Widget HTML Atas

Bolehkah Mengharapkan Pahala Dalam Beribadah

Bolehkah Mengharapkan Pahala Dalam Beribadah

Mengharapkan  Pahala Dalam Beribadah Ikhlas Gak sih ?
Bolehkah Mengharapkan  Pahala Dalam Beribadah

Doaislami - Mengharapkan pahala dalam beribadah ikhlas gak si? Mungkin pertanyaan ini lumrah di tengah masyarakat, karena tak jarang seseorang melaksanakan suatu ibadah karena tergiur oleh pahala yang di janjikan dalam peribadahan itu sendiri.


Seperti contohnya saja shalat tarawih yang sedang kita lakukan dalam bulan ramadhan ini, dimana pahala yang di janjikan Allah bagi mereka yang melaksanakan shalat tarawih begitu menggiurkan, seperti diberikan nya pahala yang sama dengan pahalanya orang yang mati syahid, akan di bangunkan nya sebuah rumah di surga kelak yang terbuat dari cahaya, atau diampuni segala dosa sehingga terhindar dari api neraka.

Lantas bolehkah kita mengharapkan pahala dalam beribadah? Bukankah dalam beribadah itu haruslah didasari dengan perasaan ikhlas? Dan ikhlas itu sendiri berarti hanya berharap kepada Allah saja. Nah, lalu apakah saat kita beribadah karena iming iming pahala itu juga termasuk ke dalam ikhlas?

Ya, emang benar jika dalam melaksanakan suatu ibadah haruslah didasari oleh rasa yang ikhlas. Sedangkan pengertian dari ikhlas itu sendiri adalah berharap hanya kepada Allah swt. Dan jika kita berfikir secara sepintas tentang beribadah karena ingin mendapatkan pahala sepertinya itu tidak termasuk pada ikhlas bukan? Karena ada harapan lain selain dari berharap kepada Allah swt, yakni harapan atas keinginan mendapatkan pahala.

Nah, pemahaman seperti itu juga selaras dengan pemahaman dari sebagian ulama dan ahli ibadah, dimana mereka punya keyakinan jika seseorang beribadah dan mengharap harap balasan di akhirat kelak (pahala) meski memang itu telah Allah janjikan maka tetap saja itu termasuk mencacati ikhlas. Meski mereka tidak menyatakan akan batalnya amalan atas orang seperti itu, namun mereka membenci seseorang yang memiliki niat demikian.

Bahkan sekelas Robiah Al Adawiyah pun memiliki pemahaman yang sama, dimana diantara perkataan beliau dalam bait syairnya, “Aku sama sekali tidak mengharap surga dan takut pada neraka (sebagai balasan ibadah). Dan aku tidak mengharap rasa cintaku ini sebagai pengganti”.

Jadi intinya mereka bermaksud mengatakan bahwa mengharapkan pahala dalam beribadah itu termasuk tidak ikhlas, sekalipun hanya berharap atau meminta untuk menginginkan surga dan terhindar dari api neraka. Namun janganlah kita mengambil keputusan tanpa sebuah rujukn yang kuat, dan sekuat kuatnya rujukan dalam islam ialah Al Quran dan As Sunah (hadist nabi). Oleh karena itu, mari kita lihat dalam Al Quran maupun dalam hadist tentang bolehkah mengharapkan pahala dalam beribadah? Dan itu termasuk ikhlas gak si?


Mengharapkan  Pahala Dalam Beribadah Ikhlas Gak sih ?

Berikut beberapa bukti dalam Al Quran maupun hadist bahwa ternyata mengharapkan pahala (meminta surga atau memohon perlindungan dari api neraka ) dalam beribadah itu boleh bahkan memang di perintahkan, maka mengharapkan pahala dalam beribadah itu termasuk ke dalam ikhlas. Berikut penjelasan nya :

1.Allah memerintahkan untuk berlomba lomba dalam meraih kenikmatan di surga
Ini terdapat dalam Q.S Al Muthaffifin ayat ke 26, yang mana artinya “Dan untuk yang demikian itu hendaklah  orang berlomba lomba”

Jika memang megharapkan pahala dalam beribadah termasuk ke dalam ketidak ikhlasan dan itu tidak diperbolehkan, lalu kenapa Allah malah menyuruh hambanya agar berlomba lomba dalam mendapatkan kenikmatan di surga nya.

2.Dalam Al Quran itu sendiri disebutkan atas balasan dari suatu amalan
Sebagaimana Allah swt berfirman dalam Q.S Al Kahfi ayat ke 107-108 yang artinya “Sesungguhnya orang orang yang beriman dan beramal shaleh, bagi mereka adalah surga Firdaus menjadi tempat tinggal, mereka kekal di dalamnya, mereka tidak ingin berpindah dari padanya”

3.Adanya kabar gembira dan peringatan dalam Al Quran
Allah ta’ala berfirman dalam Q.S Al Kahfi ayat ke 2 yang artinya “Al Quran sebagai bimbingan yang lurus, untuk memperingatkan siksaan yang sangat pedih dari sisi Allah dan memberi kabar gembira kepada orang orang yang beriman, yang mengerjakan amal shaleh, bahwa mereka akan mendapatkan balasan yang baik”.

4.Dalam Al Quran banyak ayat yang menjelaskan tentang keharusan atas menakuti azab atau meminta agar terpelihara dari siksa api neraka

- Q.S Al Israa ayat 57 “Orang orang yang mereka seru itu, mereka sendiri mencari jalan kepada Tuhan mereka siapa diantara mereka yang lebih dekat (kepada Allah) dan megharapkan rahmat Nya dan takut akan azab Nya, sesungguhnya azab Tuhan-Mu adalah sesuatu yang harus di takuti ”

- Q.S Al Furqan ayat 65 “Dan orang orang yang berkata ‘Ya Tuhan kami, jauhkan azab jahanam dari kami, sesungguhnya azab nya itu adalah kebinasaan yang kekal’.”
- Q.S Ali Imran aya 191-194 “Yaitu orang orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.

Ya Tuhan kami, sesungguhnya barangsiapa yang Engkau masukan ke dalam neraka, maka sungguh telah Engkau hinakan ia dan tidak ada bagi orang orang yang zalim seorang penolong pun. Ya Tuhan kami ampunilah bagi kami dosa dosa kami dan hapuskanlah dari kami kesalahan kesalahan kami, dan wafatkanlah kami beserta orang orang yang banyak berbakti. Ya Tuhan kami, berilah kami apa yang telah engkau janjikan kepada kami dengan perantara rasul rasul Engkau, dan janganlah Engkau hinakan kami di hari kiamat. Sesungguhnya Engkau tidak akan menyalahi janji”.

5.Malaikat pun meminta surga kepada Allah swt
Padahal para malaikat adalah seutama utamanya wali Allah, namun mereka masih tetap meminta surga kepada Allah swt. Ini terekam dalam sebuah hadist, dimana pada saat itu Nabi Muhammad saw menceritakan keadaan para malaikat, lalu beliau bersabda bahwa Allah swt berfirman “Apa yang para malaikat mohon pada-Ku? Mereka memohon pada-Mu surga”

6. Asyiah istri Firaun meminta rumah di surga
 Dimana yang kita ketahui meski beliau adalah istri dari Firaun yang durjana, orang yang bahkan menjadi sasaran utama atas kenabian pada zaman nabi Musa as namun Asyiah adalah orang yang beriman. Meski waliyullah Robiah Al Adawiyah mengatakan dalam bait syairnya, “Aku sama sekali tidak mengharap surga dan takut pada neraka (sebagai balasan ibadah). Dan aku tidak mengharap rasa cintaku ini sebagai pengganti”. Namun ternyata sekelas Asyiah istri Firaun pun, yang jelas lebih utama dari Robiatul Al Adawiyah masih meminta surga kepada Allah swt. Ini tertuang dalam Q.S At Tahrim ayat 11 “Dan Allah membuat istri Firaun perumpamaan dari orang orang yang beriman, ketika ia berkata: Ya Rabbku, bangunkan lah untuk ku sebuah rumah di sisi-Mu dalam Firdaus dan selamatkanlah aku dari Firaun dan perbuatannya, dan selamatkan aku dari kaum yang zalim. ”

7.Sekelas Nabi pun meminta surga
- Nabi Ibrahim as meminta surga kepada Allah swt, padahal beliau adalah salah satu nabi bahkan yang termasuk kedalam Ulul Azmi. Ini termaktub dalam Q.S Asy Syuara 85-87 “Dan jadikanlah aku termasuk orang orang yang yang mempusakai surga yang penuh kenikmatan dan ampunilah bapakku karena sesungguhanya ia adalah termasuk golongan orang orang yang sesat, dan janganlah Engkau hinakan aku pada hari mereka dibangkitkan”
- Nabi Muhammad saw meminta dan menyuruh untuk meminta surga.

Dari Abu Sholih, dari beberapa sahabat Nabi saw. Rasulullah saw pernah bertanya kepada seseorang “Doa apa yang engkau baca di dalam shalat? Aku membaca tahiyyat, lalu aku ucapkan ‘Allahumma inni as-alukal jannah wa audzu bika minannar’ (aku memohn pada Mu surga dan aku berlindung dari siksa neraka). Aku sendiri tidak mengetahui kalau engkau mendengungkannya begitu pula Muadz, jawab orang tersebut. Kemudian Nabi saw bersabda: Kami sendiri memohon surga (atau berlindung dari siksa neraka).

Dari penjelasan berikut dapat kita simpulkan jika mengharapkan pahala (baik meminta surga atau meminta perlindungan dari api neraka) dalam beribadah itu boleh, dan termasuk ke dalam ikhlas. Karena jika itu tidak termasuk ikhlas dan tidak diperbolehkan dalam beribadah tidak mungkin Allah swt menyuruh untuk berlomba lomba dalam meraih kenikmatan di surga, serta anjuran agar memohon perlindungan dari siksa neraka.

Bahkan keinginan mendapatkan pahala itulah yang bisa menjadi motivasi bagi seseorang dalam beribadah. Rasa ingin mendapatkan pahala itu masih termasuk ke dalam ikhlas, karena ikhlas itu sendiri berarti berharap hanya kepada Allah sahaja dan yang memberikan pahala itu tetap Allah swt. Sehingga mengharapkan pahala itu masih tetap termasuk ke dalam pengharapan kepada Allah. Nah, jadi selama niat kita hanya berharap kepada Allah, berharap dari Allah (mengharapkan pahala), atau oleh Allah maka itu masih termasuk ke dalam ikhlas.

No comments for "Bolehkah Mengharapkan Pahala Dalam Beribadah"

Berlangganan via Email