-->

Kumpulan Pertanyaan Tentang Puasa Ramadhan

Kumpulan Pertanyaan Tentang Puasa Ramadhan

Kumpulan Pertanyaan Seputar Puasa Ramadhan
Kumpulan Pertanyaan seputar puasa Ramadhan

Doaislami - Bulan ramadhan adalah bulan suci bagi umat islam, dimana semua orang muslim di seluruh dunia melakukan ibadah puasa di bulan itu. Namun pada kenyataan nya masih banyak orang muslim yang masih belum faham atas bulan ramadhan itu, baik menyangkut tentang tata cara puasa ramadhan, sunah sunah dari puasa ramadhan atau tentang perkara apa saja yang dapat merusak pahala bahkan membatalkan puasa ramadhan. Mungkin sejak kecil kita tahu tentang puasa ramadhan tapi tidak secara detail, sehingga menimbulkan sekian banyak pertanyaan tentang apa saja kah yang dapat membatalkan puasa saat ramadhan. Untuk menjawab semua pertanyaan itu, dalam artikel ini akan membahas secara detail tentang kegiatan sehari hari yang mungkin tanpa kita sadari dapat merusak pahala puasa ramadhan kita, atau bahkan membatalkan nya.

Inilah Beberapa Contoh yang Sering Dipertanyakan 

Air Tertelan Saat Berkumur ?

Ya, pertanyaan ini mungkin kerap kita dengar. Apakah jika air tertelan saat berkumur membatalkan puasa atau tidak? Jika puasa sunah biasa maka jelas tidak terlalu jadi permasalahan, namun bagi puasa ramadhan ini bisa jadi masalah serius. Karena jika saat berpuasa ramadhan lalu batal harus di qadha. Nah jadi, air tertelan saat berkumur batal gak sih?

Hukum tertelan nya air saat berkumur itu lebih dari satu
1. Jika berkumur karena syariat seperti mandi/wudhu dan tidak berlebihan maka tidak batal.
2. Jika berkumur karena syariat namun berlebihan, maka batal.
3. Jika berkumur bukan karena syariat (ingin mendinginkan mulut,dsb) maka batal.


Mencicipi Masakan Saat Puasa Ramadhan ?

Khusus nya bagi ibu ibu nih yang saat memasak disaat bulan ramadhan mungkin khawatir masakan nya keasinan, kemanisan, dsb. Apakah hukum mencicipi masakan disaat berpuasa ?

Hukum nya mubah atau ya, boleh boleh saja dan tidak makruh. Itupun jika memang ada hajat tertentu dan memang hanya mencicipi di lidah, tidak sampai tertelan. Namun jika tidak ada hajat apa apa lalu ingin mencicipi masakan maka hukum nya makruh dan bisa mengurangi pahala dari puasa.

ومحل الكراهة ان لم تكن له حاجة اما الطباح رجلا كان او امراءة ومن له صغير يعلله فلا يكره في حقهما ذلك قاله الزيادي

"Dimakruhkan mencicipi makanan (bagi orang yang puasa...) tersebut bila memang bagi orang yang tidak ada kepentingan sedangkan bagi seorang pemasak makanan baik laki-laki atau perempuan atau orang yang memiliki anak kecil yang mengunyahkan makanan buatnya maka tidak dimakruhkan mencicipi makanan buat mereka seperti apa yang di fatwakan Imam Az-Ziyaadi". (Assyarqowy I/445).


Disuntik Saat Berpuasa Ramadhan ?

Jika kita sakit dan bertepatan saat bulan ramadhan, mungkin banyak yang berpikir dua kali untuk pergi ke dokter. Karena jika ke dokter nanti di suntik, ah nanti batal puasa nya? Kalau tidak pergi ke dokter ditakutkan semakin parah dan tidak mampu untuk berpuasa keesokan harinya. Jadi jika di suntik saat puasa batal atau tidak ya?

Nah disuntik saat puasa tidak batal jika emang darurat. Dalam pembahasan tentang hal hal yang membatalkan puasa juga dijelaskan jika yang membatalkan puasa adalah adanya sesuatu yang masuk kedalam rongga (lubang terbuka) yang 6. Yaitu mulut, telinga, hidung, dubur, kemaluan, dan payudara (bagi wanita). Jika dilihat dari situ maka disuntik tidaklah dapat membatalkan puasa, karena sudah jelas bukan sesuatu yang masuk melewati ke 6 rongga tadi, melainkan di tusukan pada kulit dan kulit tidak lah termasuk rongga (lubang terbuka). Namun para ulama berbeda pendapat dalam hal ini. Pertama, tidak batal secara mutlak karena masuknya kedalam tubuh bukan melalui lubang yang terbuka. Kedua, batal secara mutlak karena masuk kedalam tubuh. Ketiga, lebih di perinci :
1. Jika suntikan nya berisi suplemen / makanan yang merupakan kebutuhan tubuh maka jelas batal
2. Jika hanya mengandung suplemen (obat) maka (a). Membatalkan puasa jika disuntikan kedalam pembuluh darah. (b). Tidak batal jika di suntikan lewat urat urat yang tidak berongga.


Berjualan Makanan Di Siang Hari Saat Bulan Ramadhan ?

Berjualan makanan di siang hari saat bulan ramadhan itu haram dan termasuk jual beli yang condong tehadap maksiat, jika memang si penjual yakin atau memiliki dugaan kuat akan ada orang yang membeli makanan nya di siang hari untuk berbuka puasa. Ini berlandasakan

ومن النحو بيع الأمرد لمن عرف بالفجور والجارية لمن يتخذها للغناء المحرم والخشب لمن يتخذه آلة لهو وإطعام مسلم مكلف كافرا مكلفا في نهار رمضان وكذا بيعه طعاما علم أو ظن أنه يأكله نهارا .

Sebagian contoh jual beli yang diharamkan adalah menjual amraad (pemuda tampan) pada orang yang diketahui kemesumannya, menjual sahaya wanita untuk menyanyi yang diharamkan, menjual kayu pada orang yang akan memakainya untuk alat malaahi, dan seperti orang muslim dewasa yang memberi makanan pada orang kafir dewasa disiang hari ramadhan, begitu juga menjual makanan bila yakin atau menduga kuat ia akan memakannya disiang hari ramadhan. [ Hasyiyah al-Bujairomi II/224 ].

Jadi sebaiknya jangan berjualan di siang hari nya ya. Jika memang berjualan merupakan satu satunya cara untuk mencari rezeki bisa di ganti di sore atau malam hari nya saja.


Menelan Ludah Saat Puasa Ramadhan ?

Terkadang saat sedang berpuasa air liur/
ludah kita seakan terasa banyak dan kerap kali kita menelan nya, lalu apakah itu dapat membatalkan puasa?

Menelan ludah sendiri tidaklah membatalkan puasa, namun lain hal nya jika kita sengaja mengumpulkan nya di dalam mulut lalu di telan, maka ada dua pendapat. Ada yang membatalkan nya karena itu unsur kesengajaan, ada juga yang tidak (semisal karena memang banyak berbicara).


Jima' Di Siang Hari Bulan Ramadhan Karena Lupa ?

Bagaimana jika melakukan jima' di siang hari bulan ramadhan karena lupa, apakah membatalkan puasa atau tidak ya? Terlebih bagi pengantin baru, mungkin lagi seneng seneng nya sampai lupa bahwa ia sedang berada di bulan ramadhan.

Jima' di siang hari di bulan ramadhan karena lupa maka tidaklah membatalkan puasa dan tidak di kenakan kafarot, karena pelanggaran ini sama hal nya saat kita sedang berpuasa lalu makan sebab lupa. Karena pada dasarnya apapun itu jika dilatarbelakangi oleh lupa maka tidak merubah apapun, namun jika saat melakukan hubungan intim lalu ingat jika saat itu bulan ramadhan dan beralasan tanggung lalu melanjutkan nya maka itu membatalkan puasa dan dikenai kafarot.


Sopir Termasuk Musafir Lalu Bolehkah Membatalkan Puasa Ramadhan ?

Mungkin ada sebuah pertanyaan akankah ada keringanan bagi seorang sopir bus Jakarta - Surbaya misalnya, karena sopir bus dengan jarak jauh seperti itu selalu bepergian dari satu kota ke kota lain setiap harinya, seperti hal nya musafir. Maka bolehkan sopir membatalkan puasa ramadhan mengingat dirinya yang sering bepergian (tidak bermukim) ?

Nah ternyata walaupun sopir itu memang selalu bepergian dan tidak bermukim, namun tidak sama hal nya dengan seorang musafir. Jadi sopir tidak boleh meninggalkan (membatalkan) puasa ramadhan. Karena jika di bolehkan, maka ditakutkan ia akan membatalkan puasa ramadhan setiap harinya. Sehingga akan meninggalkan kewajiban selama lama nya. Tetapi jika menurut Ibnu Hajar, boleh untuk meninggalkan (membatalkan) puasa ramadhan jika ada niatan untuk mengqhada nya di hari lain yang waktu siang nya lebih pendek.


Mencium Istri Di Siang Hari Saat Puasa Ramadhan ?

Mungkin sudah menjadi kebiasaan seorang suami mencium istrinya saat akan berangkat kerja atau mungkin selepas dari kerja, namun bolehkah jika mencium istri di siang hari saat puasa di bulan ramadhan ?

Mencium istri di siang hari saat puasa ramadhan boleh boleh saja, sekalipun jika mencium bibir sang istri. Namun itu pun jika tidak sampai keluar air mani, jika di takutkan keluar air mani maka tidak di bolehkan karena keluarnya air mani dengan di sengaja dapat membatalkan puasa.


Mengunyah Makanan Untuk Bayi Saat Puasa Ramadhan ?

Seorang ibu selalu melakukan apa saja untuk anak nya, sekalipun mengunyah makanan untuk sang bayi. Namun jika ini terjadi saat sang ibu puasa di bulan ramadhan bagaimanakah hukum nya? Apakah boleh? Karena rasa dan aroma makanan begitu terasa di lidah.

Mengunyah makanan untuk bayi saat sang ibu puasa itu boleh boleh saja, meskipun rasa dan aroma makanan begitu terasa di lidah. ini juga tidak menjadikan puasa sang ibu batal jika memang tidak sampai tertelan, karena rasa dan aroma dari makanan hanya sampai di lidah saja tidak tertelan dan masuk kedalam perut. Kecuali jika saat mengunyah makanan rasa dari makanan itu sampai tertelan dan masuk kedalam perut maka dapat membatalkan puasa.


Memakai Obat Tetes Mata Saat Berpuasa ?

Boleh kah saat kita puasa memakai obat tetes mata? Dikarenakan mata kita sakit, berdebu, kering, dsb. Seperti misalnya mengobati mata dengan Visin, dimana obat tetes tersebut sangat terasa di tenggorokan. Nah batalkan puasanya?

Puasa orang yang memakai obat tetes mata tidaklah batal, sekalipun obat tetes tersebut terasa di tenggorokan. Karena meski obat tetes itu terasa di tenggorakan, jalan menuju tenggorokan nya bukan dari lubang yang langsung terhubung dengan tenggorokan (semisal hidung) melainkan lewat pori pori kulit, sehingga tidak membatalkan puasa.


Dahak Tertelan Kedalam Perut Saat Puasa Ramadhan?

Sakit maupun sehat merupakan Qadarullah, itu merupakan takdir Allah. Namun, itu masih bisa di cegah dengan pola hidup sehat, makan teratur, dsb. Terlebih saat mau memasuki bulan ramadhan, mungkin setiap orang muslim ingin melakukan ibadah puasa dalam keadaan sehat wal'afiat. Tetapi jika saat puasa ramadhan lalu kita terserang penyakit flu yang membuat hidung kita tersumbat karena banyak nya dahak di dalam tenggorokan dan dahak itu biasanya tertelan dengan sendirinya, atau memang sengaja di telan karena tidak bisa mengeluarkan nya. Lantas jika seperti ini, dapat membatalkan puasa kah?

Menelan dahak saat berpuasa tidaklah membatalkan puasa, jika memang dahak yang tertelan / ditelan masih ada di batas dalam tenggorokan. Namun jika dahak tersebut sudah ada di batas luar tenggorokan lalu kita menelan nya maka itu membatalkan puasa. Adapun batas dari tenggorokan itu sendiri berbeda versi. Jika menurut pendapat Imam Nawawi (mu'tamad) adalah makhroj huruf kha’ (ح), dan dibawahnya adalah batas dalam. Sedangkan menurut sebagian ulama’ batas luar adalah makhroj huruf kho’(خ), dan di bawahnya adalah batas dalam.


Menghirup Aroma Masakan Saat Berpuasa ?

Bagi ibu rumah tangga menghirup aroma masakan sudah tidak asing lagi, namun jika menghirup aroma masakan saat berpuasa batal gak sih?

Ternyata menghirup aroma masakan saat berpuasa tidak lah batal, karena aroma hanya berupa uap tidak termasuk benda (ain).


Masuknya Debu Kedalam Mulut Saat Berpuasa ?

Tak jarang mereka yang berpuasa masih tetap melakukan aktifitasnya di luar rumah. Baik bekerja, mengajar, atau memang karena ingin berjalan jalan santai menunggu berbuka puasa. Namun saat di jalan raya begitu banyak kendaraan lain dan kondisi udara yang mungkin pengap karena asap kendaraan besar / debu jalanan. Lalu jika saat berpuasa dan mulut kemasukan debu apakah dapat membatalkan puasa ?

Debu yang masuk kedalam mulut tidaklah membatalkan puasa, jika memang tidak di sengaja. Namun jika di sengaja seperti sengaja membukakan mulut saat berkendara maka puasanya batal.


Menghirup Inhaler Saat Berpuasa ?

Jika saat puasa dan kita sedang sakit flu, maka hidung rasanya tidak enak karena mampet. Sehingga bernafas pun tidak karuan lalu menghirup semisal vicks inhaler agar hidung tidak tersumbat. Apakah dapat membatalkan puasa?

Hal seperti itu tidaklah membatalkan puasa, karena inhaler hanyalah uap buka benda (ain). Berbeda lagi dengan merokok saat berpuasa, maka itu dapat membatalkan puasa. Kenapa bisa begitu? Bukan kah rokok juga sama sama uap? Lalu kenapa meroko bisa membatalkan puatas? Nah mari kita simak perbedaan illat antara ROKOK dan INHALER


ROKOK :


1. menghisapnya enak
2. merasakan kenyang menurut pengakuan siperokok
3. disamakan dengan minum ciri khusus bahasa urfnya adalah "syurb addukhan"
4. menghisapnya disengaja
5. dikategorikan 'Ain

INHALER :

1. menghisapnya tidak enak bagi yang waras, kecuali obat bagi yang merasa sakit
2. tidak merasakan kenyang
3. tidak disamakan dengan minum menurut urfnya.
4. tidak dikategorikan Ain.
5. sekalipun disengaja tapi bukan Ain.


Mandi Di Siang Hari Saat Puasa Di Bulan Ramadhan ?

Bolehkan mandi di siang hari saat berpuasa, terlebih bagi mereka yang pulang bekerja atau memang memiliki kegiatan yang cukup membuat tubuhnya berkeringat disiang hari.

Mandi di siang hari saat puasa boleh boleh saja dan itu tidak membatalkan puasa, namun harus diingat jangan sampai ada air yang masuk baik melalui mulut, hidung, telinga atau dubur, karena itu bisa saja membatalkan puasa jika memang disengaja. Mandi karena memang ada sebab boleh boleh saja, namun jika mandi karena berniat ingin menyegarkan tubuh karena puasa yang sering kali membuat tubuh loyo, maka mandi yang seperti ini tidak diperbolehkan.


Wallahualam...





LihatTutupKomentar

Dmca