-->

Pengertian Zakat Maal lengkap Dengan Hukum,Dalil dan Syarat

Pengertian Zakat Maal lengkap Dengan Hukum,Dalil dan Syarat

Pengertian Zakat Maal

Pengertian Zakat Maal

Doaislami - Zakat mal atau disebut juga dengan zakat harta(maal) . Zakat maal ini bisa dikeluarkan berupa hasil pertanian, pertambangan, hasil laut, Emas, perak dan bentuk harta lainnya yang harus dikeluarkan zakatnya. Zakat mal ini berupa zakat yang di keluarkan untuk membersihkan harta yang kita miliki.

Zakat maal berbeda dengan infaq dan sedekah, jika infaq dan sedekah dikeluarkan atau diberikan tidak perlu mencapai nisab. Sedangkan zakat maal dikeluarkan ketika sudah mencapai nisab berbeda pula dengan zakat fitrah yang dikeluarkan hanya satu tahun sekali.

Zakat merupakan salah satu syariat islam termasuk juga zakat maal. Jika seseorang sudah mampu dan sudah memenuhi syarat maka mempunyai kewajiban untuk mengeluarkan zakat termasuk zakat maal(harta) terlebih untuk mereka yang mempunyai banyak harta.

Zakat maal ini dikeluarkan untuk membersihkan harta yang dimiliki untuk diberikan kepada yang mempunyai hak menerima nya.

Dalil Tentang Zakat Maal

Tentang zakat maal terdapat dalam QS.At Taubah (9) : 34

 … وَٱلَّذِينَ يَكۡنِزُونَ ٱلذَّهَبَ وَٱلۡفِضَّةَ وَلَا يُنفِقُونَهَا فِي سَبِيلِ ٱللَّهِ فَبَشِّرۡهُم بِعَذَابٍ أَلِيمٖ ٣٤ 

Artinya: “ …Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih”

Ayat diatas menjelaskan bahwa siapa saja yang memiliki harta seperti emas dan perak dan tidak menafkahkannya di jalan Allah dalam artian juga tidak mengeluarkan zakat atas harta yang ia miliki maka ia sangat lah rugi karena ia akan mendapat siksa yang teramat pedih nantinya. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari yang bersumber dari Abu Hurairah:

 «تَأْتِي الإِبِلُ عَلَى صَاحِبِهَا عَلَى خَيْرِ مَا كَانَتْ، إِذَا هُوَ لَمْ يُعْطِ فِيهَا حَقَّهَا، تَطَؤُهُ بِأَخْفَافِهَا، وَتَأْتِي الغَنَمُ عَلَى صَاحِبِهَا عَلَى خَيْرِ مَا كَانَتْ إِذَا لَمْ يُعْطِ فِيهَا حَقَّهَا، تَطَؤُهُ بِأَظْلاَفِهَا، وَتَنْطَحُهُ بِقُرُونِهَا»

Artinya: “Suatu hari kelak (Hari Kiamat), unta-unta akan datang kepada pemiliknya dalam keadaan yang baik- baik, (tetapi) jika pemiliknya tidak memberikan hak (zakat) atas unta tersebut, maka unta tersebut akan menginjak-injak  pemiliknya, dan kelak juga akan datang (pada Hari Kiamat) kambing kepada pemliknya dengan keadan yang baik, jika pemilik kambing tersebut tidak memberikan hak (zakat), maka kambing itu akan menginjang-injak dan menanduki pemiliknya dengan tanduknya” (HR. Imam Bukhari) 

Hadits diatas mengenai zakat maal bahwa seseorang yang memiki harta dan sudah mencapai nisabnya maka harus mengeluarkan zakatnya. Seperti disebutkan hadits diatas barang siapa yang memiliki seekor unta di hari kiamat nanti akan menghampiri kepada pemiliknya dengan baik tapi jika unta tersebut tidak di keluarkan zakatnya maka unta itu akan menjadi beban untuknya dan akan memberatkan nya bahkan akan menginjak-injak nya di hari kiamat nanti.

Berarti sudah jelas bahwa harta yang kita miliki dan sudah mencapai nisab nya harus di bersihkan dengan cara dikeluarkan zakatnya. Dengan dikeluarkan zakat nya maka harta yang ia miliki tidak sia-sia dan bermanfaat bagi orang lain. Selain dengan kita mengeluarkan zakat maal akan mendapat pahala juga kita bisa membantu meringankan beban orang lain.

Karena harta yang kita miliki di dalamnya terdapat hak orang lain yang harus kita berikan. Jika kita tidak memberikan nya dan hanya di simpan untuk diri sendiri maka sangatlah rugi dan akan mendapat dosa juga balasan yang pedih di akhirat nanti.

Hukum Zakat Maal 

Untuk hukum zakat maal itu sendiri adalah fardu 'ain atau wajib bagi setiap orang yang memiliki harta dan sudah mencapai batas minimal yang harus dikeluarkan zakatnya yaitu sudah mencapai haul dan nisab. Hal ini seperti yang dijelaskan dalam al-Qur’an surat at-Taubah (9) ayat 103: 

 خُذۡ مِنۡ أَمۡوَٰلِهِمۡ صَدَقَةٗ تُطَهِّرُهُمۡ وَتُزَكِّيهِم بِهَا وَصَلِّ عَلَيۡهِمۡۖ …

 Artinya: “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka” Lalu harta apa saja yang wajid di keluarkan zakatnya? Dibawah ini adalah macam-macam harta yang wajib dikeluarkan zakatnya:

Macam-Macam Harta Yang Wajib Di Keluarkan Zakatnya

  • Harta kekayaan yang dimiliki dan sudah mencapai nisab nya. 
  • Hewan ternak juga wajib dizakati seperti kambing, sapi, unta , dan lain sebagainya.
  • Benda-benda berharga seperti emas, perak, dan semisalnya.
  • Harta hasil pertanian atau makanan pokok seperti besar, gandum dan makanan pokok lainnya yang sudah mencapai haul dan nisab.
  • Harta hasil perniagaan yang juga wajib dizakati jika sudah memenuhi syarat zakat maal. Harta rikaz (barang temuan) jika kita menemukan barang dengan jumlah barang yang sudah memenuhi syarat zakat maka wajib dikeluarkan zakatnya

 Syarat Wajib Zakat Maal

Syarat Wajib Zakat Maal
Syarat Wajib Zakat Mall

Untuk bisa mengeluarkan zakat maal(harta). Maka harus memenuhi syarat wajib zakat maal. Zakat maal wajib hukumnya bagi setiap orang yang secara financial mampu bahkan memiliki kelebihan harta. Dibawah ini menjadi syarat wajib zakat maal untuk orang yang memiliki harta dan sudah mencapai nisab dan wajib dizakati.

  • Islam 
  • Merdeka
  • Berakal dan baligh 
  • Hartanya memenuhi nisab(batas minimal yang telah di tetapkan secara syar'i untuk mengeluarkan zakat) 
Mungkin itu beberapa ulasan mengenai zakat maal. Untuk kita yang sudah memenuhi syarat segeralah mengeluarkan zakat atas harta-harta yang kita miliki agar harta kita bersih dan bermanfaat. Aamiin.. Wallahua'lam...
LihatTutupKomentar

Dmca