-->

Hukum Membunuh dilihat dari Segi islam dan macam - macamnya

Hukum Membunuh Di Lihat Dari Segi Islam

pengertian pembunuhan
Hukum membunuh dilihat dari segi islam

Pengertian Membunuh

Doaislami - Membunuh adalah upaya melenyapkan atau menghilangkan nyawa seseorang dengan cara melanggar hukum atau tidak melanggar hukum.
Pembunuhan yang dilakukan bisa karena beberapa alasan dan banyak motif dari alasan membunuh menghabisi korban nya, Seperti motif nya itu dendam, politik, percintaan dan motif-motif yang lain yang membuat si pembunuh tega melakukan kejahatan itu.

Di zaman sekarang ini marak sekali kasus-kasus pembuhan . pembunuhan terjadi di mana mana, seperti sudah tidak asing lagi kita mendengar kasus seperti itu. Pembunuhan terjadi di kalangan masyarakat yang kerap memiliki masalah bahkan zaman sekarang ini pembunuhan bukan hanya di lakukan oleh orang dewasa saja kini anak-anak di bawah umurmu sudah berani menghabisu nyawa seseorang tanpa ragu.

Seperti contoh kasus pembunuhan yang belum lama ini terjadi. Seorang anak di bawah umur membunuh tetangga nya sendiri seorang anak kecil yang umurnya lebih muda dari si pembunuh. Pembunuhan ini ia lakukan sendiri dengan tangannya sendiri yaitu dengan menenggelamkan si korban ke dalam bak kamar mandi di lakukan secara berulang-ulang hingga akhirnya si korban meregang nyawanya di tempat. Kemudian, mayat si anak kecil di masukan kedalam lemari baju si pelaku untuk menghilangkan jejak dan barang bukti pembunuhan. Tapi, setelah beberapa hari kemudian si pelaku menyerahkan dirinya ke polisi dan mengakui apa yang telah ia perbuat. Menurut bukti pernyataan dari si pelaku di duga ia mengalami kelainan psikis atau sering di sebut juga psikopat.

Jadi, pembunuhan kerap terjadi di mana pun dan oleh siapa pun dan yang melakukannya bisa dari kalangan Dewasa, remaja bahkan anak-anak sekalipun

Lalu, apakah ada pembunuhan yang di tidak dianggap salah?

Macam-Macam Pembunuhan


macam-macam pembunuhan


1).Pembunuhan di sengaja

        Pembunuhan di sengaja ini jelas tindakan nya karena memang sudah ada niat dan sudah direncanakan. Baik berupa siasat yang akan dilakukan, waktu yang sudah ditentukan, cara membunuhnya, dan alat untuk membunuhnya itu semua sudah terencana sebelumnya.

Sebagaimana firman Allah SWT:

وَمَنْ يَقْتُلْ مُؤْمِنًا مُتَعَمِّدًا فَجَزَاؤُهُ جَهَنَّمُ خَالِدًا فِيهَا وَغَضِبَ اللَّهُ عَلَيْهِ وَلَعَنَهُ وَأَعَدَّ لَهُ عَذَابًا عَظِيمًا

Dan barangsiapa membunuh seorang Mukmin dengan sengaja, maka balasannya ialah jahannam. Ia kekal di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya.[an-Nisâ`/4:93]

Ayat diatas menegaskan bahwa Allah melarang membunuh seseorang dengan sengaja karena perbuatan itu akan menerima pembalasan yang teramat pedih.

2). Pembunuhan seperti di sengaja

Pembunuhan seperti disengaja dilakukan dengan tindakan yang awalnya ia mengira perbuatan yang ia lakukan tidak akan menyebabkan kematian. Dan alat yang di gunakan di katakan tidak akan sampai membunuh. Misalnya: Seorang guru yang melemparkan penghapus kepada muridnya karena tidak memperhatikan pelajaran. Ketika guru itu melemparkan penghapus dengan tujuan menegur si murid tidak disangka si murid meninggal dunia. Padahal awalnya guru tersebut tidak berniat membunuhnya.

3).Pembunuhan tidak disengaja

Pembunuhan tidak disengaja ini benar-benar pembunuhan yang memang tidak direncanakan baik waktu ,tempat ataupun caranya. Pembunuhan tidak di sengaja artinya pembunuhan yang terjadi secara tidak sengaja dan akibat itu di luar kehendak si pelaku karena memang dari awal tidak berniat menghabisi si korban.
sebagaimana firman Allah Azza wa Jalla:

وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ أَنْ يَقْتُلَ مُؤْمِنًا إِلَّا خَطَأً

Dan tidak layak bagi seorang Mukmin membunuh seorang Mukmin (yang lain), kecuali karena tersalah (tidak sengaja) [an-Nisâ`/4:92]

Pembunuhan tidak di sengaja misalnya: Ada orang yang sedang memanjat pohon kelapa untuk mengambil buah kelapa dan di bawah pohon ada seseorang yang sedang melewati jalan pohon tersebut. Secara tidak sengaja kelapa yang sedang dipetik lepas dari genggaman dan jatuh menimpa seseorang di bawah pohon tadi sehingga mengakibatkan kematian. Nah, pembunuhan ini termasuk kedalam pembunuhan tidak disengaja.

Hukum Membunuh


Hukum membunuh


Untuk hukum membunuh itu apa maka dibagi menjadi tiga bagian yaitu hukum membunuh sengaja, hukum membunuh seperti disengaja dan hukum membunuh tidak di sengaja.

1. Hukuman Membunuh Secara Sengaja

Membunuh secara sengaja ini mendapatkan konsekuensi pada 3 hak. Yaitu: hak Allah SWT ,hak korban, dan hak wali korban .

a. Hak Allah SWT

Membunuh secara sengaja berhubungan langsung dengan hak Allah SWT, karena telah melanggar larangan Allah SWT.

Sebagaimana firman Allah SWT:

وَمَنْ يَقْتُلْ مُؤْمِنًا مُتَعَمِّدًا فَجَزَاؤُهُ جَهَنَّمُ خَالِدًا فِيهَا وَغَضِبَ اللَّهُ عَلَيْهِ وَلَعَنَهُ وَأَعَدَّ لَهُ عَذَابًا عَظِيمًا

Dan barangsiapa yang membunuh seorang Mukmin dengan sengaja, maka balasannya ialah jahannam. Ia kekal di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya.[an-Nisâ`/4:93]

Ayat diatas adalah ancaman bagi seseorang yang membunuh secara sengaja maka baginya balasan masuk neraka dan akan di adzab dengan adzab yang besar.

b. Hak korban

Hak korban maksudnya adalah Hak dimana si korban bisa meminta pertanggung jawaban kepada si pelaku, karena korban telah mati dan hilang atau pembunuh telah dihukum. Korban akan meminta haknya di hari kiamat nanti dari pembunuhnya. Namun, apakah akan diambil dari kebaikan pembunuh (di akhirat) atau Allah SWT dengan keutamaan dan kemurahan-Nya yang akan menanggungnya? Yang benar –sebagaimana dirâ’jihkan Imam Ibnu al-Qayyim rahimahullah dan Ibnu Utsaimîn rahimahullah [9] – adalah Allah SWT yang akan menggantinya di hari kiamat dari hamba-Nya yang bertaubat dan memperbaiki hubungan keduanya.

C. Hak wali korban

Wali korban atau keluarga korban bisa meminta pertanggung jawaban dengan 3 pilihan. Pertama Qishas ,kedua diyat, ketiga

1. Qishâsh

dengan dilakukan hukuman pancung kepada pelaku pembunuhan yang dilaksanakan oleh pemerintah. Hal ini berdasarkan pada firman Allah Azza wa Jalla :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِصَاصُ فِي الْقَتْلَى

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu qishâsh berkenaan dengan orang-orang yang dibunuh; [al-Baqarah/2:178]

Namun, dalam hal ini keluarga dianjurkan memaafkan si pelaku jika memang sipelaku tidak terlihat jelek(prilakunya). Dan bisa digantikan dengan hukukan kedua yaitu diyat.

2. Membayar diyât

berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam :

وَمَنْ قُتِلَ لَهُ قَتِيلٌ فَهُوَ بِخَيْرِ النَّظَرَيْنِ إِمَّا أَنْ يُفْدَى وَإِمَّا أَنْ يُقْتَلَ

Siapa yang menjadi wali korban pembunuhan maka ia diberi dua pilihan, memilih diyat atau qishâsh. [HR Muslim no. 3371]

3. Memberikan ampunan tanpa bayaran

Para ahli waris korban atau disebut wali korban memiliki hak untuk mengampuni pelaku dengan tidak meminta qishaas atau diyat. Jika memang si pelaku diampuni oleh sebagian wali korban maka si pelaku lepas dari hukuman qishas dan diyat, hanya saja pelaku harus membayar diyat sebagai pengganti atau menebus dosa terhadap wali atau ahli waris yang tidak memaafkannya.

Hal berdasarkan firman Allah SWT:

فَمَنْ تَصَدَّقَ بِهِ فَهُوَ كَفَّارَةٌ لَهُ ۚ

Barangsiapa yang melepaskan (hak Qishaash) nya, maka melepaskan hak itu (menjadi) penebus dosa baginya. [al-Maaidah/5:45]

2.Hukuman Membunuh Seperti Disengaja

Allah Azza wa Jalla berfirman:

وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ أَنْ يَقْتُلَ مُؤْمِنًا إِلَّا خَطَأً ۚ وَمَنْ قَتَلَ مُؤْمِنًا خ َطَأً فَتَحْرِيرُ رَقَبَةٍ مُؤْمِنَةٍ وَدِيَةٌ مُسَلَّمَةٌ إِلَىٰ أَهْلِهِ إِلَّا أَنْ يَصَّدَّقُوا ۚ فَإِنْ كَانَ مِنْ قَوْمٍ عَدُوٍّ لَكُمْ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَتَحْرِيرُ رَقَبَةٍ مُؤْمِنَةٍ ۖ وَإِنْ كَانَ مِنْ قَوْمٍ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَهُمْ مِيثَاقٌ فَدِيَةٌ مُسَلَّمَةٌ إِلَىٰ أَهْلِهِ وَتَحْرِيرُ رَقَبَةٍ مُؤْمِنَةٍ ۖ فَمَنْ لَمْ يَجِدْ فَصِيَامُ شَهْرَيْنِ مُتَتَابِعَيْنِ تَوْبَةً مِنَ اللَّهِ ۗ وَكَانَ اللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا

Dan tidaklah layak bagi seorang Mukmin membunuh seorang Mukmin (yang lain), kecuali karena tersalah (tidak sengaja) dan barangsiapa membunuh seorang Mukmin karena tersalah (hendaklah) ia memerdekakan seorang hamba sahaya yang beriman serta membayar diat yang diserahkan kepada keluarganya (si terbunuh itu), kecuali jika mereka (keluarga terbunuh) bersedekah. Jika ia (si terbunuh) dari kaum yang memusuhimu, padahal ia Mukmin,maka (hendaklah si pembunuh) memerdekakan hamba-sahaya yangMukmin. Dan jika ia (si terbunuh) dari kaum (kafir) yang ada perjanjian (damai) antara mereka dengan kamu, maka (hendaklah si pembunuh) membayar diat yang diserahkan kepada keluarganya (si terbunuh) serta memerdekakan hamba sahaya yang Mukmin. Barangsiapa yang tidak memperolehnya, maka hendaklah ia (si pembunuh) berpuasa dua bulan berturut-turut sebagai cara taubat kepada Allah. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. [an-Nisâ’/4:92]

3.Hukuman Membunuh Tidak Disengaja

Menurut kesepakatan Ulama fikih, pembunuhan karena tidak disengaja memiliki konsekuensi hukum membayar diyat dan kafarat serta tidak ada qishâsh.

Ibnu Taimiyah rahimahullah menyatakan:

bahwa pembunuhan karena tidak disengaja dan yang memiliki konsekuensi hukuman, seperti menembak buruan atau target tertentu lalu mengenai manusia tanpa sepengetahuan dan kesengajaan; maka ini tidak ada qishâsh dan yang ada hanyalah diyat dan kafarah [5]

Mungkin hanya itu pembahasan mengenai pembunuhan. Mudah-mudahan kita semua bisa terhindar dari perbuatab keji seperti itu karena orang yang melakukan perbuatan itu berarti iman nya sedang lemah. Mudah-mudahan kita semua selalu mengingat Allah SWT. Agar terhindar dari akhlak yang tidak terpuji. Aamiin...

Wallahua'lam..
LihatTutupKomentar

Dmca