-->

Hukum musik dan nyanyian dalam islam

Hukum Musik Dan Nyanyian Dalam Islam


Hukum musik dan nyanyian dalam islam
Hukum musik dan nyanyian dalam islam



Pengertian Musik Dan Nyanyian

Doaislami - Kata Kamus Besar Bahasa Indonesia " musik adalah ilmu atau seni menyusun nada atau suara dl urutan, kombinasi, dan hubungan temporal untuk menghasilkan komposisi (suara) yang mempunyai kesatuan dan kesinam-bungan ".

Kata Aristoteles " musik adalah sesuatu yang memiliki kemampuan mendamaikan hati yang gundah, mempunyai terapi rekreatif dan menumbuhkan jiwa patriotisme ".

Sedangkan nyanyian adalah hasil menyanyi, yang dinyanyikan, lagu. Arti lainnya dari kata nyanyian adalah komponen musik pendek yang terdiri atas lirik dan lagu.

Jadi ,musik dan nyanyian itu adalah suara yang mengandung unsur nada ,irama, ritme dan unsur-unsur musik lainnya. Siapa sih yang tidak mengenal musik dan nyanyian? Dari dulu sampai sekarang musik dan nyanyian tidak pernah hilang dan punah malah di era modern yang semakin canggih seperti sekarang ini musik dan nyanyian makin populer dan eksis.

Dari usia tua dan muda memainkan atau mendengarkan musik seperti sudah mendarah daging tidak aneh dan dianggap biasa. Karena terkadang musik dan nyanyian dijadikan sebagai hiburan diri mewakili perasaan entah itu ketika merasa senang ataupun sedih.

Nah, Bagaimana islam memandang musik dan nyanyian itu sendiri? Apakah dalam islam musik dan nyanyian itu dibolehkan?

Hukum Musik Dan Nyanyian Dalam Islam



Pengertian musik dan nyanyian dalam islam

Hukum musik dalam islam para ulama berbeda pendapat. Hukum musik dalam islam memang menjadi kontroversi antara dibolehkan dan tidak diperbolehkan bahkan haram.

1).Yang membolehkan musik dan nyanyian

Yang membolehkan lagu Atau nyanyian dan musik dengan landasan Al-quran (QS. Al- A’raf: 157), dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu yang ada pada mereka. Ayat lainnya dalam Al-Maidah ayat 4 yang artinya Mereka menanyakan kepada kamu: “Apakah yang dihalalkan bagi mereka?” Katakanlah: “Dihalalkan bagimu yang  baik-baik.”

Allah ciptakan segala sesuatu pasti ada manfaatnya dan hikmah dibalik ciptaan-Nya. Musik diperbolehkan jika memang membawa kebaikan di dalamnya. Tidak membuat kita yang memainkan atau mendengarkan menjadi mungkar dengan musik.

Dalam hal boleh atau tidaknya haram atau tidaknya musik dan nyanyian memang sampai saat ini masih menjadi kontroversi di kalangan ulama. Melihat di zaman Sekarang yang semakin modern musik semakin digemari di berbagai kalangan.

Namun, disamping di bolehkan nya musik oleh beberapa ulama. Ada juga ulama yang tidak membolehkan dan pastinya ada alasan yang sesuai dengan Qur'an dan sunnah.

2).Yang mengharamkan musik dan nyanyian

Kalangan yang mengharamkan di antaranya menggunakan dalil:

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَشْتَرِي لَهْوَ الْحَدِيثِ لِيُضِلَّ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَيَتَّخِذَهَا هُزُوًا أُولَئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ مُهِينٌ

“Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna (lahualhadits) untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokkan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan.” (QS: Luqman 6)

Maksud dari lahualhadits adalah musik dan nyanyian. Yang dianggap sebagai menyesatkan dari jalan Allah karena bisa melalaikan manusia. Maka mereka akan mendapat siksaan yang teramat pedih.

Dan juga sebagaimana hadits Rasulullah saw:

“Sesungguhnya akan terdapat di kalangan umatku golongan yang menghalalkan zina, sutra, arak dan alat permainan (musik). Kemudian segolongan (dari kaum Muslimin) akan pergi ke tebing bukit yang tinggi. Lalu para penggembala dengan ternak kambingnya mengunjungi golongan tersebut. Lalu mereka didatangi oleh seorang fakir untuk meminta sesuatu. Ketika itu mereka kemudian berkata,”Datanglah kepada kami esok hari.” Pada malam hari Allah membinasakan mereka, dan menghempaskan bukit itu ke atas mereka. Sisa mereka yang tidak binasa pada malam tersebut ditukar rupanya menjadi monyet dan babi hingga hari kiamat.” (HR Bukhari).

Hadits diatas menyebutkan akan adanya orang yang menghalalkan musik. Dan mungkin jika dikaitkan dengan zaman sekarang ini sudah terlihat banyak sekali orang yang mendengarkan dan memainkan musik ,tidak menutup kemungkinan mereka menghalalkan nya sehingga mereka tidak takut akan ancaman Allah.

Diharamkan sebuah musik bukan berarti tidak ada alasan. Pasti ada alasan-alasan mengapa musik itu dilarang dalam islam.

Beberapa Alasan musik itu dilarang dalam islam:

1.Musik dapat melalaikan hati dan menghalangi dari Al-Qur’an.

Maksud melalaikan hati dan menghalangi dari Al-Qur'an adalah seperti yang kita tahu mendengarkan ayat suci Al-Qur'an atau membacanya baru sedikit saja terkadang kita sudah merasa cape dan merasa terlalu lama padahal baru sebentar berbeda dengan ketika kita mendengarkan musik atau nyanyian yang durasi nya lama sekalipun akan terasa sebetar dan singkat apalagi ketika musik dan nyanyian itu sangat di gemari dan dianggap mewakili perasaan dan isi hati yang sedang di alami. Padahal sebaik-baiknya obat ketika kita senang atau sedih adalah Al-Qur'an. Karena itulah kita telah di lalaikan dan Al-Qu'an terhalang oleh musik.

2.Nifak Dalam Hati

Ibnu Qoyim rahimahullah mengatakan, “Asas nifak adalah berbedanya zahir dengan batin",
Maksudnya adalah bisa saja kita bilang  kita suka musik tapi tidak berlebihan dan masih bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk tapi pada kenyataan nya bisa saja kita merasa malas ketika menunaikan shalat, atau shalatnya cepat. Inilah fitnah dari nyanyian itu nifak dalam hati.

Umar bin Abdul Aziz berkata, “Sesungguhnya nyanyian menumbuhkan kenifakan dalam hati sebagaimana air dapat menumbuhkan rumput. Maka nyanyian dapat merusak hati. Jika hatinya rusak, maka kemunafikan akan masuk di dalamnya.”

Ketika air sudah ditumbuhi rumput maka air itu tidaklah air seutuhnya bisa jadi rumput itu menjadikannya kotor.

3.Musik dan Nyanyian adalah jalan menuju perzinaan

Maksud nya adalah musik atau nyanyian itu sendiri pasti ada irama alunan musik dan pastinya suara yang mengiri musik tersebut. Seperti yang kita tahu bahwa ada yang menyebutkan bahwa suara wanita itu adalah aurat yang harus dijaga. Karena bisa saja suara itu mendayu dan menggoda bagi pendengar maka hal itu mengantarkan pada perzinahan. Apalagi para penyanyi kebanyakan adalah wanita-wanita yang dengan suaranya dilembut-lembutkan agar menarik perhatian pendengar.

Nah itulah beberapa alasan musik dan nyanyian di haramkan dalam pandangan islam.

Mengenai boleh dan tidaknya tentunya kita bisa tahu mana yang lebih baik dilakukan dan mana yang seharusnya dikurangi bahkan ditinggalkan. Jika memang lebih banyak madharatnya maka lebih baik kita tinggalkan, meskipun itu sulit tapi kita bisa mencoba nya perlahan.

Kita bisa mulai mendengarkan musik yang mengandung unsur islami, kemudian mulai mendengarkan nyanyian islami tanpa musik, Beralih ke ayat Al-Qur'an dengan mendengarkan ayat-ayat Al-Qur'an seperti murrotal. Dengan begitu kita bisa meninggalkan musik dan nyanyian secara bertahap.

Mungkin itu sebagian kecil tentang musik dan nyanyian. Mudah-mudahan kita bisa melakukan apa yang seharusnya dilakukan, semoga bermanfaat..

Wallahua'lam..
LihatTutupKomentar

Dmca