Pengertian Zakat Fitrah:Dalil,Hukum,Syarat,Waktu Dan Orang Yang Berhak Menerima Zakat

Pengertian Zakat Fitrah:Dalil,Hukum,Syarat,Waktu Dan Orang Yang Berhak Menerima Zakat

Pengertian Zakat Fitrah
Pengertian Zakat Fitrah


Pengertian Zakat Fitrah

 Zakat fitrah adalah mengeluarkan sebagian harta kita untuk kita berikan kepada yang berhak menerima nya. Fitrah artinya suci itu artinya dengan mengeluarkan zakat fitrah maka kita menyucikan diri dan mendekatkan diri kepada Allah swt.

Zakat fitrah wajib dikeluarkan oleh setiap individu, laki-laki dan perempuan, tua dan muda, yang sudah memenuhi syarat. Dengan zakat fitrah maka puasa kita selama bulan Ramadhan akan sampai pada langit. Karena pada dasarnya puasa kita selama bulan Ramadhan tergantung diantara langit dan bumi maka dan tidak akan naik kecuali dengan mengeluarkan zakat fitrah.

Rasulullah Saw. Bersabda:

"Zakat fitrah merupakan penyucian bagi orang yang berpuasa dari kekurangan dan makanan bagi orang faqir & miskin”.

Dalil Zakat Fitrah

Banyak dalam Al Qur'an dalil-dalil tentang zakat fitrah. Dibawah ini beberapa ayat Al Qur'an mengenai zakat fitrah.

 “Jika mereka bertaubat, mendirikan sholat dan menunaikan zakat, maka (mereka itu) adalah saudara-saudaramu seagama. Dan Kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi kaum yang mengetahui“ (QS. At-Taubah : 11)

Zakat fitrah di keluarkan oleh setiap muslim maka barang siapa yang mengeluarkan zakatnya itulah saudara seagama(islam).

 “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka“. (QS. At-Taubah :103)

Ayat diatas anjuran untuk mengambil zakat pada orang-orang yang mempunyai kewajiban menunaikan nya memang zakat fitrah baik jika dipinta karena dengan begitu maka orang yang meminta zakat itu sudah membersihkan dan menyucikan orang yang mengeluarkan zakat. Dan orang yang menerima zakat hendaklah mendo'akan orang yang mengeluarkan zakat.

“Dan apa yang kamu berikan berupa zakat yang kamu maksudkan untuk mencapai keridhaan Allah, maka (yang berbuat demikian) itulah orang-orang yang melipat gandakan (pahalanya)“. (QS. Ar-Rum :39)

Dengan mengeluarkan zakat fitrah maka kita akan mendapatkan pahala yang berlipat ganda dengan catatan hanya mengharap ridho Allah swt.

Selain dari ayat Alquran zakat fitrah juga di sebutkan dalam beberapa hadits.

Zakat Fitrah merupakan pembersih bagi yang berpuasa dari hal-hal yang tidak bermanfaat dan kata-kata keji (yang dikerjakan waktu puasa), dan bantuan makanan untuk para fakir miskin”.(HR. Abu Daud)

Dengan mengeluarkan zakat fitrah juga maka zakat tersebut akan menjadi penghapus untuk perbuatan-perbuatan yang tidak baik selama kita menjalankan ibadah puasa. Selain itu bermanfaat bagi orang-orang yang membutuhkan.

Hukum Mengeluarkan Zakat Fitrah



HUKUM MENGELUARKAN ZAKAT FITRAH




Zakat fitrah merupakan salah satu syariat islam sebagaimana Rasulullah Saw pernah bersabda:

“Islam dibangun di atas 5 tiang pokok, yaitu kesaksian bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad Rasulullah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berpuasa pada bulan Ramadhan, dan naik haji bagi yang mampu.”

Dalam rukun islam zakat menjadi urutan ke tiga. Hadits diatas menunjukkan bahwa zakat hukumnya wajib bagi setiap muslim. Karena zakat termasuk kedalam rukun islam.

Sebagaimana Dalam hadits:

“Rasulullah SAW mewajibkan zakat fitrah sebanyak satu sha’ kurma atau satu sha’ gandum, atas budak dan orang merdeka, laki-laki dan perempuan, anak kecil dan orang dewasa dari kalangan kaum Muslimin.” (HR. Bukhari-Muslim).

Syarat Wajib Zakat Fitrah

1).Beragama Islam.
2).Hidup pada Bulan Ramadhan, jika bayi yang lahir pada ahir bulan ramadhan sebelum matahari terbenam maka wajib di keluarkan zakatnya. Lalu bagaimana cara ia menunaikan zakat tersebut yaitu diwakilkan oleh orang tuanya.
3).Mampu

Waktu Mengeluarkan Zakat Fitrah

Waktu untuk mengeluarkan zakat fitrah memang bisa kapan saja Selama bulan ramadhan. Namun ada waktu-waktu yang baik dan di anjurkan untuk mengeluarkan zakat fitrah.

“Barang siapa yang membayar zakat fitrah sebelum shalat ied, maka termasuk zakat fitrah yang diterima, dan barang siapa yang membayarnya sesudah shalat ied maka termasuk sedekah biasa (bukan lagi dianggap zakat fitrah)“. (HR. Bukhari dan Muslim)”

Hadits diatas menjelaskan bahwa mengeluarkan zakat fitrah sebelum sholat ied maka termasuk zakat fitrah. Sebaliknya jika setelah sholat ied maka itu bernilai pahala seperti sedekah tidak diterima sebagai zakat fitrah.

1).Waktu yang harus: Dimulai dari awal bulan sampai akhir bulan Ramadan.
2).Waktu yang Wajib: Setelah matahari sudah terbenam pada akhir bulan Ramadan.
3).Waktu Afdhal: setelah sholat subuh sebelum melaksanakan sholat ied.
4).Waktu Makruh: setelah melaksanakan sholat Idul Fitri sebelum terbenam matahari.
5).Waktu Haram: ketika matahari terbenam di akhir idul Fitri.

Orang Yang Berhak Menerima Zakat Fitrah

Orang yang berhak mendapatkan zakat fitrah tertuang dalam Qs.At taubah ayat ke 60. Sebagai berikut:

 إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاءِ وَالْمَسَاكِينِ وَالْعَامِلِينَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِي الرِّقَابِ وَالْغَارِمِينَ وَفِي سَبِيلِ اللَّهِ وَابْنِ السَّبِيلِ ۖ فَرِيضَةً مِنَ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

"Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu'allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana".(Qs At Taubah:60)

1).Fakir adalah oran-orang yang punya harta namun sangat sedikit. Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-harinya saja tidak mampu.

2).Miskin adalah orang-orang yang memiliki harta namun sedikit juga tapi memiliki penghasilan yang hanya cukup untuk makan dan kebutuhan sehari-hari tidak lebih dari itu.

3).Amil adalah orang yang mengurusi zakat dari mulai menerima sampai yang menyalurkan nya kepada yang berhak menerima. Amil juga termasuk berhak menerima zakat

4).Mu'allaf adalah orang yang baru masuk islam juga berhak menerima zakat.

5).Riqab / Orang yang Memerdekakan Budak
Di zaman dulu banyak saudagar-saudagar kaya yang memiliki budak. Maka budak tersebut terkadang ada yang membayar untuk menebusnya kemudian merdeka. Jadi orang yang menebusnya/memerdekakan budak juga berhak menerima zakat.

6).Gharim adalah orang yang memiliki banyak hutang ,ia berhak menerima zakat fitrah dengan catatan hutang yang ia miliki sebelumnya bukan untuk kemaksiatan jika berhutang karena maksiat maka gugur dan tidak berhak menerima zakat.

7).Fi Sabilillah adalah orang yang jihad dijalan Allah seperti orang yang mengembangkan sebuah sekolah, majlis maka berhak merima zakat.

8).Ibnu Sabil adalah orang yang sedang melakukan perjalanan jauh atau disebut juga dengan musaffir seperti misalnya para pekerja atau pelajar yang berada di perantauan berhak merima zakat fitrah.

Diatas adalah golongan orang-orang yang berhak menerima zakat fitrah. Namun, dari ke delapan golongan diatas lebih di utamakan kepada fakir dan miskin.

Mungkin itu yang dapat di jelaskan sedikit mengenai zakat fitrah. Mudah-mudahan kita dapat menunaikan apa yang telah di wajibkan atas kita termasuk zakat fitrah. Karena dengan zakat fitrah kita akan meringankan sedikit beban orang-orang yang membutuhkan. Semoga Allah senantiasa memberikan kepada kita rizki yang banyak agar kita bisa selalu berbagi kepada sesama. Aamiin..

Wallahua'lam..


0 Response to "Pengertian Zakat Fitrah:Dalil,Hukum,Syarat,Waktu Dan Orang Yang Berhak Menerima Zakat"

Post a Comment

dmca

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel