Pentingnya Ilmu Dalam Pandangan Islam

Pentingnya Ilmu Dalam Pandangan Islam

Kajian Ilmu Menurut Syariat Islam
Pentingnya ilmu dalam pandangan islam

Doaislami - Ilmu itu penting dalam kehidupan. Karena ilmu adalah pengetahuan, secara logika pun kita sadar tanpa ilmu kita tidak akan tahu dan tidak bisa apa apa. Sehingga dalam agama islam pun, ilmu memiliki keutamaan dan kedudukan nya sendiri. Orang yang berilmu itu jelas berbeda dari orang yang tak berilmu.

 Dalam kehidupan sosial, semisal dalam masyarakat pun mereka yang berilmu pasti di dahulukan dan memiliki nilai lebih serta posisi yang lebih tinggi dari yang lain. Ilmu itu bagaikan cahaya, yang memberikan petunjuk arah dalam sebuah kegelapan. Dengan ilmu pula kita bisa melakukan apapun, sekalipun mengubah dunia. Yeah! Why not? Because in this world nothing is impossible

Pengertian Ilmu

 What the science ? Science atau sering kitu sebut dengan ilmu begitu memiliki banyak arti, namun untuk lebih mudah nya ilmu adalah rangkaian pengetahuan. Bukan hanya sebuah pengetahuan tapi gabungan dari pengetahuan satu dengan pengetahuan lain, sehingga orang yang berilmu akan lebih mengetahui tentang sesuatu daripada orang yang tak berilmu. Sehingga dalam islam sendiri ada kenaikan derajat tersendiri bagi mereka yang berilmu. Sesuai dengan firman Allah swt

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا۟ فِى ٱلْمَجَٰلِسِ فَٱفْسَحُوا۟ يَفْسَحِ ٱللَّهُ لَكُمْ ۖ وَإِذَا قِيلَ ٱنشُزُوا۟ فَٱنشُزُوا۟ يَرْفَعِ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مِنكُمْ وَٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْعِلْمَ دَرَجَٰتٍ ۚ وَٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

 Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majlis", maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

 Allah Swt sendiri yang menjamin akan menaikan derajat seseorang yang berilmu beberapa derajat, itu sudah membuktikan jika ilmu itu penting bagi manusia. Sehingga Allah memberi apresiasi Nya berupa penaikan derajat bagi mereka yang berilmu.

Pentingnya Ilmu

Pentingnya Ilmu

 
 Ilmu memang sangat penting bagi kehidupan, karena tanpa ilmu kita mungkin tidak akan tahu dan bisa apa apa. Ini juga berbanding lurus dengan kedudukan ilmu itu sendiri dalam agama islam. Dimana islam sangat menekan kan pengikut nya untuk menuntut ilmu, saking pentingnya sebuah ilmu . Seperti hadist Nabi Muhammad saw

مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَطْلُبُ فِيهِ عِلْمًا سَلَكَ اللَّهُ بِهِ طَرِيقًا مِنْ طُرُقِ الْجَنَّةِ

 Barangsiapa meniti satu jalan untuk mencari ilmu, niscaya dengan hal itu Allah jalankan dia di atas jalan di antara jalan-jalan surga (HR Muslim XXXVIII/2699)

Juga ada sebuah kutipan dari Sayyidina Ali bin Abi Tholib, tentang penting nya sebuah ilmu

قَالَ علي بن أبي طالب
:

لَيْسَ الْجَـمَـالُ بِـأَثْوَابٍ تُزَيِّنُهَا * إِنَّ الْجَمَـالَ جَمَـالُ الْعَقْلِ وَالأَدَبِ


Sayyidina Ali bin Abi Tholib berkata:
Tidaklah cantik atau tampan seseorang karena memakai hiasan, Tapi sejatinya kecantikan atau ketampanan sebab ilmu dan kesopanan.

 Manusia merupakan makhluk yang mulia, karena dahulu pun Allah pernah memerintahkan malaikat dan jin sekalipun untuk sujud kepada Nabi Adam, bukan sebagai penyembahan tetapi sebagai bukti betapa Allah mengakui jika manusia itu adalah makhluk yang mulia. Manusia juga merupakan makhluk yang sempurna, sebagimana firman Allah

 (4) لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ

“Sungguh kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya”

 Namun ternyata, pembeda dari kedua keistimewaan manusia (makhluk yang mulia & makhluk yang sempurna) dengan makhluk lain nya hanyalah dengan Ilmu. Imam Muhammad bin Muhammad bin Muhammad bin Ahmad Abu Hamid Al-Ghozali berkata :

 Sesungguhnya keistimewaan yang membedakan manusia dengan makhluk lainnya adalah ILMU, manusia dikatakan makhluk mulia hanya karena ilmunya. Bukan karena kekuatannya, sebab bukankah unta lebih kuat ketimbang manusia ? Bukan karena kebesarannya, sebab bukankah gajah lebih besar ketimbang manusia ? Bukan karena keberaniannya, sebab bukankah binatang buas lebih berani ketimbang manusia ? Bukan karena kemampuan makannya, sebab bukankah sapi jantan lebih besar perutnya ketimbang manusia ? Bukan karena kuat setubuhnya, sebab bukankah paling hinanya burung pipit lebih kuat setubuhnya ketimbang manusia ? Manusia tiada tercipta kecuali untuk ilmu.... Ilmu dan ilmu........ [ Ihyaa 'Uluumiddiin I/7 ].

 Jika kita pikirkan mungkin malaikat lebih mulia dari manusia. Karena malaikat adalah makhluk yang diciptakan dari nur (cahaya), juga merupakan makhluk yang sangat taat kepada Allah swt. Namun nyatanya malaikat tidak seberuntung manusia yang diberikan waktu dan pilihan oleh Allah swt untuk menuntut ilmu. Sehingga beruntunglah kita selaku manusia, Allah telah memberikan kita kesempatan untuk bisa menjadi makhluk yang sangat mulia dengan cara terus mencari ilmu.

Kewajiban Menuntut Ilmu Dalam Islam

Saking pentingnya ilmu untuk keberlangsungan kehidupan manusia, terlebih untuk keberlangsungan beragama. Dimana beribadah dalam islam itu sendiri sepertu shalat, puasa, zakat, ibadah haji, muamalah, dll tidak akan bisa dilaksanakan jika tidak memiliki ilmu nya, sehingga pantas lah jika ilmu begitu memiliki kedudukan penting dalam islam. Sampai sampai hukum mencari ilmu itu wajib bagi setiap muslim.

طلب العلم فريضة على كل مسلم

 Bahkan kewajiban atas menuntut ilmu itu berlaku sepanjang hayat, sebagaimana dalam kitab Qoomi' thughyan disebutkan :

وقال  رسول الله صلى الله عليه وسلم: اطلب العلم ولو بينك وبينه بحر من نار،  وقال صلى الله عليه وسلم: اطلب العلم من المهد إلى اللحد أي إن تعلم العلم  فرض في جميع الأوقات والحالات.

 Rasulullah SAW bersabda : Carilah ilmu, walaupun di antara kamu dan ilmu terpisah lautan api. Sabdanya : Tuntutlah ilmu dari buaian sampai liang lahat (Artinya menuntut ilmu hukumnya fardhu disetiap waktu dan kesempatan).

Ilmu Yang Wajib Dipelajari Dalam Islam

 Hukum dari mempelajari / menuntut ilmu memang wajib bagi setiap umat muslim. Namun ternyata ada yang lebih memperinci jika mempelajari ilmu (syari'at) hukumnya fardu ain bagi laki laki, dan fardu kifayah bagi perempuan. Ilmu di dunia ini begitu luas dan banyak jenisnya, lalu ilmu mana kah yang wajib di pelajari oleh seorang muslim?
Menurut Imam Al-Ghozali ilmu yang wajib dicari / dipelajari ada tiga :

1. Ilmu tauhid
2. Ilmu yang berhubungan dengan hati
3. Ilmu syari'at

 Menurt Al Abhari, para ulama berbeda pendapat tentang ilmu yang fardhu (wajib di pelajari). Bahkan mereka sampai mengelompokkan nya menjadi lebih dari 20 kelompok. Dimana ada yang menyebutkan jika ilmu yang wajib di pelajari adalah ilmu tentang Sang Pencipta, sifat sifat Nya, nama nama Nya, tentang Keutusan Nabi saw, maupun tentang sholat. Syeh al arif robbani as suhrawardi berkata jika ilmu yang wajib adalah ilmu ikhlas. Karena untuk mengetahui bahaya nafsu dan merusak amal. Allah juga memerintahkan untuk ikhlas dalam beribadah, sehingga ilmu nya bersifat wajib. Dikatakan jika ilmu yang wajib adalah ilmu tentang makanan halal, karena Allah mewajibkan untuk memakan makanan yang halal. Dikatakan jika ilmu yang wajib adalah ilmu tentang jual beli dan nikah ketika akan memasukinya. Dikatakan jika ilmu yang wajib adalah ilmu tentang tauhid, dan ada pula yang mengatakan jika ilmu yang wajib dipelajari adalah ilmu batin, yaitu ilmu yang bisa menambahkan keyakinan seseorang terhadap Allah swt.

Ilmu Yang Bermanfaat

 Nah, setelah kita tahu pengertian ilmu, pentingnya ilmu dan kewajiban menuntut ilmu dalam islam. Lalu seperti apakah ilmu yang bermanfaat ? Adakah ciri cirinya ?

 Ternyata ilmu yang bermanfaat memiliki ciri ciri khusus. Menurut kitab bidayatul hidayah, tentang ciri ciri dari ilmu yang bermanfaat adalah :

والعلم النافع هو ما يزيد في خوفك من الله تعالى، ويزيد في بصيرتك بعيوب نفسك، ويزيد في معرفتك بعبادة ربك، ويقلل من رغبتك في الدنيا، ويزيد في رغبتك فني الآخرة، ويفتح بصيرتك بآفات أعمالك حتى تحترز منها، ويطلعك على مكايد الشيطان وغروره، وكيفية تلبيسه على علماء السوء،ن حتى عرضهم لمقت الله تعالى وسخطه؛ن حيث أكلوا الدنيا بالدين، واتخذوا العلم ذريعة ووسيلة الى أخذ اموال السلاطين، وأكل أموال الاوقاف واليتامى والمساكين، وصرفوا همتهم طول نهارهم إلى طلب الجاه والمنزلة في قلوب الخلق، واضطرهم ذلك إلى المراءاة والممراة، والمشاقة في الكالم والمباهاة.

 Ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang bisa menambah dalam ketakutanmu kepada Allah ta'ala, bisa menambah pengetahuan batinmu tentang cacatnya dirimu, bisa menambah ma'rifatmu dalam beribadah kepada Tuhanmu, bisa mengurangi rasa cintamu terhadap dunia, dan menambah rasa cinta terhadap akherat, bisa membuka mata hatimu untuk melihat bahayanya amalmu sehingga engkau bisa menjaga dari bahaya tsb, bisa memperlihatkanmu terhadap tipu daya setan, bisa memperlihatkanmu caranya menyamarkannya setan terhadap ulama' su' yang menjdikan mereka mendapatkan Murka Allah ta'ala, yaitu ulama' yang memakan dunia dengan agamanya, mereka mengambil ilmu sebagai perantara untuk mendapatkan harta dari raja, memakan harta wakaf, anak yatim dan orang miskin, dan mereka menggunakan waktu panjang siangnya untuk mencari pangkat dan derajat di hati makhluq, yang menjadikan mereka menjadi pamer, adu domba berlebihan dalam ucapan dan juga sombong.

Adab Menuntut Ilmu Dalam Islam

Adab Menuntut Ilmu Dalam Islam

 Ilmu yang bermanfaat selalu memberikan pengaruh yang baik bagi pemilik nya, seperti yang telah di jelaskan di atas. Seperti, menambah pengetahuan batin, menambah ketakutan kepada Allah, dan dll. Namun, untuk dapat memiliki ilmu yang bermanfaat pastinya tidak akan terlepas dari sebuah adab. Kenapa? Karena saat mencari ilmu dengan adab yang baik maka insyaAllah akan menghasilkan ilmu yang baik (bermanfaat) pula. Karena sejatinya adab itu lebih tinggi tingkatan nya dari pada ilmu itu sendiri. Nah, lalu bagaimanakah adab seorang murid terhadap seorang guru dalam menuntut ilmu?

Dalam kitab al adab fid din imam ghazali :

آداب المتعلم مع العالم

يبدؤه بالسّلام و يقل بين يديه الكلام و يقوم له إذا قام و لا يقول له : - قال فلان خلاف ما قلت و لا يسأل جليسه في مجلسه و لا يبتسم عند مخاطبته و لا يشير عليه بخلاف رأيه و لا يأخذ بثوبه ( لا يجذب منه ) إذا قام و لا يستفهمه عن مسألة في طريقه حتى يبلغ إلى منزله و لا يكثر عليه عند ملله .

Adab murid bersama gurunya.

 Memulai mengucapkan salam, tidak banyak berbicara dihadapannya, ikut berdiri ketika guru berdiri dan tidak mengatakan kepdanya : "fulan mengatakan sesuatu yang berbeda dengan apa yang anda katakan". Tidak bertanya kepada teman ketika berada di majlisnya guru, tidak tertawa ketika guru berbicara, tidak memperlihatkan kepadanya apa yang bertentangan dengan pendapatnya, tidak menarika bajunya ketika dia berdiri , tidak menanyakan suatu masalah ditengah perjalannya hingga sampai kerumahnya dan tidak banyak bersama ketika dia jenuh.

 Semoga kita selalu di berikan hidayah dalam hati kita untuk tetap menuntut ilmu. Terlebih ilmu syariat, yang mana ilmu itu sangat kita butuhkan untuk kehidupan akhirat kita kelak. Dan semoga ilmu yang selama ini kita pelajari melalui proses adab yang baik serta menjadikan nya ilmu yang bermanfaat. Aamiin

 Wallahua'lam...

0 Response to "Pentingnya Ilmu Dalam Pandangan Islam"

Post a Comment

dmca

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel