Hadits Tentang Ghibah dan Ghibah Zaman Sekarang yang Terlalu Membahayakan Kejiwaan

Hadits Tentang Ghibah dan Ghibah Zaman Sekarang yang Terlalu Membahayakan Kejiwaan 

Hadits tentang ghibah
Hadist tentang ghibah

Pengertian Ghibah

Doaislami - Pengertian Ghibah Kamu tau apa itu ghibah? Ghibah adalah membicarakan orang lain tanpa sepengetahuan orang yang dibicarakan. Ghibah bisa terjadi antara 2 orang 3 orang bahkan lebihh. Ghibah itu sendiri dilakukan oleh orang yang bicara orang yang di ajak bicara dan orang yang dibicarakan dalam artian orang yang dibicarakan tidak ada ditempat.

Apa ghibah itu membicarakan keburukan orang lain saja? Apa membicarakan kebaikan orang lain juga termasuk Ghibah?

Rasulullah SAW bersabda,

Dari Abu Hurairah, ia berkata, Rasulullah SAW pernah bertanya, “Tahukah kamu, apa itu ghibah?” Para sahabat menjawab, “Allah dan Rasul-Nya lebih tahu.” Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ghibah adalah kamu membicarakan saudaramu mengenai sesuatu yang tidak ia sukai.”

Sabda Rasulullah SAW. Diatas menyebutkan bahwa ghibah adalah membicarakan orang lain mengenai sesuatu yang tida ia sukai. Itu artinya jika orang yang dibicarakan itu tidak suka dengan apa yang kita ucapkan dan ceritakan maka ituTermasuk kedalam ghibah karena bisa jadi apa yang kita bicarakan tentang seseorang itu belum tentu dan pasti kebenaran nya jika memang apa yang kita bicarakan benar maka kita telah menggibahnya(menggunjing) jika apa yang kita bicarakan tentang nya itu salah maka akan jatuh sebagai fitnah.

Hadist tentang Ghibah

Hadist tentang Ghibah Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

Rasulullah SAW bersabda, “Apabila benar apa yang kamu bicarakan itu tentang dirinya, maka berarti kamu telah menggibahnya (menggunjingnya). Namun apabila yang kamu bicarakan itu tidak ada padanya, maka berarti kamu telah menfitnahnya (menuduh tanpa bukti).” (HR. Muslim)

Hukum ghibah adalah haram, sesuai sabda Nabi ﷺ:

لا تحاسدوا ولا تباغضوا ولا تدابروا ولا يغتب بعضكم بعضا وكونوا عباد الله اخوانا

"Janganlah kamu saling mendengki, saling membenci, dan saling memusuhi. Janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara.” (Hadis Shahih) (lihat Ibnu Abi Dunya, Ash-Shumtu wa Adabul Lisan, hal. 300)

Hadits diatas adalah larangan bagi setiap orang agar tidak saling mendengki, membenci dan saling bermusuhan.  Jangan pula menggibah atau menggunjing orang lain karena itu termasuk kedalam perbuatan tidak terpuji dan tidak di sukai oleh Allah SWT.

Hadist tentang Ghibah

Ayat-ayat tentang Ghibah

Ayat-ayat tentang Ghibah Allah perintahkan kepada hamba-Nya agar saling bersaudara satu sama lain karena memang ghibah bisa memicu terjadinya permusuhan karena apa? Karena ghibah membicarakan sesuatu yang belun tentu terbukti benar akan memunculkan kesalah fahaman satu sama lain maka timbulah perdebatan cekcok maka cerai berai dan permusuhan itu terjadi.

Ghibah juga di ibaratkan seperti kita memakai bangkai saudara sendiri. menjijikan bukan?
Karena itulah Allah melarang ghibah.Allah ‘azza wa jalla berfirman:

وَلَا يَغۡتَب بَّعۡضُكُم بَعۡضًاۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمۡ أَن يَأۡكُلَ لَحۡمَ أَخِيهِ مَيۡتٗا فَكَرِهۡتُمُوهُۚ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَۚ إِنَّ ٱللَّهَ تَوَّابٞ رَّحِيمٞ ١٢

Janganlah sebagian kalian menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kalian memakan daging saudaranya yang telah mati? Tentulah kalian merasa jijik kepadanya. Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.”
(al-Hujurat: 12)

Nah, Bagaimana tentu saja jijik bukan? Maka dari itu jika kita sudah terlanjur mengghibah orang lain hentikan dan bertaubat lah kepada Allah sesungguhnya Allah maha pengampun ,penerima taubat lagi maha penyayang.
Namun tidak dapat dipungkiri zaman sekarang mengghibah membicarakan aib orang lain atau sering juga disebut menggosip tidak jarang dikalangan umat manusia seluruhnya karena memang membicarakan orang lain seperti air yang mengalir tanpa kita sadari kita telah berbuat dosa . Itulah dosa yang dilakukantanpa sadar. Sering kita lakukan dan sering kita temui orang-orang yang menggosip baik itu membicarakan kebaikan nya ,keburukan nya dan membicarakan hal-hal lain yang berkaitan dengan nya.

Larangan dan Ancaman Mengghibah

Larangan dan Ancaman Mengghibah Bukankah Allah melarang untuk tidak banyak bicara apalagi berbicara hal-hal yang tidak baik yang akhirnya bisa menjadi Dosa.

Sebagaimana Sabda Rasulullah SAW:

Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَليَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُت

Barang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir maka hendaklah ia berkata baik atau hendaklah ia diam.”
(Muttafaq ‘alaih: Al-Bukhari, no. 6018; Muslim, no.47)

Hadits diatas menganjurkan agar kita berbicara hal-hal yang baik . Karena berbicara baik bisa menjadi suatu keharusan seperti misalnya membicarakan suatu ilmu atau pelajaran . jika memang tidak bisa berkata baik maka diam lebih baginya tidak akan menimbulkan dosa dan tidak membawanya kedalam api neraka. Mengapa?Karena ternyata membicarakan orang lain ,menggosip, mengghibah bisa saja menyeret kita masuk kedalam api neraka.

Sebagaimana hadits menyatakan:

وَمَنْ قَالَ فِي مُؤْمِنٍ مَا لَيْسَ فِيهِ أَسْكَنَهُ اللَّهُ رَدْغَةَ الْخَبَالِ حَتَّى يَخْرُجَ مِمَّا قَالَ

Barangsiapa yang berkata tentang seorang mu`min yang tidak ada padanya, (maka) Allah akan menempatkannya pada lumpur ahli Neraka, sampai dia keluar dari apa yang dia ucapkan.[2]

Mengerikan bukan? Ternyata selama ini kita membuat jalan pintas menuju neraka Nau'dzubillah ternyata Dosa yang tidak terasa.

Daripada kita menggunjing orang lain membicarakan aib orang lain kenapa kita tidak sibuk dengan aib sendiri? Memang pada kenyataan nya melihat keburukan orang lain lebih gampang dibanding melihat keburukan sendiri. Padahal jika kita kita menjaga kehormatan saudara kita maka kita terlepas dan jauh dari api neraka.

Salah satu hadits menyatakan:

مَنْ ذَبَّ عَنْ لَحْمِ أَخِيهِ بِالْغِيبَةِ كَانَ حَقًّا عَلَى اللَّهِ أَنْ يُعْتِقَهُ مِنَ النَّار

Barangsiapa yang membela daging (kehormatan) saudaranya dari ghibah, maka menjadi hak Allah untuk membebaskannya dari api Neraka. [1]

Ghibah di zaman sekarang

Ghibah di zaman sekarang  Di Zaman sekarang ini ghibah seperti sudah menjadi makanan sehari-hari dikalangan umat bahkan seperti menjadi prestasi tersendiri jika kita berlaga seakan banyak tahu tentang seseorang padahal belum tentu kebenaran nya.

Misalnya: seseorang sangat bangga dengan menyebutkan pada orang - orang dirinya sebagai seorang penggosip.

Memang begitulah keadaan nya Dosa kian hari kian menumpuk. Maka dari itu iringi keburukan dengan kebaikan perbanyak mengingat Allah beristighfar dan minta ampunannya .Semoga Allah sienantiasa memberi ampanan atas kesalahan-kesalahan kita baik dosa besar dn kecil disadari ataupun tidak..

Wallahua'lam...

                                                     






0 Response to "Hadits Tentang Ghibah dan Ghibah Zaman Sekarang yang Terlalu Membahayakan Kejiwaan "

Post a Comment

dmca

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel