-->

Pembahasan Lengkap Tentang bulan ramadhan :arti,rukun,syarat,keutamaan dan manfaat

Pembahasan Lengkap Tentang Bulan Ramadhan

Pembahasan lengkap tentang bulan ramadhan
Pembahasan lengkap tentang bulan ramadhan

Doaislami - Bulan ramadhan adalah bulan di mana seluruh umat islam di seluruh dunia melaksanakan ibadah puasa, sehingga bulan ramadhan juga kadang di sebut dengan bulan puasa. Bulan ini salah satu dari bulan yang memiliki keistimewaan, dimana keistimewaan itu tidak bisa di dapatkan di bulan lain nya. Saking isimewa nya bulan ramadhan sehingga Allah swt menurunkan Al Quran pada bulan ini. Dalam bulan ramadhan juga terdapat 1 malam dimana beribadah di malam itu sama hal nya dengan beribadah selama 1000 bulan, atau kurang lebih 83 tahun. Amazing bukan? Pantas saja jika bulan ramadhan merupakan bulan yang begitu istimewa, penuh suka cita, dan penuh keberkahan. Sehingga kedatangan nya sangat di tunggu tunggu oleh umat muslim di seluruh dunia. Ya, kenapa tidak. Karena hanya di bulan ramadhan lah pahala dari amal perbuatan manusia di lipat gandakan, bulan ini juga di gadang gadang sebagai bulan panen pahala bagi umat muslim.

Pengertian Puasa

Bulan ramadhan atau  sering di sebut juga dengan bulan puasa merupakan bulan yang kerap di tunggu tunggu oleh umat islam. Entah karena pahala yang berlipat ganda, atau mungkin moment yang hanya bisa di temui di bulan ramadhan. Seperti ngabuburit, shalat tarawih, sahur, dll. Namun terlepas dari itu semua, sebetulnya puasa itu apa si? Jangan sampai setiap tahun kita melakukan puasa ramadhan 1 bulan penuh, tapi arti dari puasa itu sendiri tidak tahu. Nah puasa secara bahasa (امساك) menahan diri dari perbuatan dan berbicara, adapun puasa secara syara’ adalah

(امساك عن المفطرعلى وجه مخصوصة) :

menahan diri dari yang membatalkan menurut cara tertentu.
Ada pula dalil yang membahas tentang wajibnya puasa terdapat dalam Firman Allah QS. Al Baqarah :183

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.

Juga dalam hadist di sebutkan bahwa salah satu dasar Rukun Islam adalah puasa.

بني الإسلام على خمس شهادة أن لا إله إلا الله وأن محمدا رسول الله وإقام الصلاة وإيتاء الزكاة والحج البيت وصوم رمضان

Islam itu di bangun atas lima (dasar) syahadat, sholat, zakat, haji dan puasa Ramadhan (bukhari).
Adapun perintah di wajibkan nya puasa Ramadhan ialah pada bulan sya’ban tahun ke dua Hijriyah.


Rukun Puasa


Dimana yang kita tahu di setiap ibadah pasti memiliki rukun nya masing masing, jika salah satu dari rukun itu tidak terpenuhi maka ibadah nya tidak diterima. Adapun rukun dari puasa adalah :

1. Niat
"Semua ibadah tergantung pada niatnya" ya, mungkin kalimat itu tidaklah berlebihan sehingga segala perbuatan baik ibadah atau muamalah pasti selalu berkaitan dengan niat, begitupun dengan puasa.
Berikut niat puasa ramadhan


Rukun Puasa

نويت صوم غد اداء فرض رمضا ن هذه السنة لله تعالى

Niat ini lebih afdhol jika di ucapkan dengan lisan, boleh di ucapkan setiap malam atau cukup hanya pada saat tanggal 1 ramadhan saja. Namun kebanyakan ulama berpendapat jika mengucapkan niat hendaklah dilakukan setiap malam, pendapat ini merujuk pada hadis nabi saw

من لم يبيت الصيام قبل الفجرفلا صيا له ( رواه ابو داود , ابن ماجه و احمد)

Artinya : barang siapa yang tidak berniat semenjak waktu malam sebelum terbit fajar maka tidaklah puasa baginya .

2. Menahan diri dari hal hal yang membatalkan puasa
a). Bersenggama (bersetubuh), baik mengeluarkan sperma ataupun tidak
b). Keluar sperma (air mani) dengan di sengaja, maka jika sebab mimpi tidaklah membatalkan puasa
c). Memasukan sesuatu kedalam rongga tubuh (lubang yang terbuka). Seperti mulut, hidung, telinga, vagina, payudara (bagi wanita), dan dubur
d). Muntah yang di sengaja

Syarat Wajib Puasa

a). Beragama islam, maka sudah jelas jika yang tidak beragama islam maka tidak dikenakan wajib puasa. Atau seseorang yang murtad di tengah hari saat bulan puasa maka gugurlah kewajiban puasa padanya.
b). Berakal, itu sudah jelas ya. Mana mungkin orang gila di wajibkan puasa, it's peculiar. Maka berakal termasuk dari syarat wajib puasa
c). Baligh
d). Mampu melakukan nya dalam hal fisik. Seperti tidak sakit/tua,
e). Suci dari haid/nifas (bagi wanita)

Keadaan Yang Memperbolehkan Membatalkan Puasa Ramadhan

Saat puasa ramadhan, jika kita membatalkan puasa maka ada konsekuensi yang harus di tanggung, baik dengan cara qadha (mengganti dengan puasa) atau fidyah (harta). Hukuman atau konsekuensi yang di terima juga tergantung dengan alasan yang membuat kita sampai membatalkan puasa ramadhan. Berbeda dengan puasa sunah lain nya, dimana saat kita tidak kuat dan memilih untuk membatalkan puasa maka tidak dikenakan hukuman qadha apalagi fidyah. Berikut beberapa keadaan yang memperbolehkan membatalkan puasa ramadhan.
a). Orang yang sakit, maka diwajibkan atasnya untuk membatalkan puasa. Itupun jika dengan tetap berpuasa maka sakit nya akan semakin parah dan memberikan kemadharatan bagi dirinya sendiri. Ya, karena islam merupakan agama yang fleksibel, sehingga ibadah wajib pun bisa gugur kewajibannya jika memang berdampak madharat bagi pelaku nya.
b). Bagi pekerja berat. Semisal memanen padi, yang mana bila tidak segera di lakukan ditakutkan akan membusuk. Syekh Romli didalam kitab “ Nihayah” bahwa Imam Azra’i telah memfatwakan wajib bagi orang yang menuai pada berniat puasa di bulan ramadhan pada setiap malamnya dan kalau ia berkerja pada siang harinya dan sangat letih maka ia boleh berbuka ( sabilal juz 2 hal 144). Itupun jika memenuhi syarat, sebagaimana
1. Pekerjaannya tidak bisa diundur hingga bulan syawal
2. Ada halangan untuk dikerjakan dimalam hari
3. Terjadi masyaqqat (kesulitan) menurut kebiasaan manusia bila menjalani puasa hingga dalam batasan masyaqqat yang memperkenankan baginya tayammum atau menjalani shalat dengan duduk
4. Dimalam hari tetap niat, dipagi hari tetap puasa, setelah benar-benar tidak kuat barulah boleh berbuka
5. Saat berbuka diniati mencari keringanan hukuman
6. Tidak boleh menyalahgunakan keringanan dalam arti pekerjaannya dijadikan tujuan atau membebani diri diluar batas kemampuan agar dapat keringanan berbuka puasa

Bila syarat-syarat diatas tidak terpenuhi maka berdosa baginya berbuka puasa meskipun diganti dihari-hari selain ramadhan, ini berdasarkan hadits “Barangsiapa berbuka puasa tanpa adanya udzur tidak mencukupi baginya meskipun diganti dengan puasa sepanjang tahun”. (Buhyah alMustarsyidiin Hal. 234).

Jadi kebolehan untuk membatalkan puasa ramadhan tidaklah sembarangan, melainkan jika benar benar ada udzur berat sehingga boleh baginya untuk membatalkan puasa ramadhan. Namun, alangkah lebih baik nya untuk berusaha agar bisa berpuasa 1 bulan penuh, karena kita tidak pernah tahu apakah tahun depan akan berjumpa lagi atau tidak dengan bulan ramadhan, adapun bagi mereka yang memiliki pekerjaan berat atau memang super sibuk hendaklah untuk memperingan kegiatan dari pekerjaan nya, agar tidak menjadi gangguan atas puasanya. Karena sejatinya bulan ramadhan adalah bulan untuk beristirahat dari kesibukan duniawi dan lebih mendekatkan diri kepada sang Ilahi.

Sunah Sunah Puasa Ramadhan

1. Makan sahur, lebih afdhal untuk mengakhirkan makan sahur  agar tubuh kita kuat dalam melaksanakan ibadah puasa, sunah ini merujuk pada sabda nabi saw "Bersahurlah kamu karena di dalam sahur itu ada barakah ( muttafaqun ‘alaihi)

2. Menyegerakan berbuka dengan kurma basah/kering. Selain memang disunahkan, ternyata kurma juga dapat mengeluarkan kotoran di dalam perut dengan sempurna.

لا تزال امتي بخير ما عجلواالافطار ( رواه احمد )

Artinya : Ummatku selamanya dalam keadaan baik selama mereka menyegerakan berbuka.

3. Membaca do’a setelah berbuka

اللهم لك صمت وعلى رزقك افطرت برحمتك يا ارحم الرحمين

Artinya : Ya tuhanku, bagi-Mu aku berpuasa dan dengan Rizqi-Mu aku berbuka

Dan di sunnahkan membaca do’a

اللهم ذهب الظمأ وابتلت العروق وثبت الاجر , ان شاء الله تعلى

Artinya : Ya tuhanku hilangkanlah dahaga, basahlah seluruh urat tubuh, dan tercapailah pahala, insyallah

4. Sunah memberikan makanan dan minuman kepada orang yang berpuasa, terutama bagi tetangga dekat kita.

مَن اَفطر صائما فله مثل اجره ولا ينقص من اجّر الصا ئم شئ (رواه امام احمد و الترمذى و ابن حبا

Artinya :Barang siapa membukakan orang yang berpuasa maka baginya pahala seperti pahala yang berpuasa dan tidak kurang sedikitpun pahalanya.

5. Sunnah muakkad memelihara lisan dari penyakit lisan ( dusta, kata kata keji, dusta, fitnah, mengadu domba) juga memlihara hati dari penyakit hati ( ria, sombong, angkuh, iri, dengki, etc)

من لم يدع قول الزور والعمل به فليس لله حا جة في ان يدع طعامه وشرابه ( رواه امام البخاري و ابو داود)

Artinya : barang siapa yang tidak meninggalkan berkata kata dusta (keji) dan memperbuatnya maka tidaklah bagi Allah sesuatu keperluan dalam meninggalkan makan dan minumnya.

6. Sunnah tidak berbekam, karena di hukumi makruh dan melemahkan badan.

7. Sunnah tidak mencicipi makanan

8. Sunnah tidak mencium istri di bibir, berpelukan jika tidak takut keluar sperma, jika di khawatirkan, maka haram melakukannya.

9. Makruh menggosok gigi (bersugi) setelah matahari tergelincir

لخلوف فم الصا ئم يوم القيامة اطيب عندالله من ريح السك (رواه امام البخاري)

Artinya : Perumpamaan bau mulut orang yang berpuasa itu pada hari kiamat terlebih harum di sisi Allah dari bau kasturi.

10. Memberbanyak berbuat amalan baik (amal shaleh)

Kenapa Harus Dinamai Ramadhan?

Mungkin ada pertanyaan kenapa harus di namai bulan ramadan? Kenapa tidak dinamai bulan puasa saja? Lalu apa arti dari ramadhan? Ramadhan itu sendiri memiliki arti cuaca yang sangat panas, ini di umpamakan dengan bulan peleburan / pembakaran dosan. Tapi jika menurut keterangan dari kitab alMughni dan an-Nihaayah, di namai bulan ramadhan karena kebiasaan orang arab yang menamai bulan sesuai dengan keadaan di bulan itu. Seperti bulan ramadhan yang kala itu bercuaca sangat panas sehingga di namailah bulan ramadhan. Sama hal nya dengan pemberian nama bagi bulan bulan lainnya, seperti :
- Ramadhan = saat bumi terbakar karena panas yang terik
- Syawal = saat unta menaikkan ekornya pada wadah
- Dzul Qa’dah = saat merendahkan kendaran untuk dinaiki
- Dzul hijjah = saat menjalani haji
- Muharram = saat diharamkan peperangan atau niaga
- Shofar = saat orang arab meninggalkan rumah mereka dalam keadaan kosong
- Robii’ (awal dan tsani) = saat musim semi
- Jumadil (ula dan tsani) = saat air membeku
- Rojab = saat pepohonan berduri
- Sya’ban = saat mereka meninggalkan untuk selama-lamanya seperti kembali

Keutamaan Bulan Ramadhan

Ya, bulan ramadhan memiliki keutamannya sendiri dari bulan bulan lain nya, berikut beberapa keutamaan dari bulan ramadhan :

1. Dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu Rasulullah bersabda : “Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan yang diberkahi. Allah mewajibkan kepadamu puasa didalamnya; pada bulan ini pintu-pintu Surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan para setan diikat; juga terdapat pada bulan ini malam yang lebih baik daripada seribu bulan, barangsiapa tidak memperoleh kebaikannya maka dia tidak memperoleh apa-apa'.” (HR. Ahmad dan An-Nasa'i)

2. Dari Ubadah bin AshShamit, bahwa Rasulullah bersabda: “Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan keberkahan, Allah mengunjungimu pada bulan ini dengan menurunkan rahmat, menghapus dosa-dosa dan mengabulkan do'a. Allah melihat berlomba-lombanya kamu pada bulan ini dan membanggakanmu kepada para malaikat-Nya, maka tunjukkanlah kepada Allah hal-hal yang baik dari dirimu. Karena orang yang sengsara ialah yang tidak mendapatkan rahmat Allah di bulan ini.” (HR.Ath-Thabrani, dan para periwayatnya terpercaya)

3. Dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu, bahwa Rasulullah shallallahu 'alahi wasallam bersabda: "Umatku pada bulan Ramadhan diberi lima keutamaan yang tidak diberikan kepada umat sebelumnya, yaitu: bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada aroma kesturi, para malaikat memohonkan ampunan bagi mereka sampai mereka berbuka, Allah Azza Wa Jalla setiap hari menghiasi Surga-Nya lalu berfirman (kepada Surga), “Hampir tiba saatnya para hamba-Ku yang shalih dibebaskan dari beban dan derita serta mereka menuju kepadamu, 'pada bulan ini para jin yang jahat diikat sehingga mereka tidak bebas bergerak seperti pada bulan lainnya, dan diberikan kepada ummatku ampunan pada akhir malam. "Beliau ditanya, 'Wahai Rasulullah apakah malam itu Lailatul Qadar' Jawab beliau, 'Tidak. Namun orang yang beramal tentu diberi balasannya jika menyelesaikan amalnya.'” (HR. Ahmad)'"

Manfaat Puasa Ramadhan

Puasa ramadhan adalah salah satu dari rukun islam, sehingga orang muslim wajib melaksanakan nya. Namun ternyata di samping dari sebuah kewajiban terdapat pula manfaat yang sungguh luar biasa dari puasa ramadhan

1. Manfaat Psikis
Saat bulan ramadhan, mungkin sudah tidak jarang jika bulan ini di manfaatkan sebagai ajang panen pahala bagi umat muslim. Dengan berpuasa, banyak membaca Al Quran dan melakukan amalan amalan shaleh lainnya selama bulan ramadhan, sudah dapat di pastikan akan berdampak baik terhadap jiwa seorang hamba maupun sebagai pembangun spirit positif yang baik. Sehingga mereka yang telah dekat dengan Sang Pencipta (Allah swt) cenderung memiliki jiwa yang kuat dan di selimuti  aura positif dalam kehidupan nya.

2. Manfaat Jasmani
Menurut ilmu kedokran berpuasa secara continue akan memberikan efek yang sangat luar biasa bagi kesehatan. Mulai dari memperlambat penuaan, penurunan kolesterol, aliran darah normal, juga terhindar dari penyakit penyakit berat seperti kanker, jantung, ginjal, dll.

3. Manfaat sosial
Dengan berpuasa selama 1 bulan penuh (puasa ramadhan) akan membuat kita sadar dan merasakan apa yang di rasakan oleh mereka yang tidak mampu (kelaparan), sehingga spirit sosial kita tergugah dan semakin peduli terhadap sesama.

Begitu luar biasanya bulan ramadhan, sehingga pantas sering juga di sebut dengan bulan yang suci, bulan penuh keberkahan, bulan terbebas api neraka, ect. Karena memang di bulan ramadhan terdapat begitu banyak keutamaan dan manfaat yang tidak bisa di jumpai di bulan bulan lain nya. Semoga dengan membaca artikel ini dapat lebih menyadarkan kita akan begitu istimewanya bulan ramadhan, sehingga bisa memanfaatkan keberkahan dari bulan ramadhan dengan semaksimal mungkin.
 Aamiin



LihatTutupKomentar

Dmca