Pentingnya Menghargai Waktu dan Memanfaatkan Waktu Sebaik Mungkin

Pentingnya menghargai waktu dan memanfaatkan waktu sebaik mungkin


Pentingnya menghargai waktu
Pentingnya menghargai waktu

Doaislami
- Pernahkah kalian mendengar istilah 'waktu laksana pedang'


 الوقت كالسيف ان لم تقطعه قطعك

“Al-waqtu ka as-saifi in lam taqtha’hu qatha’aka " (Al-Mahfudzat)
Apasih maksudnya? Maksudnya adalah apabila kita tidak mengatur waktu kita dengan baik maka waktu yang akan mengatur kita dan itu adalah sesuatu yang dapat merugikan.

 Karena ketika kita diatur oleh waktu apapun yang kita lakukan terasa sangat berat ,terburu-buru dengan tuntutan ini dan itu, berbeda dengan kita yang mengatur waktu,  kita tidak akan merasa terburu-buru dan terbebani seolah dikejar-kejar waktu dalam apa yang kita lakukan. Ketika kita dikejar waktu disitu kita akan merasa tidak menikmati setiap apa yang kita kerjakan. Sebaliknya jika kita bisa mengatur waktu maka kita akan mengerjakan sesuatu dengan lebih nyaman dan tenang.

Karena dengan mengatur waktu kita dapat melakukan hal yang lebih efektif karena mengatur waktu akan berdampak baik juga terhadap apa-apa yang kita kerjakan apalagi dalam bekerja,belajar dan kegiatan lainnya

Kita dianjurkan agar selalu menghargai waktu dan memanfaatkan waktu dengan sebaik mungkin.

Sebagaimana Rasulullah Saw bersabda:

“Tidak akan bergeser kedua kaki anak Adam di hari kiamat dari sisi Rabb-Nya, hingga dia ditanya tentang lima perkara, tentang umurnya untuk apa ia habiskan, tentang masa mudanya untuk apa ia gunakan, tentang hartanya dari mana ia dapatkan dan untuk apa ia belanjakan, serta apa saja yang telah ia amalkan dari ilmu yang dimilikinya." (HR Tirmidzi).

 Begitu pentingnya menghargai waktu. Karena apapun yang kita kerjakan selama masih hidup adalah mengisi waktu-waktu kita yang kosong. Maka isilah waktu kosong atau waktu luang itu dengan hal-hal yang bermanfaat.

 Apapun yang kita lakukan dengan menghabiskan waktu itu semua akan ada hisabnya akan dimintai pertanggung jawaban seperti yang disebutkan hadits diatas kita akan ditanya tentang umur kita yang sudah kita habiskan itu untuk apa?Sudahkan kita berbuat baik dan benar? tentang masa muda kita yang akan Allah pintai pertanggung jawaban apa saja yang sudah kita perbuat semasa muda apa kita sudah bisa menghargai waktu atau hanya kita isi dengan kegiatan-kegiatan yang mungkin sama sekali tidak ada manfaatnya bahkan hanya buang-buang waktu saja, tentang harta yang kita dapat dari mana asalnya apa itu halal atau haram dan kita pakai untuk apa harta itu sudahkan kita keluarkan harta kita untuk jihad dijalan Allah untuk membela agama Allah? dan juga tentang ilmu apa saja yang sudah kita amalkan dari ilmu yang kita miliki sudahkah kita mengamalkan nya dengan baik atau ilmu itu hanya dimiliki untuk diri sendiri? Sungguh orang yang sombong yang tidak mengamalkan ilmunya. Semua itu akan dipertanyakan dan itu menyangkut waktu yang sudah dilalui sebelum nya sudahkah kita menghargai waktu itu?

Waktu adalah nikmat yang besar yang telah Allah berikan. Namun, tidak sedikit orang-orang yang tidak bisa menghargai waktunya. Banyak waktu luang yang berlalu dan terbuang begitu saja karena bisa saja kita telah dilalaikan oleh waktu luang itu .

Sebagaimana Nabi Muhammad SAW bersabda:

"Dua nikmat yang banyak manusia tertipu di dalam keduanya, yaitu nikmat sehat dan waktu luang." (HR. Bukhari, Tirmidzi dan Ibnu Majah).

Hadits diatas menyebutkan bahwa manusia mudah tertipu dalam dua nikmat yang Allah kasih yaitu nikmat sehat dan waktu luang. Ketika sehat kita merasa Seolah akan sehat selamanya tidak memikirkan kesehatan sehingga manusia lebih banyak menghabiskan waktunya hanya untuk bekerja dan urusan dunia saja dan itu termasuk tidak menghargai waktu. Kemudian manusia bisa tertipu dengan waktu luangnya yang hanya di isi dengan hal-hal yang tidak bermanfaat dan itu juga termasuk tidak menghargai waktu.

Gunakan lah masa sehat dan masa luang mu sebaik mungkin. Ketika kita sehat cobalah untuk bisa mengatur waktu antara bekerja, istirahat ,dan ibadah. Bukankah Nabi mengajarkan pembagian waktu selama 24 jam menjadi 1/3 (8 jam), yaitu 1/3 untuk kerja, 1/3 untuk beribadah, dan 1/3 untuk istirahat. Namun, kenyataan nya begitu banyak yang tertipu oleh waktu luang dan tidak menghargai waktu hanya menyia-nyiakan nya begitu saja.

Dalam QS. Al-Asr ayat 1-3 Allah Berfirman:

وَالْعَصْرِ    
                                                 
wal ‘ashr

1. Demi masa.

إِنَّ الْإِنسٰنَ لَفِى خُسْرٍ ﴿العصر:٢

innal insaana lafii khusr

2. Sungguh, manusia berada dalam kerugian,

إِلَّا الَّذِيْنَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوْا۟ بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا۟ بِالصَّبْرِ ﴿العصر:٣

illal ladziina aamanuu wa’amilus shoolihaati watawaashoubil haqqi watawaashoubis shobr

3. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasehati untuk kebenaran dan saling menasehati untuk kesabaran.


Begitu pentingnya menghargai waktu jangan sampai waktu hanya berlalu begitu saja. Isi waktu kita dengan hal yang baik dan bermanfaat guna mempersiapkan diri kita untuk masa yang akan datang. Karena kita hari ini adalah kita dimasa yang akan datang jangan membuang-buang waktu hanya dengan berpangku tangan tidak mempersiapkan apa-apa kita akan merasa rugi dikemudian hari.

Untuk orang yang tidak bisa menghargai waktunya dan hanya menyia-nyiakan waktu saja maka rugilah orang tersebut dan akan mendapat balasannya.

Larangan Menyia-Nyiakan Waktu


LARANGAN MENYIA-NYIAKAN WAKTU


Menyia-nyiakan waktu itu dilarang dan merugikan diri sendiri. Tidak ada manfaat dari menyia-nyiakan waktu.


alasan dilarangnya menyia-nyiakan waktu:

Tidak memiliki nilai kehidupan

Ibnul Qoyyim rahimahullah mengatakan tentang dosa yang berulang dalam islam yakni menyia nyiakan waktu, “Waktu manusia adalah umurnya yang sebenarnya. Waktu tersebut adalah waktu yang dimanfaatkan untuk mendapatkan kehidupan yang abadi dan penuh kenikmatan dan terbebas dari kesempitan dan adzab yang pedih.

Ketahuilah bahwa berlalunya waktu lebih cepat dari berjalannya awan (mendung). Barangsiapa yang waktunya hanya untuk ketaatan dan beribadah pada Allah, maka itulah waktu dan umurnya yang sebenarnya. Selain itu tidak dinilai sebagai kehidupannya, namun hanya teranggap seperti kehidupan binatang ternak.”

Lebih buruk dari kematian

Lalu Ibnul Qoyyim mengatakan perkataan selanjutnya yang sangat menyentuh qolbu, “Jika waktu hanya dihabiskan untuk hal hal yang membuat lalai, untuk sekedar menghamburkan syahwat (hawa nafsu), berangan angan yang batil, hanya dihabiskan dengan banyak tidur dan digunakan dalam kebatilan, maka sungguh kematian lebih layak bagi dirinya.” (Al Jawabul Kafi, 109) Janganlah Sia siakan Waktumu Selain untuk Mengingat Allah.

Diatas disebutkan bahwa menyia-nyiakan waktu lebih buruk dari kematian. Jika waktu banyak terbuang dan sama sekali tidak di isi dengan sebaik-baiknya maka mati adalah lebih baik baginya(orang yang menyia-nyiakan waktu).

Waktu di zaman sekarang terasa lebih cepat berlalu. Maka alangkah baiknya sisa-sisa waktu hidup kita di dunia dipergunakan dengan baik dan cobalah untuk bisa menghargai waktu sebelum terlambat. Mudah-mudahan kita semua bisa menghargai waktu dan mengisi waktu-waktu luang dengan selalu mengingat sang pencipta Alam Allah SWT.

Wallahua'lam..

0 Response to "Pentingnya Menghargai Waktu dan Memanfaatkan Waktu Sebaik Mungkin"

Post a Comment

dmca

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel