Cadar Bukan Budaya Arab dan beberapa paktor penghambat memakai cadar

Cadar Bukan Budaya Arab dan beberapa paktor penghambat memakai cadar

Cadar Bukan Budaya Arab
Cadar Bukan Budaya Arab 

Doaislami - Seperti yang kita ketahui mengenai sehelai kain penutup atau sering disebut Cadar kini sudah menjadi hal yang lumrah dan tidak asing lagi di kalangan kaum hawa.

Pengertian Cadar


Pengertian Cadar Cadar adalah kain penutup wajah yang digunakan guna menutupi sebagian wajah untuk menghindari dan menjaga pandangan dari orang-orang ajnabi. Hukum memakai cadar sendiri adalah sunnah itu artinya tidak berdosa bagi wanita-wanita yang tidak mengenakan nya
Orang yang memakai cadar adalah orang yang ingin menyempurnakan dalam hal menutup aurat ,memang pada dasarnya wanita adalah fitnah terbesar bagi seorang laki-laki maka dari itu wanita harus dan wajib menutut aurat nya secara sempurna.

Sebagaimana firman Allah swt:
” Katakanlah kepada wanita yang beriman, “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali hal yang (biasa) nampak dari padanya.
Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya,menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera–putera mereka, atau putera–putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allâh, wahai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. [an-Nûr/24:31]

Ayat diatas adalah perintah bagi setiap wanita yang sudah memasuki masa baligh agar menutup auratnya secara sempurna dan hanya boleh dilihat oleh orang-orang yang masih ada hubungan nasab dengan nya. ayat diatas menyebutkan kecuali yang (biasa) nampak dari pada nya yaitu wajah dan kedua telapak tangan memang Bukanlah sesuatu hal yang harus disembunyikan. Itu artinya menutup sebagian wajah dengan sehelai kain penutup(cadar) adalah tidak wajib melainkan sunnah dan barang siapa yang menjalankan suatu sunnah maka pahala baginya. Tapi ,ada beberapa pendapat mengenai hukum memakai cadar bahkan ada yang mengharuskan dan wajib bagi wajahnya.
Adapun pendapat salah satu ulama.
Imam Ath Thabari rahimahullah menjelaskan:

ثم اختلف أهل التأويل في صفة الإدناء الذي أمرهن الله به فقال بعضهم: هو أن يغطين وجوههن ورءوسهن فلا يبدين منهن إلا عينا واحدة

Para ulama tafsir khilaf mengenai sifat menjulurkan jilbab yang diperintahkan Allah dalam ayat ini. Sebagian mereka mengatakan: yaitu dengan menutup wajah-wajah mereka dan kepala-kepala mereka, dan tidak ditampakkan apa-apa kecuali hanya satu mata saja.“[1]

Dari penjelasan diatas dianjurkan nya wanita menutup wajahnya dan mengulurkan hijab ke dadanya maka itu adalah Sebaik-baiknya wanita.
Sebagaimana sabda Rasulullah shalallahu'alaihi wa sallam :

اَلدُّنْيَا مَتَاعٌ وَخَيْرُ مَتَاعِ الدُّنْيَا الْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ.
"Dunia adalah perhiasan, dan sebaik baik perhiasan adalah wanita shalihah"

Hadits diatas mengatakan bahwa wanita shalihah adalah perhiasan dunia begitu mulia dan terhormat nya seorang wanita sehingga disebut sebagai perhiasan . Dengan demikian alangkah baiknya jika memang seorang wanita menjalankan segala apa yang diperintah kan Allah salah satunya dengan menutup aurat nya dengan sempurna.

Cadar bukan budaya orang arab melainkan syariat islam. Dalam pemakaian cadar itu sendiri menuai pro dan kontra dikalangan masyarakat terurama masyarakat awam yang memandang pemakain cadar adalah orang yang fanatik dalam agama dan cara berpakaian. Apalagi di zaman yang semakin modern ini bisa kita lihat dan kita ketahui cadar sudah menjadi hal yang biasa yang sering kita temukan.berbeda dengan zaman dulu jarang sekali kita menemukan orang yang Memakai cadar. Kita pasti beranggapan orang arab lah yang suka mengenakan cadar, itu lah akibat dari ketidak tahuan dan minim nya ilmu agama yang kita miliki.

Cadar Kini Menjadi fashion


Cadar Kini Menjadi fashion  Namun, seiring perkembangan zaman Cadar menjadi sesuatu yang dianggap sebagai fashion belaka karena memang di masa kini Begitu banyak wanita-wanita bercadar hanya karena ingin dilihat orang lain ,padahal mengenakan cadar jangan ingin dilihat melainkan agar menjaga pandangan dari orang-orang yang bukan mahram nya.
Dengan adanya asumsi bahwa cadar kini menjadi fashion saja maka semakin bertambah lah ujian bagi wanita-wanita yang memang benar-benar ingin menutup auratnya tanpa alasan ingin dilihat dan alasan lainnya.

Ibarat air susu dalam bejana setetes racun saja masuk kedalam nya maka semua air susu itu sudah menjadi air yang beracun dan tidak baik. Begitupun dengan cadar meski sedikit orang yang mengenakan cadar karena alasan famous maka imbas nya orang akan beranggapan kebanyakan dari mereka adalah sama. Meski begitu berbahagialah wanita-wanita bercadar dengan niat lillah karena Allah SWT. Karena Allah sudah menyiapkan pahala yang begitu besar bagi hamba-Nya yang mau mematuhi perintahnya. Tetaplah istiqomah tingkatkan keta'atan agar tembok keimanan tidak mudah roboh dan hancur.

Beberapa Faktor-Faktor penghambat memakai Cadar


Beberapa Faktor-Faktor penghambat memakai Cadar Untuk bisa mengenakan cadar bukan merupakan hal mudah dilakukan harus dengan niat yang matang dan pasti agar tidak goyah dalam menjalankan syariat-Nya.
Ada Bererapa faktor yang bisa menghambat atau mempersulit seseorang yang ingin benar-benar mengenakan cadar karena lillah.

Faktor pertama 

•Keluarga , Keluarga menjadi salah satu faktor seseorang yang ingin mengenakan cadar kenapa? Karena bisa jadi keluarga menjadi penghambat melarang seseorang yang ingin bercadar dengan beberapa alasan . izin orang tua adalah hal terpenting dan memang harus di dapatkan jika orang tua mengizinkan maka tidak ada perintah yang kita langgar lalu bagaimana jika orang tua tidak memberi izin seseorang itu bercadar? Maka sebaiknya kita Mematuhi apa yang dikatakan orang tua. Ada pertanyaan seperti ini 'Saya ingin bercadar karena lillah tapi orang tua saya melarangnya ,bagaimana cara saya menanggapinya apakah saya tetap bercadar tanpa mendengar perkataan orang tua saya karena bercadar itu baik dan syariat islam kan?' Nah.. Disini kita bisa merujuk pada sebuah hadits.
Dari Abdullah bin ’Amru radhiallahu ‘anhuma, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

رِضَى الرَّبِّ فِي رِضَى الوَالِدِ، وَسَخَطُ الرَّبِّ فِي سَخَطِ الْوَالِدِ

Ridha Allah tergantung pada ridha orang tua dan murka Allah tergantung pada murka orang tua
(Hasan. at-Tirmidzi : 1899,  HR. al-Hakim : 7249, ath-Thabrani dalam al-Mu’jam al-Kabiir : 14368, al-Bazzar : 2394).

Hadits diatas menyebutkan ridho Allah ridho orang tua dan murka Allah murka orang tua.  Maka jelas jika memang orang tua tidak mengizinkan dan tidak menginginkan anak perempuan nya bercadar maka turuti kemauan orang tua. Jika memang niat mu untuk bercadar sudahBulat maka yakinkan orang tua agar dapat ridho nya.

Faktor Kedua

•Lingkungan
Lingkungan juga menjadi faktor kedua setelah keluarga. Mengapa? Karena lingkungan berpengaruh besar dalam pembentukan karakter kita ketika kita ingin menjalankan suatu syariat Allah bisa saja orang-orang disekitar kita memandang buruk hal itu. Maka teguhkan lah hati dalam menjalankan suatu kebaikan perkataan orang penting tapi perintah Allah jauh lebih penting.

Wallahua'lam..







0 Response to "Cadar Bukan Budaya Arab dan beberapa paktor penghambat memakai cadar"

Post a Comment

dmca

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel