-->

Sholat Tarawih: Dalil,Jumlah Rakaat,Waktu Dan Keutamaanya

Sholat Tarawih: Dalil,Jumlah Rakaat,Waktu Dan Keutamaanya

SHOLAT TARAWIH: DALIL,JUMLAH RAKAAT, DAN KEUTAMAANNYA
Sholat tarawih

Pengertian Sholat Tarawih

Doaislami - Tarawih dalam bahasa Arab adalah bentuk jama’ dari تَرْوِيْحَةٌ yang diartikan sebagai "waktu sesaat untuk istirahat". karena sholat tarawih dilakukan dua rakaat dua rakaat .setiap dua rakaat setelah salam beristirahat sebentar lalu berdiri kembali melanjutkan sholat.

Syekh Ibnu Hajar al-Haitami menegaskan:

وسميت تراويح؛ لأنهم لطول قيامهم كانوا يستريحون بعد كل تسليمتين

Dan disebut tarawih, karena mereka beristirahat setiap dua kali salam, sebab lamanya berdiri. Mereka beristirahat tiap usai dua salam (empat rakaat),” (Syekh Ibnu Hajar al-Haitami, Tuhfah al-Muhtaj, juz 2, hal. 241).

Sholat tarawih adalah sholat sunnah yang khusus atau sering dilaksanakan di bulan Ramadhan saja. Karena sholat tarawih ini dulu terjadi ketika Rasulullah SAW. Melakukan sholat malam di masjid dan diikuti oleh sahabat dua hari kemudian Nabi Muhammad SAW.

Melaksanakan sholat yang sama dan di ikuti kembali oleh sahabat yang jumlahnya bertambah selanjutnta di hari ketiga atau keempat nabi melaksanakan sholat kembali dan di ikuti para sahabat yang jumlahnya menjadi semakin banyak. 

Di hari selanjutnya sahabat-sahabat nabi menunggu kehadiran beliau untuk melaksanakan sholat seperti hari-hari sebelumnya namun Rasulullah tak kunjung datang hingga subuh. Kemudian Nabi SAW menjelaskan tentang ketidak hadirannya malam itu untuk melaksanakan sholat adalah karena Rasulullah SAW.

Tidak mau para sahabat menganggap sholat yang beliau kerjakan itu diwajibkan.
Setelah itu, Rasulullah SAW tidak melanjutkan sholat(tarawih) berjamaah lagi.

Dalil Tentang Sholat Tarawih


DALIL TENTANG SHOLAT TARAWIH

Hadits Nabi saw riwayat al-Bukhari dari Aisyah r.a.

عَنْ عَائِشَةَ زَوْجِ النَّبِىِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّى فِيمَا بَيْنَ أَنْ يَفْرُغَ مِنْ صَلاَةِ الْعِشَاءِ وَهِىَ

الَّتِى يَدْعُو النَّاسُ الْعَتَمَةَ إِلَى الْفَجْرِ إِحْدَى عَشْرَةَ رَكْعَةً يُسَلِّمُ بَيْنَ كُلِّ رَكْعَتَيْنِ وَيُوتِرُ بِوَاحِدَةٍ

Artinya: Dari Aisyah, istri Nabi saw, (diriwayatkan bahwa) ia berkata: Pernah Rasulullah saw melakukan shalat pada waktu antara setelah selesai Isya yang dikenal orang dengan ‘Atamah hingga Subuh sebanyak sebelas rakaat di mana beliau salam pada tiap-tiap dua rakaat, dan beliau shalat witir satu rakaat.

Hadits Nabi saw riwayat Muslim dari Aisyah r.a.

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّى مِنَ اللَّيْلِ ثَلاَثَ عَشْرَةَ رَكْعَةً يُوتِرُ مِنْ ذَلِكَ بِخَمْسٍ لاَ يَجْلِسُ فِى شَىْءٍ إِلاَّ فِى آخِرِهَا

Artinya: Dari Aisyah (diriwayatkan bahwa) ia berkata: Pernah Rasulullah saw shalat malam tiga belas rakaat, beliau berwitir dengan lima rakaat dan beliau sama sekali tidak duduk (di antara rakaat-rakaat itu) kecuali pada rakaat terakhir [HR Muslim].

Hadits Nabi saw riwayat al-Bukhari dan Muslim dari Aisyah r.a.

عَنْ أَبِى سَلَمَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ أَنَّهُ سَأَلَ عَائِشَةَ رَضِىَ اللهُ عَنْهاَ كَيْفَ كَانَتْ صَلاَةُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِى رَمَضَانَ فَقَالَتْ مَا

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَزِيدُ فِى رَمَضَانَ وَلاَ فِى غَيْرِهِ عَلَى إِحْدَى عَشْرَةَ رَكْعَةً يُصَلِّى أَرْبَعًا فَلاَ تَسَلْ عَنْ حُسْنِهِنَّ

وَطُولِهِنَّ ثُمَّ يُصَلِّى أَرْبَعًا فَلاَ تَسَلْ عَنْ حُسْنِهِنَّ وَطُولِهِنَّ ثُمَّ يُصَلِّى ثَلاَثًا

Artinya: Dari Abu Salamah Ibn ‘Abd ar-Rahman (diriwayatkan) bahwa ia bertanya kepada Aisyah mengenai bagaimana shalat Rasulullah saw di bulan Ramadhan. Aisyah menjawab: Nabi saw tidak pernah melakukan shalat sunat di bulan Ramadhan dan bulan lainnya lebih dari sebelas rakaat. Beliau shalat empat rakaat dan jangan engkau tanya bagaimana indah dan panjangnya. Kemudian beliau shalat lagi empat rakaat, dan jangan engkau tanya bagaimana indah dan panjangnya. Kemudian beliau shalat tiga rakaat [HR al-Bukhari dan Muslim].

Jumlah Rakaat Sholat Tarawih


JUMLAH RAKAAT SHOLAT TARAWIH

Di zaman Rasulullah SAW  umumnya dikerjakan sebanyak 8 rakaat. Karena Rasulullah Saw tidak ingin menimbulkan keberatan. Dan Rasulullah Saw tidak mengharuskan sholat tarawih dilaksanakan di masjid karena ditakutkan sholat ini dianggap menjadi sholat yang wajib.

Dalam sebuah riwayat dijelaskan bahwa pada masa Khalifah umar bin Khattab menyebutkan jumlah rakaat sholat tarawih adalah 20 tapi ada riwayat lain yang menyebutkan bahwa rakaat sholat tarawih adalah 23 rakaat.

Namun, setelah dicari tahu kebenarannya ternyata riwayat yang menyebutkan sholat tarawih berjumlah 20 rakaat dihitung tanpa sholat witir sedangkan riwayat yang menyebutkan sholat tarawih berjumlah 23 rakaat dihitung dengan witir 3 rakaat. Memang sampai zaman sekarang ini mayoritas menggunakan rakaat sholat tarawih 23 rakaat berserta witir.

Waktu Pelaksanaan Sholat Tarawih

Pelaksanaan sholat tarawih kebanyakan sering dilaksanakan setelah isya.
Keterangan tersebut sebagaimana dijelaskan dalam referensi berikut ini:

قوله ووقتها بين صلاة العشاء وطلوع الفجر فهي كالوتر في الوقت ويندب تأخيره عنها “

Ucapan Syekh Ibnu Qasim, waktu tarawih adalah di antara shalat Isya’ dan terbitnya fajar, maka tarawih seperti witir dalam hal waktu, dan disunahkan mengakhirkan witir dari tarawih,” (Syekh Ibrahim al-Bajuri, Hasyiyah al-Bajuri ‘ala Ibni Qasim, juz 1, hal. 261).

Itu artinya sholat tarawih boleh dilaksanakan antara setelah sholat isya hingga terbit fajar. Jadi tidak sah dilaksanakan sebelum isya, dan di sunnahkan sholat tarawih diakhiri dengan sholat witir.

Keutamaan Sholat Tarawih



KEUTAMAAN SHOLAT TARAWIH


1.Diampuni dosa yang telah lalu

Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW Bersabda :

” Barangsiapa melakukan qiyam Ramadhan karena iman dan mencari pahala, maka dosa – dosa yang telah lalu akan diampuni ” ( HR. Bukhari dan Muslim )

Hadits diatas menyebutkan bahwa dengan kita melaksanakan sholat tarawih karena iman dan mencari pahala maka in syaa Allah Akan mengampuni dosa-dosa kita yang telah lalu.

2.Melaksanakan sholat tarawih berjamaah seperti shalat semalam penuh

Rasulullah tidak menganjurkan sholat tarawih harus di masjid berjamaah karena tidak ingin menimbulkan keberatan. Berarti bisa dilakukan sendiri-sendiri dirumah. Namun, dengan melaksanakan sholat tarawih berjamaah memiliki keutaman tersendiri. Dengan sholat tarawih berjamaah maka kita akan mendapat pahala seperti orang yang sholat semalam penuh. Subhanallah..

Hal tersebut juga dikuatkan oleh sabda Rasulullah SAW :

” Siapa yang shalat bersama imam sampai selesai, maka ditulis untuknya pahala qiyam satu malam penuh “.

Sabda Rasulullah diatas menyebutkan barang siapa yang shalat bersama imam sampai selesai itu artinya mengikuti dari awal sampai akhir maka pahala beribadah satu malam penuh.

3.Meningkatkan silaturahim

Tentunya jika kita melaksanakan sholat tarawih berjamaah di masjid otomatis akan bertemu dengan orang banyak dan itu secara tidak langsung akan meningkatkan ikatan silaturahim sesama umat muslim.

4.Menumbuhkan rasa cinta pada masjid

Maksudnya adalah dengan sholat tarawih berjamaah di masjid maka kita sudah memakmurkan masjid tersebut. Dan masjid juga menjadi ladang mencari pahala bagi setiap umat muslim. Dengan begitu kecintaan kita terhadap masjid akan tumbuh.

Semoga kita bisa melaksanakan sholat tarawih di bulan suci ramadhan yang penuh ampunan Allah Swt. Aamiin..

Wallahua'lam..
LihatTutupKomentar

Dmca