-->

Hukum mencari ilmu Dalam Islam

Hukum Mencari Ilmu Dalam islam

Hukum Mencari ilmu dalam islam
Hukum mencari ilmu dalam islam

Pengertian Ilmu

Doaislami - Ilmu adalah pengetahuan kebalikan dari dahulu artinya bodoh atau tidak tahu apa-apa.

Perintah Mencari Ilmu

Perintah Mencari Ilmu


Pernahkah kalian menjumpai orang-orang yang pandai, Orang-orang yang cerdas dengan segudang ilmu yang mereka miliki. Pastinya banyak bukan? Bagaimana pandangan kalian tentang hal itu? Apa kalian menginginkan nya juga? Atau kalian hanya sekedar menjadi penonton saja?

Pasti diantara kalian ada yang ingin menjadi seperti mereka orang-orang yang ahlul ilmi. Pencapaian yang dilakukan adalah dengan cara belajar bisa seperti masuk ke lembaga-lembaga pendidikan dan pesantren. Dimulai dari pendidikan tingkat bawah sampai ke jenjang perguruan tinggi.

Orang-orang yang sadar akan perintah Allah agar selalu mencari ilmu kapanpun dan dimanapun. Maka mereka akan giat dalam mencari ilmu.

Sebagaimana dalam hadits disebutan:

اُطْلُبُوا العِلْمَ مِنَ المَهْدِ إِلى اللَّحْدِ

Artinya : “Tuntutlah ilmu sejak dari buaian hingga liang lahat”

Hadits diatas menunjukkan bahwa menuntut ilmu itu harus. Dimulai dari sejak lahir hingga menjelang kematian.
Sebagaimana Allah Berfirman:
Allah Ta’ala telah berfirman:

“Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam Keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati.” (QS. An Nahl: 78).

Pada dasarnya manusia dilahirkan ke dunia tanpa pengetahuan apapun itu artinya tidak tahu apa-apa maka dari itu manusia mulai belajar sari sejak lahir hingga menjelang ajal.

Hukum Mencari Ilmu

Hukum menuntut ilmu itu sendiri adalah wajib.
Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ

”Menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim”. (HR. Ibnu Majah. Dinilai shahih oleh Syaikh Albani dalam Shahih wa Dha’if Sunan Ibnu Majah no. 224)

Hadits diatas tersebut menerangkan bahwa menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim setiap muslim bukan untuk sebagian muslim. Itu artinya wajib atas laki-laki dan perempuan tua dan muda dewasa maupun anak kecil.

Janji Allah Dalam Mencari Ilmu

Janji Allah Dalam Mencari Ilmu

Terdapat pula janji Allah atas orang-orang yang mencari ilmu.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

 مَنْ سَلَكَ طَرِيْقًا يَلْتَمِسُ فِيْهِ عِلْمًا، سَهَّلَ اللهُ لَهُ بِهِ طَرِيْقًا إِلَى الْجَنَّةِ

“Barang siapa menelusuri jalan untuk mencari ilmu padanya, Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim)

Sabda Rasulullah SAW diatas tersebut Allah senantiasa akan mempermudah bagi seseorang yang mencari ilmu menuju surga.

Nah, Bagaimana dengan seseorang yang sudah mempunyai ilmu? Alangkah baiknya seseorang yang berilmu mengamalkan ilmunya kepada orang lain agar ilmu yang ada pada dirinya tidak sia-sia.

Perintah Mengamalkan Ilmu

Adapun perintah untuk mengamalkan ilmu itu sendiri adalah:
Berkata Ibnu ‘Abbas radhiyallaahu ‘anhumaa:

“Barangsiapa yang berusaha mengamalkan ilmu yang telah diketahuinya, maka Allah akan menunjukkan mereka apa yang belum mereka ketahui”

Bahwasannya bagi orang yang mengajarkan ilmunya kepada orang lain maka Allah akan menambahkan ilmu kepadanya sesuatu yang belum ia ketahui.
Allah berfirman:

وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا

Dan orang-orang yang berjihad/bersungguh-sungguh untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami.
(QS al Ankabut: 69)

Demikian pula ayat diatas menunjukkan bagi orang-orang yang mau mengamalkan ilmu nya maka sama saja dengan berjihad.

Dalam ayat lain, Allah juga berfirman:

وَلَوْ أَنَّهُمْ فَعَلُوا مَا يُوعَظُونَ بِهِ لَكَانَ خَيْرًا لَّهُمْ وَأَشَدَّ تَثْبِيتًا

Dan sesungguhnya kalau mereka MENGAMALKAN pelajaran yang diberikan kepada mereka, tentulah hal yang demikian itu lebih baik bagi mereka dan lebih menguatkan (iman mereka)
(An-Nisaa: 66)

Apakah Mengamalkan Ilmu Itu Sombong?

Tapi, Bagaimana dengan pertanyaan . Apakah mengamalkan ilmu itu sombong? Dengan pengetahuan yang kita miliki lalu kita amalkan kepada orang lain apa itu termasuk kedalam kategori sombong?

Malik bin Dinar berkata,

من طلب العلم للعمل وفقه الله ومن طلب العلم لغير العمل يزداد بالعلم فخرا

“Barangsiapa yang mencari ilmu (agama) untuk diamalkan, maka Allah akan terus memberi taufik padanya. Sedangkan barangsiapa yang mencari ilmu, bukan untuk diamalkan, maka ilmu itu hanya sebagai kebanggaan (kesombongan)” (Hilyatul Auliya’, 2: 378).

Dari perkataan Malik bin Dinar menyebutkan bahwa sesungguhnya mencari ilmu bertujuan untuk mengamalkan nya maka Allah akan memberikan taufik kepadanya. Sedangkan untuk orang yang enggan mengamalkan ilmu tersebut maka ilmu itu sia-sia dan dikategorikan sombong.

Maka sudah jelas bahwa orang yang sombong bukanlah orang yang mengamalkan ilmu melainkan orang yang menyimpan ilmu itu untuk dirinya sendiri. Mempunyai ilmu tapi tidak diamalkan adalah sia-sia seperti Pohon tak berbuah ,dan ada pula yang mengibaratkan seoranf dokter yang memiliki obat tapi tidak berobat dengannya.
Wahb bin Munabbih berkata,

مثل من تعلم علما لا يعمل به كمثل طبيب معه دواء  لا يتداوى به

“Permisalan orang yang memiliki ilmu lantas tidak diamalkan adalah seperti seorang dokter yang memiliki obat namun ia tidak berobat dengannya.” (Hilyatul Auliya’, 4: 71).

Memang orang yang berilmu tidak menutup kemungkinan semakin tinggi ilmu yang ia miliki malah menimbulkan rasa tinggi hati dan sombong.

Maka dari itu orang yang berilmu harus bijaksana dan ikhlas dalam menuntut dan mengamalkan ilmunya.

Menuntut ilmu dengan seseorang bertujuan menyambung ilmu tersebut agar turun temurun kepada orang lain agar ilmu tersebut tidak punah.

Orang berilmu juga harus memiliki adab ,Karena orang berilmu tanpa adab itu buruk. Adab ada diatas ilmu.

Mari kita sama - sama belajar menuntut ilmu untuk diamalkan agar ilmu yang kita miliki berkah dan di ridhoi Allah SWT. Dan senantiasa untuk selalu mengingat Allah yakini atas segala sesuatu yang kita miliki hanyalah titipan Allah SWT. Semata..

Wallahua'lam..
LihatTutupKomentar

Dmca