-->

Manfaat Ilmu Fiqih Dan Ushul Fiqih Dalam Kehidupan Sehari-hari

Manfaat Ilmu Fiqih Dan Ushul Fiqih Dalam Kehidupan Sehari-hari

Manfaat  Ilmu Fiqih Dan Ushul Fiqih Dalam Kehidupan Sehari-hari

Doaislami - Siapa bilang jika ilmu fiqih dan ushul fiqih hanya untuk mereka para santri atau ilmu yang di pelajari berdampingan dengan kitab saja, itu salah. Karena fakta nya ilmu fiqih merupakan ilmu yang sangat penting untuk seluruh lapisan umat islam. Entah itu ulama, kyai, pelajar, atau orang biasa sekalipun. Mengapa? Karena di sadari atau tidak ilmu fiqih dan ushul fiqih berkaitan langsung dengan kegiatan kita sehari hari, selama 24 jam waktu yang kita habiskan itu bernilai dan bisa berhukum wajib, sunah, mubah, makruh, bahkan haram. Untuk lebih jelasnya kita uraikan dahulu pengertian dari ilmu fiqih dan ushul fiqih.

Ilmu Fiqih

Dilihat dari sudut bahasa, fiqih berasal dari kata faqaha yang berarti memahami atau dapat diartikan pada faham agama atau tafaqquh fiddin. Sedangkan menurut istilah syar’i, ilmu fiqih dimaksudkan sebagai ilmu yang berbicara tentang hukum-hukum syar’i amali yang penetapannya melalui pemahaman yang mendalam terhadap dalil-dalilnya yang terperinci dalam nash (Al Qur’an dan Hadits). Atau dengan kata lain, ilmu fikih adalah komplikasi hukum-hukum syara’ yang bersifat praktis yang diambil dari dalil-dalilnya secara terperinci.
Dalam hadits disebutkan menurut riwayat al-Bukhori dan Muslim:

َمَنْ يُرِدْ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ،

Barangsiapa yang Allah menghendakinya baik, menjadikan orang itu faham dalam agama
(HR. Bukhori dan Muslim).

Ushul Fiqih

Dilihat dari sudut tata bahasa, rangkaian kata Ushul dan fiqih tersebut dinamakan Tarkib idhafi, sehingga dua kata tersebut memberi pengertian ushul bagi fiqih. Ushul adalah bentuk jamak dari ashl yang berarti sesuatu yang dijadikan dasar bagi sesuatu yang lain, dengan kata lain ushul fiqih berarti sesuatu yang dijadikan dasar bagi fiqih. Menurut Abu Zahrah, ilmu ushul fiqih adalah ilmu yang menjelaskan kepada mujtahid tentang jalan-jalan yang harus ditempuh dalam mengambil hukum-hukum dari nash dan dari dalil-dalil lain yang disandarkan kepada nash itu sendiri.

Objek kajian ilmu fiqih dan ushul fiqih itu sendiri adalah perbuatan mukallaf dilihat dari hukum syara`, atau lebih sederhana nya kajian dari ilmu fiqih dan ushul fiqih itu meliputi kegiatan keseharian kita.

Penting nya ilmu fiqih dalam kehidupan sehari hari.

Ilmu fiqih sangat erat kaitan nya dengan kegiatan kita selaku umat islam. Misal, saat bangun tidur kebanyakan orang langsung ke kamar mandi untuk membersihkan wajah nya, nah itu berhukum mubah (boleh boleh saja). Lalu untuk umat islam pasti berwudhu untuk shalat subuh dan itu berhukum wajib dan mendapatkan pahala. Di pagi hari nya Anda shalat duha, maka itu berhukum sunnah dan juga mendapatkan pahala. Lalu di siang hari Anda menulis sebuah kisah maka hukum awalnya boleh boleh saja (tidak mendapat pahala juga tidak berdosa), namun jika tulisan itu mampu memberi manfaat bagi pembacanya maka itu bisa menjadi berhukum sunnah dan mendapat pahala. Tetapi jika tulisan itu mengandung kemadharatan bagi si pembacanya maka itu berhukum makruh atau bisa saja menjadi haram. Nah dari penjelasan berikut sudah dapat di pastikan jika 24 jam yang selama ini kita habiskan setiap hari nya, setiap detiknya pun memiliki hukum nya masing masing. Lantas berapa banyak waktukah yang Anda gunakan agar waktu itu bernilai pahala selama ini.? Apa mungkin selama ini Anda tidak menyadari nya, dan cenderung lebih menghabiskan waktu untuk hal yang tak berpahala.?

Penting nya ilmu ushul fiqih terhadap ilmu fiqih. 

Jika ilmu fiqih ternyata begitu penting untuk mengatur kegiatan kita sehari hari, maka ilmu ushul fiqih pun demikian. Kenapa? Karena ushul fiqih merupakan akar dari ilmu fiqih itu sendiri. Kedua ilmu ini tidak dapat di pisahkan satu sama lain, karena merupakan serangkaian ilmu yang terpadu. Hubungan ilmu fiqih dengan ushul fiqih itu sendiri seperti hubungan ilmu mantiq dan filsafat, dimana kedua ilmu itu sama sama merupakan kaidah yang memelihara akal agar tidak ada kerancuan dalam berpikir. Atau sama hal nya d Atau sama hal nya dengan hubungan ilmu nahwu dalam bahasa arab, dimana ilmu nahwu merupakan gramatikal yang menghindarkan seseorang dari kesalahan dalam menulis maupun mengucapkan bahasa arab.

Kedua ilmu ini sangat penting, disatu sisi perkembangan Nash Al Quran berhenti bersama wafatnya Rasulullah saw, sedangkan problematika yang terjadi di kalangan umat manusia terus berkembang. Terlebih dengan adanya modernisasi yang terjadi di dunia saat ini yang ternyata menimbulkan suatu permasalahan baru jika di lihat dari sisi islam. Bayi tabung misalnya, di masa Rasulullah tidak pernah terjadi kejadian bayi tabung seperti sekarang ini. Namun karena islam adalah agama yang benar-benar fleksibel untuk semua bidang kehidupan manusia, siapa pun, dan di mana pun mereka berada. Di sinilah peran para ulama, ahli hukum islam, dan para intelektualnya. Mereka dituntut untuk mencari kepastian hukum itu dengan mengkaji dan meneliti nilai-nilai yang terkandung dalam Al Qur’an dan Hadits secara cermat dan intens. Alat yang digunakan dalam usaha tersebut adalah ilmu ushul fikih atau ilmu fikih itu sendiri.

Untuk memudahkan pemahaman dalam masalah seperti ini, berikut contoh tentang perintah mengerjakan sholat berdasarkan Al- Qur’an dan Hadits Nabi Muhammad SAW. Firman Allah SWT dalam QS. Al-Isra’

أَقِمِ الصَّلَاةَ لِدُلُوكِ الشَّمْسِ إِلَىٰ غَسَقِ اللَّيْلِ وَقُرْآنَ الْفَجْرِ ۖ إِنَّ قُرْآنَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا

Dirikanlah sholat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula) sholat shubuh. Sesungguhnya sholat shubuh itu disaksikan ( oleh Malaikat). QS. Al- Isra: 78

Nabi Muhammad SAW telah bersabda dalam hadits-Nya yang artinya “Shalatlah sebagaimana kamu melihatku bershalat”. (HR. Muttafaqun alaihi).

Jika kita lihat dalam Q.S Al Isra: 78 maupun dalam hadist tersebut, tidak ada yang menyebutkan secara pasti hukum shalat itu seperti apa. Apakah wajib, sunah, atau boleh. Lalu bagaimana kita tahu jika shalat itu wajib? Nah dalam masalah ini ushul fikih memberikan dalil bahwa hukum perintah atau suruhan itu asalnya wajib, terkecuali adanya dalil lain yang memalingkannya dari hukumannya yang asli itu. Hal itu dapat dilihat dari kalimat perintah mengenai mengerjakan shalat bagi umat islam. Dikarenakan dalam ayat Al Quran "dirikanlah shalat" dan hadist "shalatlah" berikut merupakan perintah atau suruhan maka dapat di tarik kesimpulan jika hukum dari shalat itu wajib. Jadi sudah sangat jelas jika kedua ilmu ini peting bagi kehidupan kita sehari hari, dimana ilmu ushul fiqih yang menjadi dasar dari ilmu fiqih itu sendiri dan kemudian ilmu fiqih lah yang berkaitan langsung dengan keseharian kita sehari hari.




LihatTutupKomentar

Dmca