja. Tetapi alangkah lebih baik nya berusaha agar tidak sampai shalat di tempat peribadahan non muslim. Lebih baik di halte bus, atau mungkin tempat yang memungkin kan lainnya.

6. Jikalau ka'bah hancur karena peperangan, kemana kah arah kiblat?

Apapun yang terjad, arah kiblat tetap mengarah pada posisi ka'bah. Kiblat akan tetap mengarah kesana selama lamanya dan tidak akan berubah sama sekali. Lihat kitab tafsir al kabir.

7. Bagaimana hukumnya shalat di atas tanah tanpa alas

Selama diyakini tidak ada najis diatas permukaan tanah yang digunakan sholat, maka sholatnya sah. Sholat tanpa alas atau langsung di atas tanah bahkan lebih utama. Kecuali jika ada hajat, misalnya karena panas atau dingin atau selain keduanya. Alasan keutamaannya adalah karena rahasianya sallat adalah tawadhu' dan khudhu'/ merendahkan diri.

8. Bagaimana hukum mengusap wajah setelah Qunut subuh?

Hukum mengusap wajah setelah qunut tidak lah sunah. Namun, menurut Imam Ahmad hukum nya sunah.

Jadi, mau mengusap wajah atau tidak setelah qunut subuh itu boleh boleh saja, tergantung bagaimana keyakinan kita.

9. Hukum berpindah tempat saat shalat ?

Mungkin kita sering melihat jamaah lain shalat qobliyah di pojok kiri lalu saat mau shalat fardhu pindah posisi, begitupun saat akan melaksanakan shalat ba'diyah. Bagaimanakah hukum nya berpindah tempat saat shalat? 

Disunahkan berpindah dari tempat sholat pertama karena akan melaksanakan sholat fardhu atau sholat sunah yang lain, hal ini bertujuan agar tempat yang baru ini ikut menyaksikan, itupun jika memang tidak bertentangan keutamaanya.

10. Bolehkah hanya membaca tasbih 1x saat rukuk atau sujud?

Ya, boleh. Karena memang yang paling sedikit adalah 1x, namun itu hukumnya khilaful aula (menyalahi yang lebih utama). Ketika seseorang berposisi sebagai imam maka hendaklah membaca 3x meski makmum tidak ada yang rela. Apabila imam menambahi lebih dari 3x tanpa kerelaan para makmum maka hukum nya haram. Sedangkan yang paling sempurna membaca tasbih dalam rukuk atau sujud ialah sebanyak 5 atau 11x.

11. Bagaimana hukum menahan kentut?

Hukum menahan kentut saat akan shalat itu haram, tetapi jika menahan kentut ditengah tengah shalat maka itu wajib. Karena membatalkan yang fardhu itu haram.

12. Hukum memejamkan mata saat shalat?

 Menurut ulama fiqh hukum memejamkan mata saat shalat adalah makruh, ini merujuk pada sabda Nabi Muhammad shallallaahu alaihi wa sallam “Bila salah seorang diantara kalian berdiri menjalankan shalat, maka janganlah memejamkan kedua matanya”. (HR. at-Thabrany dalam Mu’jam al-Kabiir XI/34). 

Alasan kemakruhan diatas karena disinyalir memejamkan mata saat ibadah merupakan perbuatan orang-orang Yahudi, di takutkan nya akan kebablasan tidur dan kehilangan pahala sunah karena tidak melihat tempat sujud.

13. Batalkah shalat jika menelan sisa makanan saat shalat?

 Jika hanya menelan berupa rasa seperti rasa manis, asam, pedas, dll lewat air ludah maka tidak membatalkan shalat. Namun jika yang tertelan berwujud ('Ain) meski sedikit, maka batal jika tertelan.

14. Hukum menguap saat shalat?

Hukum nya tidak memengaruhi shalat,namun jika menguap saat shalat hendaklah menutupnya dengan tangan kiri. Ini sesuai dengan hadist Nabi Muhammad saw : “Bila salah seorang diantara kalian menguap maka jagalah mulut nya dengan tangannya karena sesungguhnya syetan memasukinya"

15. Hukum lewat di depan orang yang shalat?

Hukum lewat di depan orang yang shalat itu haram, apabila musholli sudah memberi sutroh (pembatas). Ini merujuk pada sebuah hadist Dari Abu Juhaim Ibnul Harits Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Seandainya orang yang lewat di depan orang yang sholat mengetahui dosa yang akan dipikulnya, maka ia lebih baik berdiri empat puluh hari daripada harus lewat di depannya." Muttafaq Alaihi dalam lafadznya menurut Bukhari. Menurut riwayat Al-Bazzar dari jalan lain: "(lebih baik berdiri) Empat puluh tahun."

Tetapi menurut Adzrô’i diperbolehkan, apabila sangat terpaksa. Sedangkan menurut al-Asnâwi tidak apa apa lewat di depan orang yang shalat jika memang tidak ada jalan lain.

16. Saat shalat haruskah memakai sutroh?

Ya, sutroh saat shalat di sunah kan. Sutroh itu sendiri berupa pembatas, agar orang lain tau itu atas sujud seseorang. Sehingga tidak sembarang orang lewat di atasnya. 

Sutroh itu sendiri boleh dengan :
1. Dinding atau tiang, yaitu segala yang tingginya 2/3 hasta atau lebih, dan jaraknya dengan tumit paling jauh adalah 3 hasta.
2. Jika tidak ada, bisa pakai tongkat yang di tancapkan
3. Jika tidak ada, bisa dengan membetangkan sajadah/semacamnya
4. Jika tidak ada juga, boleh dengan menggaris tempat di depannya sepanjang 3 hasta

17. Ancaman bagi orang yang meninggalkan shalat?

Ancaman bagi mereka yang meninggalkan shalat sangatlah dahsyat. Ia dilaknat di dalam Taurat, Injil, Zabur, dan Al-Quran, dan setiap harinya mendapat 1.000 laknat dan murka. Para malaikat melaknatnya dari langit pertama hingga ketujuh.

Sehingga barang siapa melalaikan sholat, Allah SWT akan menyiksanya dengan 15 siksaan. Enam siksaan di dunia, tiga siksaan ketika meninggal, tiga siksaan di alam kubur, tiga siksaan saat bertemu dengan Allah SWT.

Allah tidak akan menerima puasa, zakat, haji, sedekah, dan amal saleh seseorang yang meninggalkan sholat. Juga tidak akan memperoleh minuman dari telaga surga, tidak mendapat syafaat, dan tidak termasuk dalam umat Rasulullah. 

Ia juga tidak berhak memperoleh rahmat Allah.Tempatnya kelak di dasar neraka bersama orang-orang munafik, siksanya akan dilipatgandakan, dan di hari kiamat ketika dipanggil untuk diadili akan datang dengan tangan terikat di lehernya. Para malaikat memukulinya, pintu neraka jahanam akan dibukakan baginya, dan ia melesat bagai anak panah ke dalamnya, terjun dengan kepala terlebih dulu, menukik ke tempat Qorun dan Haman di dasar neraka.

Lalu Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa meninggalkan sholat hingga terlewat waktunya, lalu mengadanya, ia akan disiksa di neraka selama satu huqub (80 tahun).... Sedangkan ukuran satu hari di akhirat adalah 1.000 tahun di dunia.” Demikian tertulis dalam kitab Majalisul Akbar.

Sementara dalam kitab Qurratul Uyun, Abu Laits Samarqandi menulis sebuah hadis, “Barang siapa meninggalkan sholat fardu dengan sengaja walaupun satu sholat, namanya akan tertulis di pintu neraka yang ia masuki.” Ibnu Abbas berkata, ”Suatu ketika Rasulullah SAW bersabda, ‘Katakanlah, ya Allah, janganlah salah seorang dari kami menjadi orang-orang yang sengsara.’ Kemudian Rasulullah SAW bertanya, ‘Tahukah kamu siapakah mereka itu?’ Para sahabat menjawab, ‘Mereka adalah orang yang meninggalkan sholat. Dalam Islam mereka tidak akan mendapat bagian apa pun’.

Naudzubillah, semoga kita tidak termasuk kedalam golongan orang yang teramat merugi tersebut. Semoga kita bisa lebih mengindahkan lagi hal hal kecil seputar shalat. Sehingga lebih mampu mengerjakan shalat dengan lebih sempurna, dan khusu. Juga semoga kita selalu terhindar dari rasa malas akan shalat, sehingga tidak menjadi orang yang senantiasa lalai bahkan berani meninggalkan shalat. 

Semoga kita termasuk kedalam orang yang senantiasa menjaga shalatnya.Aamiin
LihatTutupKomentar

Dmca